
mommy,,???" Nara berlari dan langsung memeluk nyonya sland untuk menghilangkan rasa rindu nya
" mommy rindu kamu sayang" mengelus wajah nara dan langsung memeluk memeluk Nara lagi untuk menumpahkan rasa rindunya
Nara pun menangis dan rindu pada mommy angkat keduanya" ara juga rindu sama mommy ,,. hiks hiks,ðŸ˜,," menangis tersedu
" kau hanya rindu pada mommy mu saja " ucap sang kakek
berpura-pura sedih
Nara pun melepas pelukannya dari sang mommy dan berlari pada kakeknya yang sudah berada di kursi roda
" kakek,,?? Ara sangat sangat rindu kakek" memeluk erat kakeknya
uhuk uhuk
" Ara,,," panggil tuan sland, tak tega melihat ayahnya sampai ter batuk saat Nara memeluk kakek yang lumayan erat
Ara pun menyadari apa yang ia perbuat pada sang kakek lalu melepaskan pelukannya
"maaf kek,," menunduk merasa bersalah "kakek gk apa apa" tanya Nara cemas dan khawatir
" kakek gk apa apa" hanya tersenyum dan mengusap kepala Nara" apa kabar kamu sayang" tanya kakek
" Ara baik kek, kake sendiri gimana kabarnya" Rara menopang kepalanya di pangkuan sang kakek
" kakek baik ,setelah melihatmu datang " memainkan rambut nara
" maafin Ara ya kek, mom dad, kak"ucapnya menunduk sendu
__ADS_1
" kenapa meminta maaf sayang" mommy sland mengusap pipi Ara
" Ara datang karena mendengar kota ini banyak pemberontak mom" memandang mommy sland
mommy sland hanya tersenyum lembut pada putri angkatnya
" kami di sini aman sayang"
" kakak sudah memperketat penjagaan di rumah dan sekitar nya" jawab Demian sland
Ara menoleh pada orang yang berbicara " kenapa kamu gak keluar kak" melirik sinis
Demian sland menahan nafas sebentar lalu mengeluarkan nya secara perlahan dan mengucap dengan nada yang sedikit frustasi " anak buah Kakak banyak yang terluka"
Nara menyipitkan matanya " banyak yang terluka" mengulangi kata-kata Demian sland, Demian hanya mengangguk
" bukan kah banyak bawahan Kakak yang profesional" tanya nya dengan curiga
" tim gabungan ku berada di perbatasan, mereka memberitahuku bahwa di luar perbatasan ada beberapa pemberontak, termasuk tregek "
Demian sland pun kaget" apa!! tregek !!" muka nya memerah menahan amarah
" sudah sudah, kenapa kalian membahas itu di sini" mommy merajuk karena momen kangen nya terganggu dengan anak kurang ajarnya yang mengajak bicara tentang pemberontak di kotanya
" lagi acara temu kangen malah bahas pemberontak" bersedekap dan memajukan bibirnya
" illih segitunya amat kalo merajuk, emang mommy doang yang haru temu kangen aku juga" Demian malah meledek
" dasar anak kurang ajar kamu Demian!!" menggeram karena kesal pada putranya
__ADS_1
" ini waktunya istirahat, kasian Ara baru datang , biarkan dia istirahat besok sambung lagi kalau ada waktunya" ucap kakek tua sland menengahi pertengkaran antara cucu dan menantunya,
Ara hanya tersenyum pada sang kakek karena ia bisa istirahat dulu, supaya sebelum matahari terbit dia sudah bisa melakukan tugasnya
" makasih kakek,, " mengecup pipi kakek sland dan langsung pergi menuju kamar, sebelum memasuki kamar yang ada di bawah tanah ia membalikan badannya
" kak lussy cari bi Minah dan minta kamar padanya , nanti jam 3 dini hari bersiap menuju perbatasan"
" baik nona" menunduk
" saya bukan nona mu" ucap ny dingin
" M,_ mmaaf princess"
" jangan pernah ulangi" lalu memasuki kamar
" kamu si luar, udah di kasih tau juga ngeyel" omel lexa
" ini wilayah tuan sland lexa," sambil melirik kanan kiri" aku takut banyak yang mendengarkannya, bahwa aku gak sopan"
Alexa hanya mengangguk mengerti," oke, tapi lain kali jangan begitu lagi, takut nanti dia marah"
" hmm" lussy mengangguk paham
mereka pun pergi mencari ibu nya lussy, berbeda dengan orang yang masih di ruang tengah bawah tanah
" mom kamu masuk kamar dulu, Daddy ada penting dengan Demian
nyonya sland pun dengan patuh pada suaminya dan berjalan masuk ke kamar nya yang lumayan luar tapi sederhana
__ADS_1
" kita bicara di ruang kerja saja" tuan sland
bersambung