
Mama dan Kania juga ikut pulang pa.." tanya Kenan
" Tentu saja lah, Kania kan masih sekolah di sana, mana mungkin papa meninggal kan mama di sini, yang ada kau ke enakan di temani mama di sini..?" Celetuk kiano
" Yaa.. jadi sunyi kembali lah rumah kami.." ucap Kenan sendu begitu juga dengan Kiara
" Nanti kalau ada waktu luang, papa dan mama akan berkunjung kembali.." jawab Aldo
" Sudah sana mandi, bersih-bersih, papa dan mama pagi ini juga akan pulang.." lanjut Aldo lagi
Mereka semua pun mengerjakan apa yang di perintah kan oleh Aldo
" Kalian kenapa belum mandi.." Kiara menatap ke tiga bocah yang sedang menatap nya
" Tadi ada film pertarungan gratis, sayang untuk di lewat kan.." ucap leya terkekeh kecil
" Film pertarungan apa, di mana kalian melihat nya.." dengan polos nya Kiara bertanya
" Pertarungan yang sangat sengit, merebut kan putri tidur yang tak kunjung bangun.." saut Kania
" Kalian ini kenapa sih, putri tidur apa.." tanya Kiara lagi
" Bahkan kakak yang menjadi peran utama nya, sampai membuat kami enggan bergerak dari sini.." ujar leya kembali
" Kaliaaannn..." Teriak Kiara yang sudah tau apa maksud dari perkataan ke tiga bocah yang sedang duduk santai di atas kasur angin tersebut
Mereka bertiga pun dengan cepat melari kan diri, mereka tak ingin mendapat kan amukan dari Kiara, dari raut wajah nya saja, mereka bertiga sudah tau, betapa marah nya Kiara mendengar celotehan mereka
" Aduh Kiara, pelan kan suara mu, opa sakit telinga ini... Ujar Adam sambil menggosok kan ke dua telinga nya
" Opa mah gitu.". Rajuk Kiara kesal.
" Lihat tuh opa, mereka, pada lari semua.."lanjut Kiara kembali
'' lebih baik kau pergi mandi saja Kiara, jangan merusuhi adik-adik mu lagi..'' Alan gelen kepala melihat cucu tertua nya tersebut
dengan raut wajah manyun, Kiara berjalan gontai ke arah kamar nya, sedang kan Kenan yang melihat Kiara masuk ke dalam kamar, ia pun ikut masuk juga
'' Yang... tunggu..'' ucap Kenan ketika Kiara hendak menutup pintu kamar
'' hmm.. ada apa..'' menoleh sejenak untuk melihat Kenan yang berjalan cepat ke arah diri nya
'' aku juga mau mandi Yang,, kita mandi bareng, biar hemat waktu..'' ucap Kenan dengan senyum jahil nya
__ADS_1
'' jangan aneh-aneh Kenan, masih banyak orang di rumah kita,,''
'' siapa juga yang mau aneh-aneh, aku kan hanya ingin mandi berdua saja dengan mu .'' ucap Kenan
'' awas saja kalau kau minta yang aneh-aneh..'' Kiara menuding wajah kena dengan jari telunjuk
'' tangan nya ini, gak sopan banget..'' sambar Kenan kemudian mengigit nya pelan
'' sakit Kenan, kau ini.. malah di gigit pula..'' Kiara mencoba menarik jari nya dari Kenan
bukan nya melepas kan, Kenan malah semakin menggigit jari Kiara sedikit kuat
'' lepas Kenan, nanti jari ku putus..'' pinta Kiara
''' awas saja, sampai kau ulangi lagi ya.. aku akan menghukum mu..'' ucap kenan, kemudian ia pun merangkul kiara masuk ke dalam kamar merek
tak butuh waktu lama bagi mereka berdua untuk membersih kan tubuh, kini penampilan mereka sudah tampak lebih wangi dan segar,
Kiara dan Kenan berjalan ke arah ruang makan, di mana sudah berkumpul semua keluarga, mereka semua bukan lagi makan di kursi ruang tamu,
melain kan duduk lesehan, karena tidak memungkin kan duduk di meja makan yang bangku nya hanya ada empat, sedang kan keluarga nya orang nya cukup banyak
'' ayo sini gabung makan, kenapa malah berdiri di situ..'' panggil Hani menatap ke dua anak nya yang hanya berdiri saja...
selesai makan, Kiara dan Kenan pun mengantar kepulangan semua keluarga nya di depan rumah, sedih sudah pasti, mereka jauh dari keluarga,
ada rasa sedikit tidak rela, ketika semua keluarga nya meninggal kan mereka, ingin rasa nya Kiara ikut serta kembali ke kota E, namun apa lah daya, keadaan mereka tidak memungkin kan mereka untuk ikut serta
'' yah.. sunyi jadi nya..'' ucap Kiara lesu menatap ke arah di mana pergi nya mobil rombongan membawa keluarga mereka
'' mau ramai..'' Kenan menoleh ke arah Kiara yang menatap nya dengan senyum penuh arti
'' mau ramai bagai mana..'' tanya Kiara dengan tatapan polos
'' ayo ikut aku..'' ajak Kenan menarik tangan Kiara membawa nya masuk ke dalam rumah
'' semakin sunyi Kenan, kau mau mengajak ku ke dalam pula..'' gerutu Kiara
namun Kenan menghirau kan gerutuan Kiara yang di tujukan pada nya, Kenan pun menutup pintu dan tak lupa mengunci nya dari dalam, ia takut, sewaktu-waktu pengganggu datang tiba-tiba begitu saja
'' kau mau membawa ku kemana..'' tanya Kiara keheranan..
'' tapi mau membuat keramaian..'' kata Kenan, ia terus menarik tangan Kiara untuk ikut dengan nya masuk ke dalam kamar
__ADS_1
'' wah..wah.. ini di jamin tidak benar,,'' ucap Kiara menatap Kenan mulai curiga
'' benar sayang..'' ucap Kenan mendekat kan wajah nya pada Kiara
'' kan.. apa aku bilang, ini tidak benar..'' ucap Kiara
'' siapa yang bilang tidak benar,, ini benar kok..'' ucap kenan, mulai melancar kan aksi nya
membuat Kiara hanya bisa pasrah dalam lingkungan Kenan, selain pasrah, apa lagi yang bisa Kiara lakukan,
membantah, hal yang tidak mungkin bisa Kiara lakukan, yang ada Kenan tetap melakukan apa yang ia ingin kan
sore hari, baru lah Kenan membawa Kiara keluar dari kamar, tujuan mereka sore ini adalah kafe yang ada di samping rumah
'' sore bos muda..'' sapa salah satu karyawan wanita yang ada di kafe tersebut
membuat Kiara mendengus sebal menatap wanita genit yang menyapa Kenan tersebut
'' sore juga..'' saut singkat kenan, membuat Kiara bertambah sebal menatap wajah suami muda nya tersebut
'' wajah mu itu membuat ku kesal..'' ucap Kiara meraup wajah Kenan seketika
membuat Kenan terkejut dengan aksi Kiara barusan, ia tidak menyangka, bahwa Kiara kesal dengan sapaan para karyawan nya
'' Yang,, kamu kenapa..'' Kenan keheranan melihat Kiara marah pada nya
'' tau ah.'' ucap Kiara meninggal kan Kenan sendirian yang masih berdiri di tengah-tengah kafe
melihat Kiara meninggal kan nya, Kenan pun mengejar Kiara yang lebih dulu masuk ke dalam ruangan mereka,
'' Yang, kamu kenapa,, kok? marah gak jelas begitu..'' tanya Kenan ketika ia sudah di dekat Kiara
'' marah.. gak jelas ya..'' ucap Kiara sinis
'' kamu kenapa sih..'' tanya Kenan lagi yang tak peka sama sekali
'' pikir aja sendiri..'' dengus Kiara sebal,
membuat Kenan serba salah di buat nya,
'' aduh.. kalau sudah begini,, bisa-bisa aku gak bisa tidur di kamar nih..'' ucap Kenan menarik nafas prustasi menghadapi sikap Kiara yang sering berubah-rubah
...****************...
__ADS_1