Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
bab 105


__ADS_3

sore hari nya, kini Kiara sudah di perboleh kan pulang, dengan satu samyarat, tidak boleh stress dan kelelahan


'' akhir nya bisa pulang juga.. aku sudah bosan di rumah sakit..'' Kiara kegirangan ketika dokter mengijin kan nya pulang ke rumah


'' jangan begitu yang.. kamu baru sehat loh..'' Kenan mendekat ke arah Kiara yang terlonjak kesenangan di atas ranjang


'' apa sih.. aku kan gak turun dari sini..'' sungut Kiara menatap tidak suka ke arah Kenan


'' hei.. aku itu khawatir sama kamu,, kok? malah manyun gitu sih..'' ujar Kenan geleng kepala


entah apa lagi salah kenan membuat Kiara jadi merengut kesal pada nya, perlahan Kenan pun menghembus kan nafas panjang dan geleng kepala menghadapi kiara


'' yang sabar Kenan..'' ujar Hani memperingati Kenan


'' iya ma.. untung sayang..'' ceplos Kenan kuat


membuat Kiara bertambah kesal pada Kenan, ia pun menatap Kenan tajam, sedang kan para Oma, hanya tertawa melihat Kenan keceplosan


'' jadi... selama ini gak sayang aku gitu..'' sungut Kiara pada Kenan


'' buk..a..n... gitu sayang..'' ujar Kenan kelabakan menatap Kiara yang sudah seperti monster bertanduk dua


'' jadi seperti apa.. bilang aja udah gak sayang sama aku,, udah bosan,,..'' teriak Kiara kuat sampai menyucur kan air mata


membuat Kenan bertambah rumit menghadapi Kiara yang kini malah menangis sejadi-jadinya


'' mama.. aku ikut mama aja pulang,, Kenan jahat sama aku..'' ujar Kiara sambil menetes kan air mata


'' jangan dong sayang, nanti aku sama siapa di sini..'' ujar Kenan mendekap Kiara yang meronta minta di lepas kan oleh Kenan


'' bukan urusan ku.. aku pokok nya mau ikut mama pulang saja.. di sini Kenan jahat sama aku..'' ujar Kiara lagi


'' ya.. udah.. besok kita pulang aja ke kota E.. '' ajak hani, membuat kenan semakin prustasi


'' mama apa-apaan sih...? malah ngompor-ngompori Kiara begitu..'' ujar Kenan kesal menatap sang mama


'' Kiara nya yang mau ikut mama kok?'' ujar Hani menertawa kan Kenan yang sudah meradang akibat Kiara


'' kalian ini, bukan nya cepat di kemasi, barang-barang kiara, biar cepat pulang, malah buat drama pula..'' celetuk Oma ana menatap jengah ke arah anak dan cucu nya

__ADS_1


'' siapa yang lagi buat drama ma.. Kenan sendiri tuh.. yang membuat Kiara menangis..'' ujar Hani membela diri nya sendiri


'' kamu ini ya.. selalu saja membela diri sendiri..'' ujar ana geleng kepala


sikap Hani tidak pernah berubah, walau pun sudah memiliki menantu dan sebentar lagi akan memiliki cucu


'' apa sih... ma,, Hani bicara yang sebenar nya kok?'' ucap Hani masih tak terima di salah kan oleh sang mama


'' sudah lah,, Kenan, cepat kau kemasi,, biar Kiara sama Oma aja..'' ujar ana mendekat ke arah Kiara, mengganti kan posisi Kenan yang semula duduk di ranjang Kiara


Kenan pun mengangguk patuh, ia berjalan ke arah lemari kecil, ia mengambil semua pakaian Kiara dan juga diri nya,


setelah semua nya beres, Kenan pun membawa nya ke mobil yang terparkir, di parkiran rumah sakit tempat Kiara di okname


sesampai nya di rumah, kenan hanya bisa pasrah, ketika ia melihat Kiara yang masih tetap memasang wajah garang pada nya,


'' ma.. mau makan..'' pinta Kiara ketika ia berada di dapur bersama hani, sedang kan ana dan Ella sudah pulang ke rumah mereka masing-masing


dan tinggal lah Hani dan Kenan yang ada di rumah tersebut,


'' bentar kak.. Sup nya belum masak..'' ujar Hani menoleh sekilas ke arah Kiara yang duduk menunggu di meja makan


'' gak ada kayak nya... kamu duduk aja, temani Kiara..'' ujar Hani menunjuk dengan dagu ke arah Kiara duduk


'' gak ah.. ma,, lihat saja wajah nya itu,, kalau sudah gitu,, lama baru bisa di ajak bicara..'' ujar Kenan menolak permintaan sang mama, Kenan sudah biasa seperti ini, melihat Kiara merajuk pada nya


tidak hanya sekali dua kali, hal ini sudah berkali-kali Kenan rasa kan, namun hari ini mungkin yang paling parah, ia harus sabar menghadapi sikap Kiara


'' kenapa..?'' tanya Hani heran


'' kalau sudah kayak gitu,, payah di ajak ngomong ma..'' ucap Kenan menatap Kiara yang anteng duduk menunggu masakan Hani siap


'' mama dulu sih.. kayak nya begitu sama papa mu,, tapi gak separah ini, mama hanya gak bisa apa-apa aja, gak selera makan,,..'' ujar Hani.


'' Kenan aja heran dengan perubahan sikap Kiara ma, hamil pertama kemarin.. seperti nya gak begini,, Kiara hanya banyak makan saja.. seperti nya..'' ucap Kenan mengingat kehamilan Kiara yang pertama


'' iya.. mama ingat itu,, tapi ini seperti nya berbeda ya..'' ucap Hani masih menelisik ke arah Kiara


'' kenapa ma..'' tanya Kiara yang merasa di perhati kan oleh Kenan dan Hani

__ADS_1


'' gak apa.. ini mau nyuruh kenan menaruh di situ,, ini sudah matang..'' ujar Hani tersenyum lebar


'' ye... aku sudah sangat lapar..'' ucap Kiara bersorak senang


'' iya.. tunggu sebentar ya.. mama siap kan dulu..'' ujar Hani


ia pun menaruh sayur suf di satu mangkuk yang besar, dan menyuruh Kenan menaruh nya di hadapan Kiara


'' piring..'' ujar Kiara ketus pada Kenan


'' iya.. sebentar..'' ujar Kenan lirih


Kiara pun tak tau, kenapa sikap nya menjadi seperti ini, ia pun terkadang kasian melihat Kenan seperti nya tertekan dengan perubahan sikap nya


'' ini piring nya,, apa mau di isi kan sekalian..'' tatapan Kenan tidak lepas dari Kiara yang berwajah cemberut


'' kalau tidak keberatan, tapi? kalau tidak mau, ya sudah,, bawa kesini piring nya,.. '' sentak Kiara


membuat Kenan terlonjak kaget, namun tak berani untuk protes, ia hanya menatap sekilas ke arah Kiara saja,


setelah itu, Kenan pun menaruh sayur mayur berserta Nasih yang masih hangat ke piring Kiara, merasa sudah cukup, Kenan pun menyerah kan nya ke tangan Kiara


'' ini ambil Nasih mu,, aku mau membuat buat kan susu hamil untuk mu.., dan juga mau bengambil buah untuk di kupas


hhmm...


'' temia kasih..'' ujar Kiara jutek


membuat kan Kiara makan dengan kecang, itu adalah hal yang paling baik menurut Kenan, kini ia putar arah, ingin membantu sang mama


'' mau kemana..'' tanya Kiara begitu saja


''eh... kenapa Yang..'' kenan memutar arah pandang nya ke arah Kiara


'' aku mau di temani,, gak mau di tinggal kan..'' ujar Kiara dengan tatapan dingin


'' oh.. mau di temani ternyata..'' ujar Kenan sembari memutar langkah kaki nya


ia mengurung kan niat nya untuk membantu sang mama, kini langkah kaki Kenan mendekat ke arah Kiara yang duduk diam di meja makan

__ADS_1


...****************...


__ADS_2