
"dasar kupret adik kurang asem" mengerutu kesal pada adiknya yang gak pernah mau memanggil nya Abang
" eh tapi bang Liam kemana ya" bertanya sendiri, Jonatan lantas bangun dari ranjang kamar Liam, Jonatan memang sengaja tidur dengan Liam karena ia bosan menunggu Abang yang satunya belum juga pulang ke apartemen nya
Rara pun menelpon suruhannya untuk mengantarkan kendaraan bermotor di dekat hutan, ia membereskan ponselnya dan memasukkan kembali dalam lemari lalu mengganti baju dengan baju strit,celana panjang berwarna hitam, tidak lupa ia memakai sweater yang lumayan besar untuk menutupi bentuk tubuhnya
Rara keluar dalam kamar melihat kanan kiri apa masih ada orang lalu mengunci kamarnya
" Ra,,"panggil Sinta " kamu mau kemana sayang" bertanya karena hari sudah malam,sontak kaget saat dipanggil oleh sang mamah segera ia berbalik
" mau nyamperin Wulan mah" jawabnya agar tidak ketahuan
" kenapa malam malam sayang, kenapa gak nunggu besok ajj"
" ayu mabok mah, Wulan gak berani bawa mobil" berkata bohong
" ya sudah hati hati dijalan" Sinta berjalan membawa air minum dalam botol ke kamar karena ia kehausan dan air dalam kamar habis, Sinta tidak menyadari bahwa Rara keluar akan memakai apa
Rara keluar rumah dan mengunci kembali pintu dan pagar rumah agar tidak ada orang yang iseng memasuki rumahnya, ia menyebrang dan melihat sudah ada anak buahnya yang memakai motor juga
" dimana kak Alexa" bertanya
" nona Alexa sedang meninjau proyek di kota A nona" jawabnya
" oke kau ikuti aku dan kalian kembali ketempat, jangan lupa jaga rumah dan orang tuaku"
__ADS_1
" baik Queen" berjajar sebelum membubarkan diri
Queenara pun menyalakan motor sport dan memakai topi,masker dan helmnya, berkendara dengan kecepatan seratus perkilo meter hingga mampu membutuhkan waktu yang singkat untuk segera sampai di kota A, setelah sampai ia langsung menekan earphone yang menghubungkan empat orang tapi ia hanya menekan tombol satu yang artinya cuma satu orang yang tersambung
" aku ingin kak lexa datang ketempat ku,"mematikan earphone nya
tak butuh waktu lama lexa datang dengan berpakaian formal karena ia belum sempat mengganti bajunya
" ada apa princess kenapa kau disini, siapa yang yang terluka" lexa datang dengan rambut pendek sebahu dan pakaian formal nya
" kenapa kakak tidak ganti baju"
" kakak baru selesai rapat"😊
" kakak ikut aku masuk kedalam" menarik tangan Alexa untuk memasuki klinik tersebut, sebelum sampai klinik ia berhenti dan sembunyi dibalik pohon saat melihat ada abangnya Liam dan asisten nya yang sedang menelpon
" bagaimana mereka disini" mengintip dari balik pohon besar, mengambil ponsel untuk menghubungi sang bawahan yang bersama Willie
" dimana kamu"melihat sekeliling nya
" kami di dalam queen, kami sebagian menyamar jadi perawat dan pasien" menjawab
"oke" memutuskan telepon nya lalu ia mengeluarkan maskernya lagi berjalan berpura pura sakit
sayup-sayup terdengar suara orang yang sedikit kacau
__ADS_1
" ya ampun kenapa aku sampai salah mengambil ponsel" mendesar berat, karna ia tak bisa menghubungi adik adiknya untuk mengabari apa yang terjadi dengan abangnya
Rara berjalan dipapah oleh Alexa. mereka berpura pura akan berobat di klinik tersebut agar terhindar dari masalah dengan Abang Liam.
setelah masuk kedalam ia menengok kebelakang untuk memastikan mereka melihat nya atau tidak
" huh,, aman " bergegas menuju ruangan, saat sampai ia melihat Willie sedang berbaring miring, karena ia tekena tebasan punggung sebelah kanan,
berjalan menghampiri Willie membuka masker yang ia pakai,
" Abang,,, " Rara sudah berkaca-kaca melihat bagaimana abangnya yang terluka
Willie pun mendengar suara adiknya yang disayangi sudah dalang melihatnya, membuka matanya perlahan dan masih merasakan sakit dan perih di punggungnya, Willie mendapat sepuluh jahitan,
Willie tersenyum melihat Rara datang" adek Abang sudah datang" ujarnya saat melihat ada seorang gadis lain yang ada dibelakangnya Rara," siapa dia"
Queenara pun menoleh kebelakang " oh ,, ini kakak aku juga kenalkan bang dia Alexa, menejer aku" ucapnya
sedangkan wilLie hanya ber oh saja,
" Abang kenapa bangun, nanti lukanya kebuka lagi" omelnya, Willie hanya menanggapi nya dengan senyum
" gak apa apa sayang, Abang baik baik ajj"
" kenapa Abang sampai terkena tebasan" dengan sorot mata yang tajam, Willie melihatnya sedikit bergidik karena melihat kemarahan sang adik
__ADS_1