Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
#68


__ADS_3

" Abang " panggil Jonatan pada kakak nya yang masih betah mengurung diri di dalam ruang kerjanya


" Abang, kita makan malam dulu yuk " ucap Jonatan merasa kasihan pada abangnya, di lain orang hanya Willie lah yang memiliki kasih sayang besar terhadap adik nya yang ia temukan saat pertama bertemu di sebuah sekolahan di mana dirinya menjadi guru untuk menutupi identitasnya


tidak ada jawaban di saat Jonatan memanggil nama kakak nya


" Abang, kita makan malam dulu yuk, kasian nira sudah menunggu " ucapnya


" nanti Abang nyusul " teriak nya di dalam ruangan yang sudah seperti kapal pecah setelah kepergian sang bawahannya.


" baik lah " dengan lesu nya


Jonatan berjalan dengan langkah pelan sambil melirik kembali pintu ruangan sang kakak yang sudah berapa hari selalu uring uring-uringan tidak jelas,


flashback


di saat tiga pemuda yang menanyakan di mana keberadaan adik bungsunya, kakak dari kembaran adik ya berkata


" Nara pergi ke rumah teman kak , dia bilang gak usah nyari dia, hanya beberapa hari saja"


hanya di jawab dengan ber oh ria oleh tiga pria tampan dari keluarga Nugraha

__ADS_1


**


" kenpa kamu tega tinggalin abang dek, Abang gk mau kehilangan kamu jika dia sudah kembali " hanya penyesalan yang di rasakan oleh Willie


yang di mana dulu pernah merasa bersalah jika adik yang hilang tidak bisa di temukan lagi oleh nya, tapi berbeda dengan adik yang selalu di sayang, mencarinya hanya butuh waktu beberapa hari sudah dapat mengembalikannya


" maaf kan Abang " gumamnya dengan perlahan matanya pun terpejam,


tanpa di sadari dirinya sudah kelelahan dengan memikirkan di mana keberadaan sang adik yang tidak bisa di temukan oleh bawahannya


di ruang makan dua orang pria dan satu gadis, sedang duduk dengan tenang, meski si gadis merasakan ada perbedaan di antara abangnya,


" eemm boleh Ira bicara " dengan takut dan gugup jika ingin berbicara dengan kakak yang super dingin tidak seperti Willie yang langsung merespon


" eemm, baik lah " dengan patuh gadis itu pun makan dengan diam


Liam hanya meliriknya saja, ingin membalas bicara tapi tidak biasa banyak kata. dengan Nara saja tidak pernah bertegur sapa apa lagi dengan nira, jika tidak Nara yang terlebih dahulu yang mengajaknya ngobrol bahkan menjahilinya


hanya suara dentingan sendok dan piring yang beradu di dalam ruang makan tersebut. dengan suasana hening mereka menikmati makanannya meski tanpa si kepala keluarga Nugraha yang saat ini sedang merasakan penyesalan


***

__ADS_1


malam berganti pagi yang menyambut seorang gadis bermata biru ke abuan , yang di Rinya masih betah di dalam kamar mandi sejak setengah jam yang lalu,


" rasanya enak . udah lama gwe gak berendam begini ''


bau wangi yang menyeruak di hidungnya, wangi melati kesukaannya, meski kadang suka di ledekin sama sahabat nya yang mengatakan jika dirinya di samakan dengan mahluk tak kasat mata


" jadi kangen sama mereka, gimana kabar kalian " bergumam sendiri ketika terlintas nama sahabatnya .


Wulan dan ayu sahabat queenara yang setia kawan, tapi setelah kelulusan sekolah SMA Nara tidak mau berniat masuk kuliah lagi untuk ke tiga kali nya, ( sudah lelah katanya )


Wulan dan ayu melanjutkan kuliah bukan di kota nya melainkan di kota yang memang banyak berpotensi menjadi tempat yang nyaman, itu pun hasil rekomendasi oleh Nara sendiri pada temannya. kuliah di kota H memang sudah menjadi ajang untuk melanjutkan keinginan nya meski harus berjauhan dengan orang tua dan orang terkasihnya


setelah lama berendam di dalam kamar mandi kini sudah siap dengan pakaian yang di rasa sudah pas pada tubuh nya, Nara bukan gadis pemilih dengan pakaian yang feminim atau formal. dia hanya suka memakai sesukanya seperti saat ini yang di pakai nya . memakai celana jins yang di bawah lutut serta tidak lupa memakai Hoodie yang ukuran besar pada tubuh nya sehingga seperti anak kecil yang tenggelam karena memakai pakaian besar


" sudah perfect" bercermin dan berpendapat sendiri jika dirinya sudah bagus dengan pakaian nya


" waktunya untuk pergi berkeliling kembali " gumamnya lantas berjalan melewati lorong yang berada di lantai atas . tiba di depan lift dan memencet nomor yang akan ia tuju untuk mampir sebentar di ruangan yang berada di bawah


Ting


pintu lift terbuka . hanya dia seorang yang berada di kotak besi tersebut karena para pelayan sekalipun tidak akan bisa mengakses lift tersebut karena sudah di khususkan untuk sang tuannya. sedang untuk para pelayan dan pegawai lainnya seperti bodyguard ada di lift yang lain,

__ADS_1


Ting


bunyi lift terbuka kembali . kaki mulus yang terpasang sepatu sneaker army kini melangkah menuju ruangan yang di tempati oleh orang yang ingin ia hadapi untuk saat ini. memang sebenarnya belum lah waktu nya untuk mengetahuinya, tapi Nara sendiri pun sudah tidak sabar ingin bertemu dengan orang tersebut


__ADS_2