Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
bab 164


__ADS_3

tak terasa, kini kehamilan Kiara yang ke dua sudah memasuki bulan ke delapan dan akan memasuki bulan ke sembilan,


hari-hari Kiara dan Kenan seperti biasa, menjalani rutinitas yang padat, di tambah lagi Kiara harus menyelesai kan pendidikan nya


sedang kan Kenan harus mengejar target, agar diri nya dan Kiara sama-sama lulus, dan 5inggsl memikir kan masa depan keluarga mereka


masalah bangunan sebelah, sudah rampung, dan Kiara sudah memasuk kan banyak barang-barang


tak hanya satu prodak yang di jual, Kiara juga menjual alat kecantikan dan di sebelah nya menjual baju serba


satu toko, menjadi tiga pungsi di buat oleh Kiara, tak hanya menjual sembako saja, Kiara juga mengambil barang-barang dari butik Yuna,


butik yang di besar kan oleh Tante nya sendiri, kakak dari ayah nya, dan semua itu, tidak akan maju, tanpa ada nya dukungan keluarga nya


'' aku berangkat Yang,, nanti kalau ada apa-apa, cepat hubungi aku ya..'' pinta Kenan ketika pamitan hendak pergi kuliah


sedang kan Kiara, ia tetap menjalan kan kuliah online nya dan sesekali ia pergi ke kampus mengambil tugas nya


'' iya.. yang hati-hati di jalan ya..'' pesan Kiara


'' oke sayang..'' saut Kenan


'' mata nya jangan jelalatan, kalau sempat, awas saja kamu..'' ancam Kiara menatap Kenan tajam, setajam bilah pisau


'' nggak akan Yang,, aku cinta nya hanya sama kamu kok? yakin deh,, gak ada yang lain nya..'' ujar Kenan tersenyum kuda


'' awas aja.. bilang sama aku, kalau ada yang macam-macam di kampus, atau di kantor pabrik..'' ujar Kiara


''' siap buk bos..'' ujar Kenan sambil hormat di hadapan Kiara


membuat Kiara terkekeh kecil, ia sedikit malu ketika Kenan hormat di depan nya


setelah berpamitan, kenan pun pergi meninggal kan rumah, meninggal kan Kiara dan juga Hanum berada di rumah


'' Hanum, ayo mandi..'' ajak Kiara ketika mereka berdua selesai makan


'' kita ke sebelah gak ma..'' tak Hanum tiba-tiba


'' iya.. tapi jangan nakal ya..'' ucap Kiara sambil tersenyum ke pada Hanum


Hanum hanya mengangguk saja, ketika, Kiara mengajak nya mandi


dengan telaten, Kiara memandi kan hanum, begitu juga dengan diri nya


'' Mbak Nina... aku datang..'' ujar Hanum melambai kan tangan nya ke arah toko sembako milik Kiara


'' eh..ada adek manis,, sini sama mbak..'' ajak Nina

__ADS_1


'' jangan di ajak live terus nin.. bosan nanti followers kamu..'' ujar Kiara terkekeh kecil


'' nggak akan buk, mereka malah seneng, kalau ada Hanum di dekat aku..'' ujar Nina


membuat Kiara hanya bisa geleng kepala melihat kelakuan dua wanita yang ada di hadapan nya


sedang kan Wiwi, hanya tersenyum saja, ketika Hanum datang, Kiara pun melanjut kan langkah nya ke toko sebelah nya


yang menjual prodak bedak random, setelah itu, Kiara pun berjalan ke arah tokoh butik sederhana nya


'' ayo pulang Hanum..'' panggil Kiara pada Hanum yang sedang bersama Nina


'' aku masi mau sama Mbak Nina ma..'' rengek Hanum


'' hemm.. kalau sudah ketemu Nina, bener-bener deh..'' ujar kiara


sampai jam empat sore, baru lah Hanum mau di ajak pulang oleh kiara, alhasil, Kiara berkeliling melihat pembukuan mereka


mulai dari toko sembako, toko bedak dan toko baju, di tambah, mengecek ke uangan kafe Aldo


'' loh... tumben papa kami sudah pulang..'' ujar Kiara menatap mobil kena yang masuk ke halaman rumah


'' dari mana Yang..'' tanya Kenan membuka kan pintu mobil dan keluar dari mobil


'' dari sebelah Pa,, dari Tante Nina..'' ujar Hanum tersenyum malu


'' main hape pa.. Mbak Nina selalu bilang gini pa di depan hape.. hallo gaess.. gitu pa.. Hanum suka,, Hanum juga ikutan kayak gitu..'' ucap Hanum menirukan gaya Nina di depan live


'' anak papa mau jadi artis apa.. gak mau jadi tukang kebun aja,, kayak kakek..'' ujar Kenan jongkok di depan Hanum


'' Hanum gak mau pa... nanti ada ulut nya..'' ujar Hanum bergidik takut


'' apa itu ulut..'' tanya kena sedikit keheranan


'' ulut bulu pa.. Hanum takut..'' ujar Hanum lagi


'' ya..ampun Hanum,, ulet bulu.? astaga..? papa sampai heran, binatang apa itu..'' ujar Kenan terkekeh kecil


begitu juga dengan Kiara, ia tertawa lepas, mendengar ucapan Hanum barusan, yang mengatakan ulet menjadi ulut,


'' ayo masuk. kita mandi dulu, kamu bau asem..'' ujar Kenan mengangkat tubuh kecil Hanum ke dalam dekapan nya


sedang kan kiara, sudah berjalan masuk ke dalam rumah, terlebih dahulu, sebelum kenan mengajak hanum masuk ke rumah


***


hari berlalu begitu cepat, Tampa terasa, kehamilan Kiara kini sudah memasuki bulan ke sembilan, dan tinggal menunggu siang dan malam saja

__ADS_1


'' malam ini, rasa nya dingin banget sih.. Sampek nggak kuat aku yang..'' ujar Kenan naik ke atas ranjang di dekat Kiara


'' aku nggak ada rasa dingin ini, yang ada panas.. sumuk banget Yang,, nyalain ase nya kenapa .'' pinta Kiara


'' ya..Allah Yang,, ini udah yang paling dingin, sampai aku aja serasa mau beku..'' ucap Kenan


sedang kan Kiara, mencoba mengambil remot ase, namun, suhu ase nya sudah yang paling tinggi


'' kenapa panas banget sih..'' keluh Kiara,


sedang kan Kenan, sudah memejam kan mata nya, namun, berbeda dengan Kiara masih melotot karena tak bisa tidur sama sekali


jam berdetak semakin laju, detik demi detik sudah terlalu, namun Kiara tak bisa tidur sama sekali,


'' mau ke kamar mandi pula..'' ujar Kiara menahan sakit karena hendak buang air kecil


Kiara masuk ke kamar mandi, dan menuntas kan hajar nya, tanpa ia sadari, Kiara sudah mengeluar kan tanda-tanda hendak melahir kan


'' loh.. kenapa pinggang aku sakit anget, perut bawah aku juga sakit banget..'' ujar Kiara menahan sakit


'' Kenan bangun,, aku kayak nya mau melahir kan deh..'' ucap Kiara memberi tahu Kenan


namun kena tak kunjung bangun, bahkan kena semakin mendengkur keras, ketika Kiara mengganggu nya


'' dasar, ayah sama anak, sama aja..'' kesal Kiara meninggal kan ranjang,


ia berjalan perlahan ke arah sofa, mendudukan diri, berharap ia bisa terpejam di atas sofa


'' Yang.. kamu di mana..'' Kenan terbangun ketika subuh datang, dan tak menemui keberadaan kiara


'' loh.. kenapa tidur di situ..'' ujar kenan, berjalan ke arah Kiara yang terbaring di sofa


'' kamu kenapa tidur di sini Yang.'' tanya Kenan mengecup kening Kiara sekilas


'' perut aku sakit Yang, kayak nya aku mau melahir kan deh..'' ujar Kiara lirih


membuat Kenan membulat kan mata, menatap ke arah Kiara, dengan perasaan panik


'' bentar-bentar.. aku mau cuci muka dan sholat dulu, habis itu ngumpulin pakaian kamu dan Hanum,'' ujar Kenan


'' jangan lama ya..'' ucap Kiara pelan


'' kamu masih bisa tahan kan.'' tanya kenan panik


'' iya..'' saut Kiara sambil menahan sakit


kenan pun bergegas ke kamar mandi, menunai kan sholat subuh dan juga menyiap kan perlengkapan Kiara dan juga Hanum

__ADS_1


...****************...


__ADS_2