Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
#48


__ADS_3

" oh,, " hanya ber ' oh ' ria saja atas jawaban dua orang yang memiliki temperamen yang berbeda beda


Willie meski terlihat tenang tapi sangat lah lembut, berbeda dengan Liam, meski orang nya pendiam tapi sangat lah cuek terhadap sekitar, sedang Jonatan orangnya yang suka tebar pesona ke berbagai gadis, tapi hatinya lembut meski sedikit konyol dan juga pemarah jika sedang berhadapan dengan Nara


" huh huh huh , lelah, "


" kenapa " jawab gadis yang sudah di ambang pintu, dan orang yang sudah kelelahan kini terkejut


" astego??!!, " memegang dadanya yang sempat terkejut dengan kehadiran adiknya yang sudah ada di hadapannya


" gak usah lebay , ada ap- " belum kelar berbicara sudah di peluk oleh Jonatan


" sejak kapan loe pulang, kenpa gk ngasih tau gw bahwa loe udh kembali " menangis itu lah yang di lakukan Jonatan pada Nara, dan tidak malunya ia menyeropot ingusnya dengan baju Nara


" sroot sroot "


" ish, apa apa an sih , jijik tau " melepas pelukan , Nara kira ia akan mendapat pelukan yang nyaman tapi malah jijik saat Jo menyeropot ingusnya dengan baju yang baru ia ganti


" ganti lagi deh gw "


brak


Jo kaget saat terlepas dari Nara ia di kagetkan dengan gembrakan pintu kamar Nara,


" Endah busyet dah, nih anak kebiasaan "


Jonatan tidak menyadari apa yang telah ia perbuat sehingga adik nya sampai menggebrak kan pintunya, ia hanya melenggang pergi dari depan pintu kamar Nara, dan menuju kamarnya yang tidak jau dari kamarnya


saat Willie dan Liam naik mereka juga kaget dengan apa yang terjadi, sehingga suara pintu yang terdengar nyaring di telinga nya


" apa yang kau perbuat padanya " tanya Liam pada Jonatan, sedangkan orang yang di tanya hanya berjalan tanpa menjawab, sehingga Liam geram sendiri



" sudah, sepertinya ia habis nangis "


" si playboy cap ketek bisa nangis " menjawab dengan sinis apa yang di ucapkan kakaknya tidaklah mungkin jika si biar kerok yang selalu ngerusihin itu menangis, ' tapi menangis karena apa?' pikir Liam,


mereka pun memasuki kamar masing masing dan membersihkan badan agar terlihat lebih fresh lagi, dan untuk makan malam pun sebentar lagi, hingga waktu yang di tunjuk pukul 7, sudah ada yang berada dalam ruang tv ada yang di dapur entah siapa siapa yang berada di sana,.



tapi fokus tiga orang pria tampan itu pada gadis yang sedang anteng duduk di sofa dengan seorang anak kecil yang berbicara dan hanya di balas anggukan oleh gadis tersebut


__ADS_1


" kalian sudah turun, " ucap Nara saat keluar dari dapur untuk membantu para pelayan menyiapkan makan malam dengan membawa cemilan yang ada di tangannya



" dek, "


" iya "


" siapa mereka, " ucap Liam sangat penasaran pada gadis yang ada di sofa , meski mereka melihat dari samping tapi ia seperti melihat Nara



" oohhh dia ka nira "


" appaa??!!" teriak Liam dan juga Jonatan , sedangkan Willie hanya memasang wajah biasa, ia mengelus kepala Nara dengan lembut


" mari kita makan malam terlebih dulu, jangan banyak mengemil, pipi kamu sudah seperti bakpau, " ucapnya seperti menyindir tapi masih dengan lembut Willie bicara



" iya iya , hmm " Nara merengut kala cemilan yang ia bawa dari dapur kini di ambil oleh Jonatan dan melenggang pergi keruang makan setelah mengambil cemilannya



" ish,, kebiasaan ank satu ini, gak bisa apa jangan ambil yang itu, "



nira berjalan saat ia di panggil untuk menuju ruang makan dan makan bersama keluarganya yang kini ia sudah kembali, ia merasa takut jika tidak ada yang mau dengan dirinya


" kenpa ka, " ucap Ardy di sela sela berjalan menuju ruang makan


" tidak apa apa, hanya gugup aja " tersenyum menampilkan senyum manisnya meski tidak memiliki lesung pipi tapi sangat manis jika tersenyum dengan deretan gigi putihnya


baru sampai pada ruang makan nira sudah tidak mampu untuk melihat kedepan di mana satu orang gadis yang di manjakan oleh pria dewasa yang ada di sebelahnya



" hai , " sapa Jonatan pada nira , sehingga gadi tersebut mengangkat wajahnya,



" hai juga " membalas sapaan orang yang menyapa nya, nira tidak tahu yang mana yang lebih tua,


__ADS_1


" kemari " ucap wilLie pada nira, orang yang duduk di samping Nara yang memanjakan Nara di sela sela akan melakukan makan malam



" jangan takut, mereka Abang kita , "


" Abang, " ucap dua orang berbeda gender dan usia


" hhmm " ucap Nara dengan mode yang kembali ceria, sedangkan Ardy berfikir jika Nara adalah seorang yang tidak kenal dengan cerianya, di saat pertama bertemu hanya wajah dinginnya yang di tampilkan oleh hasil berpipi Chaby



" kak Ira, kak Ara sangat cantik ya jika tersenyum begitu "


nira hanya mengangguk menanggapi apa yang di katakan oleh Ardi, sehingga kini ia berjalan dan duduk di sebelah orang yang tadi menyuruhnya datang,


" di mana bi Ijah, " kini Nara bertanya pada Ardi, sedangkan dua orang yang tahu nama itu pun terkejut, tapi mereka hanya terkejut sebentar hingga seorang wanita tua yang datang dengan ketua pelayannya



" itu ibu " ucap Ardi,


" bi, kita makan dulu "


" maaf nona, saya tidak pantas di sini "


" apa maksud bi Ijah , " kini Rai wajah tak suka nya Nara terlihat oleh BI Ijah sehingga mau tak mau Ijah menurut dengan apa yang di katakan oleh Nara



" duduk dan makan yang banyak, dan bi Erni juga , duduk "


" tapi non,"


" gak ada tapi tapian, jika tidak saya tidak akan makan " sengaja menggertak agar dua wanita tua yang setia dan tidak kembali pada keluarganya kini hanya mengangguk pasrah jika menyangkut nonanya


" baik nona "



" makan yang banyak, agar bibi cepat pulih "


" terimakasih non "


Nara sudah jengah pada bi Ijah, sudah berapa kali di beri tahu agar tidak memanggil dengan sebutan nona lagi.

__ADS_1


mereka pun maka dengan khidmat, hanya dentingan sendok yang berpadu dengan piring yang berada di atas meja makan


bersambung,


__ADS_2