
Mereka pun maka dengan khidmat, hanya dentingan sendok yang berpadu dengan piring yang berada di atas meja makan
selesai makan semua orang berkumpul di ruang tengah , ruang di mana para keluarga berkumpul , kecuali bi Ijah dan Ardi yang langsung masuk ke kamar untuk istirahat
Nara di apit oleh Liam dan juga Jonatan, sedangkan nira duduk di sebelah Liam yang masih canggung untuk memulai percakapan
" ekhemm " deheman Nara yang sengaja agar tidak terlihat hening " apa an sih kalian ini. sempit tau " kesalnya
" gw pengen Deket aja sama loe " ucap Liam tidak sadar mengucap dengan kata loe gw, sedangkan Jonatan dan Nara saling memandang pada wajah Liam yang berada di sebelahnya, meski dengan Rasa bingungnya 1 detik 2 detik hingga 3 dering dua orang berbeda gender yang berada di sebelah Liam langsung tertawa dengan apa yang mereka dengar
". ha ha ha " suara tawa dua orang berbeda gender
" aduh perutku, ha ha ha , Abang lucu kalo bicara loe gw "
Liam mengernyit heran ', kenapa juga mereka tertawa ,. ' ucap dalam hati ,
" ada apa dengan kalian, apa ada yang salah dengan ucapannya " tanya Liam ,
" gak ada bang, " setelah puas menertawakan perkataan abangnya kini ia sudah bisa mengendalikannya meski ia menahan tawa ,
" dek ,, "
" iya "
panggilan Willie yang terasa lembut terdengar di telinganya dengan cepat Nara langsung bangun dari duduk dan mencari tempat duduk yang masih kosong, ia tidak mau di apit sama dua orang yang satu pongkah dan satu lagi balok. meski sendiri juga sama malah berpaduan antara pongkah dan baloknya, tapi hanya untuk para orang tersayang sikap pongkahnya hi hi
Nara mencari tempat duduk di agar bisa jauh dari Abang kedua dan ketiga, Willie pun melambaikan tangannya menepuk sofa yang kosong
" adek sini, Sama Abang aja " menepuk sofa ,Nara pun berjalan kearah Willie yang sebelahnya ada nira sang kakak kembar dirinya,
" bisa adek jelaskan semua, " ucap wilLie dengan lembut dan mengelus kepala sang adik
__ADS_1
" yang mana " dengan polosnya menjawab apa yang di pertanyakan Willie,
" tentang semua, "
" semua yang mana " masih dengan mode polosnya Nara berpura pura bingung dan mengedikan mata terus, seperti tengah berfikir
" astaga, anak satu ini memang bener kudu di tabok nih bocah, biar gak bikin hati ini melas " ucap Jonatan dalam hati ,
Jonatan greget dengan Nara yang kadang kasar kadang lembut, tergantung mood nya yang kadang berubah ubah, seperti saat ini bertingkah seperti anak kecil yang di tanya tapi gak tau apa apa
" tentang Adek nemuin nira di mana dan adek kemana saja selama ini, hem " masih dengan nada halus dan mengelus kepala Nara dengan lembut
nira yang merasa tidak enak ingin bangkit tapi sudah di tahan oleh tangan besar milik kakaknya yang masih anteng menggenggam tangan ny.
" mau kemana, "
" mau apa Hem. duduk aja jangan kemana mana, Abang belum dapet penjelasan dari adik kamu yang bandel ini "
" ish Abang , aku gk bandel ya bang cuma lagi bosen ajj , dan aku kesel sama Abang " cemberut kala mendengar ia di sebut bandel
" maaf kan Abang, bukan bermaksud Abang menyakiti hati kamu ," dengan pelan berkata dan menggenggam tangan Nara dengan tangan kanannya yang sejak tadi anteng mengelus rambut hitam Nara
" Abang hanya merasa bersalah dengan semua ini " menunduk dengan sedih meski dengan suara lirihnya tapi Nara mendengarnya
kala wilLie mengingat di mana keluarga Nugraha Yang menginginkan anak lelaki yang mengharuskan bisa lebih bijak dalam mengurus apapun itu
__ADS_1
" baik lah, tidak usah bahas yang itu, aku dapatkan dia di sebuah tempat terpencil, " hanya dengan berucap dengan singkat Nara pun beranjak dan berjalan menuju lantai dua untuk memasuki kamar yang menjadi tempat ternyamannya
" bang, kenapa Nara pergi "
" gak apa , mungkin masih lelah," kembali dengan wajah yang biasa , Willie melirik sebelah kiri yang terdapat gadis berwajah tirus yang hanya menundukkan kepalanya saja sejak memasuki ruang keluarga
" apa kah kamu ingin ke kamar " nira mengangguk,
" baik lah , kalian berdua masuk ke kamar masing masing, Abang akan mengantar nira ke kamar, "
" ish, kan kita gk tau gimana ceritanya, kok malah di suruh masuk kamar sih " ucap Jonatan dengan dongkol nya yang ingin mengetahui tentang di mana Nara bertemu dengan nira. hanya di jawab di dapatkan tempat terpencil,
dua orang berbeda usia masih memikirkan perkataan Nara yang sempat membuatnya bingung, tapi hanya Willie lah yang tahu apa maksud dari perkataannya, entah itu di mana
meski di sebut tempat terpencil, tapi bisa di sebut tempat persembunyian para musuh atau apa pun.
Willie berjalan dengan tangan nira yang masih di genggaman oleh tangan kekar milik Willie
" istirahat lebih awal , biar besok lebih fresh " tersenyum pada adik yang baru di temukan nya, meski masih terasa canggung untuk mengobrol Willie masih tetap memperlakukannya dengan baik,
" nanti besok pagi saja kita berbincang kembali, agar lebih baik, istirahat yang banyak "
nira hanya mengangguk nurut dan merebahkan tubuh nya di kasur king size
" selamat malam sayang , " Willie mengecup kening nira, setelah itu keluar dari kamar nira
__ADS_1
" apa tadi " nira terkejut kala mendapat ciuman di kening , ciuman yang bikin serasa melayang dengan kehangatan yang tidak pernah ia dapatkan selama ia kecil
bersambung