
perdebatan kecil pun terjadi di antara Aldo dan Yudis, yang mana membuat seluruh keluarga menertawa kan mereka,
sedang kan Hani yang menatap jengah kedua nya, menghela nafas panjang, lalu ia beranjak dari duduk nya,
mengambil paksa anak Kiara dari dekapan Aldo, ia merasa bosan menghadapi tingkah laku para lelaki paruh baya yang tak tau umur tersebut
'' ma... kenapa di ambil sih..'' kesal Aldo
'' iya.. kak,, aku juga mau gendong juga..'' pinta Yudis sedikit kecewa
'' kalian berdua tidak boleh menyentuh nya, kalian berdua hanya membuat ku sakit kepala saja..'' ujar Hani menatap ke dua nya secara bergantian
'' loh.. kak,, aku juga berhak dong,, itu kan cucu ku juga..'' sengkal Yudis tak terima
'' tidak ada yang boleh memegang nya, sebelum kalian berdua membuat kesepakatan untuk bergantian..'' tegas Hani
'' aku lebih butuh banyak waktu, agar aku tak kepikiran terus kak..'' ujar Yudis mengibah kepada Hani
'' tidak ada,, kalau kalian mau melihat, cukup duduk di sisi kanan dan kiri saja, jangan sampai menyentuh nya,, ingat itu..? ujar Hani berlalu pergi meninggal kan dua lelaki yang terbengong di tempat
sedang kan Kenan dan Kiara hanya tertawa kecil melihat ke dua nya, ia tak bisa membantu ayah dan papa yang tengah di hukum oleh sang mama
'' kamu sih bang,, jadi kayak gini kan, gak boleh nyentuh aku nya..'' sungut Yudis menatap sinis ke arah Aldo
'' loh..Lo.. kok? jadi Abang yang di salah kan, kamu aja yang main rebut gitu aja, gini kan jadi nya, kita tidak boleh mendekat..'' ujar Aldo tak terima dengan perkataan Yudis berusan
'' ini sih.. nama nya salah Kenan, kenapa hanya membuat kan kita cucu hanya satu..'' ujar Yudis membuat kenan menatap melotot ke arah sang ayah mertua
'' iya... besok kamu bikin kan kami cucu 6ang lebih banyak saja..'' ucap Aldo mendukung perkataan Yudis barusan
'' kenapa Kenan jadi nya yang Kena, papa dan ayah yang Kenak hukum, jadi aku yang kena imbas nya..'' ujar Kenan geleng kepala melihat ke dua pria paruh baya tersebut
'' kenapa gak ayah dan papa aja nambah anak..'' celetuk Kiara
'' kami sudah tua, lebih baik kalian saja. ya..kan dis...'' ujar Aldo menatap Yudis seraya tersenyum
'' iya.. bener banget bang,, kita hanya tinggal menemani mereka bermain saja kan..'' ujar Yudis yang setuju dengan ide Aldo
__ADS_1
Kenan dan Kiara tak berani berucap, mereka berdua hanya bisa menghela nafas berat ketika ke dua nya terlihat kompak untuk menyudut kan mereka berdua
'' gak ada yang bener,, ada aja... masak kita suruh nyetak anak terus yang..'' ujar Kenan berdecak sebal
'' pikir nya gak sakit apa melahir kan..'' ucap Kiara geleng kepala
sore hari, semua orang tengah bersiap, mereka semua bekerja sama memberes kan semua barang bawaan Kiara,
sesampai nya di rumah, mereka pun bekerja sama membersih kan rumah dan juga memasak, Kenan hanya kebagian mencuci semua pakaian kotor milik Kiara saja
'' jangan terlalu di peras pakaian bayi nya Kenan..'' saran dari Oma Ella
'' kenapa harus begitu Oma,, apa ada masalah..'' ujar Kenan menoleh ke arah sang Oma
'' dulu kata nya, kalau di peras terlalu kencang, anak mu akan menggeliat terlalu kuat..'' ujar Oma Ella
'' gak ada itu,, hanya mitos saja..'' bantah Oma ana
membuat Kenan kebingungan, harus man yang di dengar kan, kedua nya adalah Oma nya, dan ke dua nya menyaran kan hal yang berbeda, membuat Kenan bingung harus menuruti yang mana
'' jadi,, yang mana ini yang benar..'' tanya Kenan menatap ke dua nya secara bergantian
'' saran Oma aja..'' ujar ana
membuat Kenan menghela nafas panjang, entah mana yang harus di turut kan, entah mana yang harus di kerjakan
'' kamu kenapa sayang..'' Hani datang menghampiri Kenan yang berdiri di antara dua Oma nya
'' ini Loh.. Hani, mama menyuruh Kenan tidak terlalu memeras pakaian bayi nya, takut nya nanti anak nya menggeliat sangat kencang..'' ujar Ella menurut kan pendapat nya
'' bukan kah,, itu hanya mitos semata saja..'' saut ana kurang setuju dengan ide Ella
'' sudah-sudah, sana keluar dari sini,, biar Hani saja dengan Kenan yang menyelesai kan nya..'' usir Hani kepada ke dua nya
'' denger loh,, pesan mama tadi..'' ujar Ella
'' itu hanya mitos Ella, jaman sekarang itu sudah tidak ada..''bantah ana kembali
__ADS_1
'' udah... jangan berdebat, aku tau mana yang terbaik..''' ujar Hani mendorong perlahan ke dua nya, agar keluar dari dalam kamar mandi
dengan berat hati, Ella dan ana pun keluar dari dalam kamar mandi, menyisakan Hani dan juga kenan yang sedang menatap kepergian ke duanya
'' bagai mana ini ma, apa kah haru menuruti perkataan Oma ella..'' tanya Kenan menatap ke Arah ke dua Oma nya
'' sini,,.biar mama saja yang mengerjakan, kamu pantau ke dua Oma mubsaja, jangan sampai masuk ke dalam kamar mandi lagi...'' perintah Hani pada Kenan
'' oke ma...'' saut Kenan . mengangguk kan kepala nya kepada Hani
sekitar setengah jam, baru lah mereka berdua selesai mengerjakan tugas rumah, sedang kan Kenan, ia memilih menjemur semua pakaian dan popok bayi milik nya
'' kenapa di masuk kan kedalam pengeringan ma..'' tanya Kenan setelah ia selesai menjemur pakaian
'' biar cepat kering,, kamu jangan mendengar kan kata Oma mu itu, yang penting bersih dan tidak bekas cabai saja timba atau bak mandi nya..'' ujar Hani tak ambil pusing dengan kedua nya
'' tapi kan dosa ma...'' ujar Kenan menatap sang mama lekat
'' selagi itu tidak melenceng dari ajaran agama, tidak apa, itu hanya perkataan orang dulu saja, mama punya tiga empat anak, tidak pernah ada pantangan, selagi kita masih percaya ada nya Allah, tidak ada masalah sama sekali..'' ujar Hani
'' oh.. gitu ya.. ma..'' ujar Kenan mengangguk kan kepala nya
'' hemm jangan di ambil pusing..'' ucap Hani,
'' iya ma..'' saut Kenan menurut apa yang di ucap kan Hani
setelah memasti kan semua selesai, Hani beranjak ke dapur, ia melihat Dania sudah memasak makan malam untuk mereka semua, di bantu dengan Kania dan ke dua Oma
'' masak apa..'' tanya hani kepada Dania yang masih berkutat di dapur
'' masak asam manis ikan nila, ini untuk Kiara di goren bumbu bawang saja..'' ujar Dania kepada Hani
'' apa tidak terlalu masam..'' tanya Hani menatap masakan Dania yang penuh dengan tomat
'' tidak lah, ini kan hanya tomat sayur, lagian ini kan sehat untuk mata kak..'' ujar Dania
'' ini mau di taruh di mana..'' Hani mengangkat sebuah mangkuk besar berisikan sof sayur
__ADS_1
'' di taruh sana aja kan, biar nanti kita tinggal menata saja..'' ujar Dania
...****************...