Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
#50


__ADS_3

" apa tadi " nira terkejut kala mendapat ciuman di kening , ciuman yang bikin serasa melayang dengan kehangatan yang tidak pernah ia dapatkan selama ia kecil


ketika Willie sudah keluar dari kamar nira, kini gadis berparas cantik dan manis sama seperti adiknya yang membedakan mereka adalah dari tubuh dan rambutnya ,nira memiliki tubuh yang lumayan tinggi hanya 175 sedangkan Nara hanya 167 memang berbedaan yang sangat jauh tapi tidak akan ada yang bisa membuat mereka salah mengenalinya, nira berwajah tirus dengan di tambahi tahi lalat di bibir kanannya yang membuat manis akan bibirnya,


" perasaanku seperti mau terbang " nira masih memegang dadanya dan tangan kanannya memegang kening bekas kecupan sang kakak


" ahh,, sudah lah lebih baik aku istirahat " ucap pada diri sendiri , tidak membutuhkan waktu lama pun akhirnya tertidur dengan pulas dengan wajah yang berseri-seri akan kehangatan yang ia dapat dari sang kakak


berbeda dengan adiknya gadis yang sudah merasa kesal akan sesuatu ia masih betah berdiri di balkon kamarnya, sehingga angin kencang menerpa wajah nya yang Chaby


Nara menghubungi seseorang melalui telepon genggamnya


" apa sudah dapat "


"( Belum nona, ini akan sangat sulit untuk mencari nya )"


" sampai kapan "


" ( saya tidak bisa memperkirakan nona, )"


" baik lah, kerjakan dengan benar "


"( baik nona )"


telepon dimatikan oleh Nara yang merasa kurang puas saat mendapat kabar dari orang suruhannya untuk menggali informasi


" apa aku harus pergi mencari informasi lainnya sendiri " Nara merasa lelah dan kesal saat ini, ketika menghubungi suruhannya yang ia bayar untuk mencari informasi tentang penculikan 15 tahun yang lalu


" baik lah, jika tidak ada yang bisa melakukannya aku turun sendiri " berbicara pada diri sendiri , menyemangati dirinya untuk bisa menggali informasi yang sudah bertahun-tahun lamanya, tidak akan mudah bagi orang lain tapi bagi Nara tidak sulit untuk mendapatkan informasi tersebut


meski sedari kecil Nara pergi dari rumah dan di angkat anak oleh orang lain yang menjadikan dirinya putri satu satunya, tapi ia tidak boleh lemah ketika orang tua angkat nya dihina lagi oleh keluarganya sendiri hanya karna tidak bisa memiliki seorang anak,


Nara melihat jam tangan yang masih melingkar di lengan manisnya, " sudah malam, lebih baik aku tidur dulu "

__ADS_1


memasuki kamar dan menutup pintu balkon menuju kasur empuk untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah yang belum sempat istirahat yang cukup


***


di negara Z seorang pemuda berjalan menghampiri seseorang yang sengaja ia suruh untuk menjaga para tahanan


" se_selamat datang kembali tuan "


" hhmmm, apa ada yang hilang "


sedangkan penjaga tersebut sudah was was dan takut kepada pemuda yang ada di hadapannya yang di panggil tuan oleh penjaga tersebut


" ma_ maaf tuan saya telah lalai dalam menjaga " pengawal tersebut menunduk takut pada tuannya


" tidak apa . " lalu pergi lagi dri ruang tahanan tersebut , dan berjalan menuju ruangan nya sendiri


cklek


berjalan menuju sofa panjang yang memang sudah tersedia di ruang kerjanya


" sebenarnya apa yang terjadi, " pemuda yang masih bergelut dengan pikirannya sendiri dengan masih menggunakan pakaian formalnya ia adalah tregek


yang di sebut tregek bukan nama dari Genk itu adalah nama pemudah yang nama aslinya Tristan harfand cuma, teman kecil nya memanggilnya tregek sehingga yang lain pun memanggil nama tersebut, dan ketika dewasa ia menyembunyikan nama tersebut dari dunia, hanya seseorang yang mampu mengenali dirinya melalui gelang yang biasa ia pakai tidak pernah ia lepas hingga gelang tersebut sudah hampir mengecil di lengannya yang besar


" sudah lama tidak bertemu, sekalinya datang hanya membebaskan orang " dengusnya lalu mengambil ponsel genggaman nya yang berada di kantong


ia mencari nama yang sudah lama tidak pernah ia hubungi dan tidak akan tahu apa yang sebenarnya terjadi lalu menekan tombol memanggil


Tut


Tut


" masih aktif " masih melanjutkan panggilan yang berdering

__ADS_1


Tut


Tut


Tut


belum mendapatkan jawaban dari nomor yang di panggil nya kini masih menekan nomor tersebut berharap orang nya mengangkatnya


berbeda dengan gadis yang baru memejamkan matanya tidak lama itu kini terusik dengan dering ponselnya


" haishh siapa lagi yang menghubungi tengah malam begini " menggerutu kesal dengan mata yang masih terpejam tapi tangan mencari dering tersebut yang berada di atas nakas


" hhmm " hening tidak ada suara sehingga membuat gadis yang baru terlelap itu membuka matanya untuk melihat siapa pemanggilnya


alis Nara mengkerut kala mendapat panggilan yang berasal dari kota Z.


" hallo , siapa ini " dengan mengubah suaranya dengan nada dingin


sedangkan orang yang berada di sebrang masih mematung kala mendengar suara tersebut, mulutnya seakan terkunci tidak mampu berbicara pada sahabat kecilnya . hanya lelehan air mata yang keluar dari pemuda tersebut


" jangan coba meneror " ucap Nara


" Ar,,," masih tidak mampu untuk berbicara hanya memanggil setengah nama saja sudah mampu membuat gadis di seberangnya mengenali suara tersebut


" ada apa "


" ( apa benar ini kamu ) "


" hhmm "


" ( apa bisa kita bertemu ) "


" atur saja kamu, aku masih ngantuk mau tidur, jangan ganggu " lalu mematikannya ponselnya agar tidak di ganggu lagi,

__ADS_1


" ternyata si anak cengeng masih nyimpen nomorku " dengan senyum tipis lalu melanjutkan tidurnya yang di ganggu oleh orang yang menelpon


bersambung


__ADS_2