Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
Hanum 3


__ADS_3

malam semakin larut, setelah pergi bekerja seharian kini pulang menatap rumah yang kosong tidak ada penghuni nya sama sekali


entah kemana pergi nya mas di imam, ketika aku membuka pintu rumah, semua nya terasa sunyi


'' tau begini, aku tadi ikut dengan Kahfi saja, dari pada sendirian di dalam rumah, seperti orang bodoh saja aku ini..'' menolong ku seorang diri


mama mungkin ada yang mendengar celoteh ku, kecuali tembok dan yang lain nya,


andai saja mereka dapat di ajak berbicara, mungkin aku lebih memilih berbicara dengan tembok saja dari pada berbicara sendiri seperti orang bodoh


'' lebih baik aku mandi dan makan, biar kan saja lah diri nya apa mau nya, aku tidak perduli sama sekali..'' ujarku, lagi-lagi aku hanya berbicara seorang diri tanpa ada yang menyahuti perkataan ku saat ini


selesai mandi dan makan malam, perlahan aku pun merebah kan diri di atas kasur yang biasa ku tiduri sambil bermain ponsel


entah kenapa aku bisa terjebak dalam pernikahan yang tak pernah ku ingin kan, ingin rasa nya ku tenggelam ke dalam lautan yang paling dalam


ketika melihat kehidupan ku yang rumit seperti ini, tidak tau di mana ujung dan di mana akan menepi nya


***


tanpa terasa pagi menyambut, dan aku melangkahkan kaki ku keluar kamar setelah selesai mandi dan beberes tempat tidur yang ku tempati semalaman


'' apa mas imam tidak pulang juga..'' ujarku mencoba melangkah kan kaki ke arah kamar nya yang tidak jauh dari kamar ku ini


perlahan ku sentuh handel pintu kamar nya,


'' tidak di kunci sama sekali, berarti orang nya belum juga kembali..'' ku Hela nafas jengah ketika mengetahui mas imam tak kunjung pulang ke rumah ini


'' terserah dia lah, mau nya apa..'' ucapku sekali lagi, ku langkah kan kaki ini menuju dapur meninggal kan kamar mas imam


setalah masak dan sarapan tak lupa ku beres kan semua peralatan masak yang ku kotori tadi dan menyimpan nya di tempat semula


melihat rumah yang sepi, b gim rasa nya kembali ke rumah papa dan mama, di sini terlalu sunyi bagi ku


'' lebih baik setelah pulang bekerja nanti aku menginap di rumah mama saja..'' ujar ku dengan semangat


setelah ku kunci pintu dan memasti kan rumah dalam ke adaan aman, baru lah aku bergegas ke garasi mengambil motor ku yang ada di dalam


motor metik merah kesayangan ku, yang setiap saat selalu ada di saat ku membutuh kan nya


ku pulas gas motor ku dan melaju kencang di jalanan, yang padat akan orang yang berseliweran

__ADS_1


tidak membutuh kan waktu banyak, hanya lima belas menit kini aku telah sampai di pabrik pengelolaan sawit dan minyak


'' pagi mbak..'' sapa satpam dengan ramah


'' pagi juga pak..'' saut ku tersenyum tak kalah ramah nya, sambil melangkah kan kaki ku masuk ke dalam kantor pabrik


'' terlambat masuk ke kantor denda lima ratus ribu..'' ucap seseorang ketika aku hendak membuka pintu ruangan ku


sejenak ku menoleh ke arah nya dan tersenyum sinis menatap Kahfi yang berdiri di ambang pintu ruangan nya


'' tak masalah, uang papa ku masih banyak..'' ujarku sambil terkekeh kecil menanggapi celoteh nya


'' wah..wah..wah... tidak bisa begitu nona, yang di denda itu anda nona, bukan papa anda..'' ujar Kahfi geleng kepala yang ku balas hanya senyuman saja


'' ya.. aku tau itu, lagian ngapain kamu berdiri di situ, memantau kedatangan ku ya..'' tuduh ku cepat pada nya.


membuat Kahfi terkekeh kecil melihat ke arah ku, dan berjalan menghampiriku


'' temani ku mencari sesuatu siang nanti..'' pinta Kahfi ketika ia sudah dekat dengan ku


'' mau mencari apa .'' kening ku berkerut ketika Kahfi memintaku menemani nya


'' kasih tau lebih dulu, kalau tidak? aku tak ingin menemani mu..'' ancam ku pada nya


'' temani saja dulu, nantikan tau sendiri..'' ujar nya seraya melarikan diri sebelum aku sempat menanyainya lebih lanjut lagi


aku pun memilih masuk ke dalam ruangan ku mengabai kan Kahfi yang melarikan diri secepat kilat


***


siang hari seperti janji Kahfi tadi, ia menyabangi ruangan ku ketika sudah jadwal nya makan siang


lihat lah ia, sudah stanbay di depan meja ku seraya tersenyum manis menatap ke arahku membuat ku jengah saja


'' sudah selesai kan, ayo temani aku..'' pinta nya sambil menarik turun kan alis nya


'' menyebal kan sekali kau Kahfi..'' ujar ku ke pada Kahfi


membuat Kahfi hanya terkekeh kecil saja, ketika menatap ku dengan wajah marah, aku pun tak bisa menolak permintaan nya yang menurut ku jarang ia lakukan


'' ayo cepat, sebelum aku berubah pikiran..'' ujarku menyambar tas dan menutup dokumen yang ku pegang tadi tak lupa mematikan komputer milik ku

__ADS_1


'' ayo berangkat .'' ujar nya dengan gaya pongah


membuat ku hanya bisa mendengus sebal menatap ke arah Kahfi dan benggeleng kan kepala berulang kali


***


sesampai nya di tempat yang di tuju, Kahfi memarkir kan mobil nya di salah satu mall terbesar di kota A ini,


'' mau apa sih kemari..'' tanya ku mulai jengah, soal nya sedari tadi pertanyaan ku tak kunjung terjawab


'' ayo masuk saja, nanti kakak juga tau..'' jawaban yang sama terlontar dari kahfi sejak tadi membuat ku mulai jengah kepada nya


tldengan langkah malas kubikuti langkah kaki Kahfi yang menuju masuk ke dalam mall dan membawa ku ke sesuatu tokoh perhiasan


'' kenapa kemari, mau membelikan mama emas sebagai kado.. tapi mama masih lama ulang tahun nya .'' ucap ku menatap nya penuh selidik


'' bukan untuk mama lah, dua bulan lalu aku sudah mengirim kan mama hadiah,..'' ujar nya semakin membuat ku penasaran


'' kak pilih kan satu cincin yang cantik dan manis, yang pantas untuk cewek..'' pinta Kahfi padaku


'' mau untuk siapa .'' ku tatap wajah nya sejenak sebelum ku toleh kan pandangan ku ke arah jejeran emas yang berada di dalam steling


'' untuk gadis pujaan ku..'' ujar nya sambil ternyum malu


'' wah.. sudah ada incaran ya..'' todong ku cepat, membuat Kahfi bertambah malu


'' sudah cepat pilih kan saja mana yang paling bagus..'' ucap nya menyuruh ku


'' anda harus memberi penjelasan setelah ini tuan..'' ucap ku pada nya



'' tentu saja, nanti sepulang dari sini, ikut lah dengan ku pulang ke rumah, semua keluarga telah menanti mu di rumah.. bawa serta suami mu..'' ujar Kahfi


'' wah.. ada rencana apa ini, kenapa kau tidak berbicara sebelum nya..'' ujar ku bertambah heran kepada nya


kenapa semua keluarga sudah berkumpul di rumah, sedang kan aku tak tau sama sekali, ada acara apa di rumah


'' eh.. Hanum....'''


...****************...

__ADS_1


__ADS_2