Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
#38


__ADS_3

" ya ampun, non Ara hiks hiks maaf kan bibi non " mereka berpelukan melepas rindu nya yang sudah lima belas tahun terpisah kini di pertemukan kembali dengan keadaan yang memprihatinkan


" maaf kan bibi yang sudah ninggalin non di jalan sendiri "


" bagaimana keadaan nyonya sama tuan, "


Nara menunduk sedih dan menggeleng" mereka sudah tidak ada bi "


" maksud nona, tuan sama nyonya meninggal ,"


" emmh " mengangguk kecil dengan suara lirihnya" mereka meninggal setelah kepergiannya " melirik queenira


" astaghfirullah, " terkejut dengan apa yang di dengarnya,


" nyonya sama tuan tiada, lalu nona,"


" aku tidak tau, saat dia hilang aku tidak pulang kerumah lagi,"


" lalu bagaimana keadaan nona saat itu, dan tuan besar serta tuan muda tidak kembali , ya ampun " menangis meraung-raung, tidak jauh berbeda setelah hilangnya queenira ia pun pergi mencari kakaknya dengan modal wajah yang sama, sehingga ia pun sempat putus asa kala pencarian dengan modal wajah sama tapi umur dia lima tahun tidak mudah menyesuaikan keadaan fisiknya yang semakin hari semakin kelelahan mencarinya dimana keberadaan nya. hingga ia di adopsi oleh pasangan yang tidak bisa memiliki anak,


" aku tidak tahu, aku bertemu Abang waktu di sekolah menengah pertama, itu pun Jonatan yang mengejar ku "


" maksud nona, tuan muda suka sama. nona"


" heemm "" mengangguk


" apa tuan muda sehat semua, serta tuan besar "


" hanya Abang "


wanita paruh baya itu pun menyudahi pertanyaan yang ingin ia ketahui, tapi saat melihat pandangan Nara pada nira sangatlah tidak nyaman


" aku hanya ingin menyampaikan sesuatu pada kalian, "


" apa " jawab nira Dengan kata yang sedikit tidak suka, padahal dia lemah lembut, tapi di hadapan Nara berbeda


" aku akan mengembalikan kamu pada mereka "


" benarkah " dengan wajah berbinar, " apa buktinya " ketus


nira merasa iri melihat wajah serta badan Nara yang bagus dan terawat, nira berfikir jika selama dirinya pergi, hany Nara lah yang di sayangi,


" tunggu keadaan kamu stabil , " dengan raut datarnya , sehingga yang awalnya nira merasa tidak suka menjadi takut

__ADS_1


" Mh , baiklah " membuang mukanya


" bibi, boleh Nara berbicara berdua "


" ada apa non"


" jangan panggil non lagi bi, anggap saja Nara anak bibi "


" kamu masih sama seperti dulu nak " mengelus kepala Nara dengan mata yang berkaca-kaca


" mari bi "


di ruangan private dua orang yang berbeda usia sedang duduk berhadapan, dengan satu wajah yang sudah mulai berkaca kembali ketika melihat ada binar di mata sang bibi


" bi ,, " dengan suara yang lembut


" ya , " membalas dengan senyuman,dan air mata yang sudah membanjiri wanita tua itu


" Ara ingin meminta tolong sama bibi, "


" apa yang bisa bibi bantu buat kamu "


" tolong jaga mereka "


" Nara tidak kemana mana bi" dengan senyum paksaan" Nara hanya ingin berlibur, " ucapnya, padahal dia sudah berlibur terlalu lama hingga surat kelulusan pun yang menerima temannya


" kemana "


" keliling dunia " bohongnya


" dengan siapa, "


" orang tua angkat Ara, jika bibi tiba di kota M, hubungi Ara jangan beritahu dia tentang aku pergi , ini rahasia aku dan bibi "


" maksud kakak cantik apa "


" Ardi, sejak kapan kamu jadi tukang nguping " omelnya


" Ardi tidak menguping ibu, Ardi hanya ingin tahu apa yang ingin di bicarakan kakak cantik ini " dengusnya


" tidak apa apa bi, biarkan dia ikut menjaga juga, "


" apa kau ingin sesuatu kawan "

__ADS_1


" aku bukan kawanmu kakak, yang pantas aku adikmu hehehe" dengan cengirannya


" baiklah jika ingin menjadi adikku, kau harus kuat, "


" siap kakak"


" nanti kau ikut ibumu ke kota M bersama kak nira mu, "


" bukan kah ini rumah kakak"


" bukan, ini bukan rumah kakak, ini adalah rumah keluarga sland "


Ardi menjawab dengan ber ' oh ' ria


" tapi aku adalah nona muda mereka. "dengan senyum merekahnya


" jadi selama ini non Nara disini "


" tidak bi, Nara hanya menjalankan tugas sebagai pimpinan tentara disini "


" apa !! " teriak dua orang yang di dekatnya, Nara pun merasa kaget dengan teriakan mereka ,


" sabar, sabar ??' berucap dalam hati memegangi dadanya lantaran kaget" huh, lama lama bisa jantungan sama budeg gw , hah"


terpaksa senyum pada Ardi, " ketenangan yang gw bawa kesini ancur sudah Ama bocah tengil ini " merutuki dalam hati


" benar Ardi "


" eh , tapi kok Ardi pernah lihat kakak di mana ya" berfikir untuk mengingat di mana ia pernah ketemu


sedangkan Nara sudah waspada, jika ia mengetahui kala ia pernah menyamar dan singgah di tempatnya untuk beberapa hari


" tapi Ardi juga lupa dimana, sudahlah lupakan saja" bicara sendiri di jawab sendiri


" huh " Nara menghela nafas pelan " selamat " dengan suara lirihnya


" selamat apa ka "


" aduh, nih bocah denger aja lagi , gw kerjain ajj apa ya nih bocah" ucap dalam hati sambil berkhayal apa yang akan dia lakukan


" hi hi hi , ada ide "


bersambung

__ADS_1


__ADS_2