
'' belum tidur juga Yang..'' tanya Kenan ketika melihat Kiara duduk di sofa ruang tamu
'' belum bisa tidur..'' ujar Kiara yang menoleh sejenak ke arah Kenan
'' mau di temani tidur kah..'' tanya Kenan lagi
'' gak ah,, Balum ngantuk aja..'' ujar Kiara lagi ia pun pokus melihat ke arah televisi
menghirau kan Kenan yang berjalan masuk ke dalam kamar,, untuk mandi dan berganti baju, melepas kan lelah di badan sepulang dari pabrik dan berpindah ke kafe
selama Kiara sudah menginjak kandungan tuju bulan, kenan melarang keras Kiara bekerja seperti biasa nya, Kiara hanya di perboleh kan melihat sekeliling tanpa harus bekerja
'' kenapa belum tidur juga hemm..'' ujar Kenan duduk di samping Kiara yang masih pokus melihat ke arah depan
'' awas ih.. ganggu aja sih kamu..'' ujar Kiara menepis tangan kenan yang berulang kali mencolek dagu nya
'' di tanya diam aja sih..'' ucap Kenan gemas pada Kiara
'' kan tadi udah di jawab, masih tanya lagi dengan pertanyaan yang sama..'' saut kiara sedikit kesal
'' tadi kan lain lagi, udah beda waktu mah..itu..'' ucap Kenan terkikik kecil
'' sama aja lah..'' ujar Kiara sambil mengganti canel di televisi
beda dong yang,, tadi kan sudah beberapa menit..'' ucap Kenan seraya mengecup pipi Kiara dengan gemas nya
'' jangan lah,, aku masih pokus lihat televisi..'' ucap Kiara lagi
namun kenan berulang kali mengganggu kiara tiada henti nya, sampai Kiara mendengus sebal kepada Kenan
'' aku pindah aja kalau gitu..'' gerutu Kiara
ia pun beranjak dari duduk nya meninggal kan Kenan seorang diri di ruang tamu, kesal sudah pasti, sudah tidak bisa tidur, di tambah suami malah mengganggu terus membuat Kiara kesal bukan main kepada Kenan
'' loh.. yang,, buka pintu nya,, aku mau masuk nih..'' ujar Kenan menggedor pintu kamar berulang kali
'' masa iya,, aku harus tidur di luar..'' ucap Kenan lagi prustasi
tidak menyangka mengganggu Kiara berujung patal bagi nya, terkunci di luar seorang diri, membuat Kenan meraup wajah prustasi nya
__ADS_1
baru kali ini ia di perlakukan seperti ini oleh Kiara, biasa nya Kiara tak pernah Semarah ini, membuat Kenan hanya bisa menatap pintu yang tertutup rapat
terkancing di luar, bukan lah ide yang baik, membuat Kenan rugi sendiri jadi nya, Kenan pun akhir nya memilih pindah ke kamar tamu, berharap Kiara tidak marah pada nya
namun sayang, harapan itu adalah harapan yang tidak mungkin terwujud kan oleh Kiara yang tak mendengar ketukan pintu berkali-kali
'' buka pintu nya lah Yang,, aku tak bisa tidur di luar..'' ujar Kenan mengibah pada Kiara
'' kami tidur di luar saja,, aku tak perduli malam ini kau mau tidur di mana..'' saut Kiara keras dari dalam kamar
membuat Kenan semakin prustasi di buat oleh Kiara, ia mencoba mengetuk pintu sekali lagi, namun hasil nya tetap sama
'' terpaksa deh, tidur di sofa yang dingin..'' ujar Kenan berjalan lunglai ke arah sofa ruang tamu
'' mana banyak nyamuk nya lagi, memang istri kejam bener..'' ujar Kenan menggerutu sepanjang malam dan menatap pintu kamar yang tertutup rapat tak ada cela sedikit pun
***
pagi hari, Kenan terbangun karena keributan di dapur, ia menggeliat kan badan nya karena terasa sakit semua
melirik ke dapur, sudah ada Kiara yang berkutat di sana, ia mengabaikan nya dan berjalan gontai ke arah kamar
'' masak apa Yang..'' tanya Kenan ketika ia telah usai mandi dan menuju ke arah dapur
'' hhmmm...'' tak terdengar seperti sautan, hanya deheman saja yang keluar membuat Kenan berdecak kesal
'' masih ngambek ini cerita nya..'' ucap Kenan dengan wajah yang memelas
Kiara hanya melirik sekilas, ia pun lanjut mengerjakan aktivitas nya semula tanpa menghirau kan Kenan
sampai siang hari Kenan masih terus saja di abai kan oleh Kiara, namun Kenan tak menyerah begitu saja
masih banyak berbagai macam cara agar bumil yang ia punya bisa berbicara cerewet seperti semula, satu demi satu ia lakukan, namun tak ada perubahan sama sekali, membuat Kenan hampir prustasi di buat nya
'' Kiara... aku sakit nih..'' teriak Kenan dari dalam kamar, ia sengaja berucap seperti itu, agar Kiara mau mendengar kan nya
tak berapa lama, terdengar langkah kaki mendekat ke arah kamar, Kenan sudah mengambang kan senyum nya, berharap rencana nya akan berhasil
'' dasar pembual..'' ujar Kiara kembali ke mode semula, mengabai kan Kenan kembali
__ADS_1
'' ya.. ampun,, aku di abai kan lagi..'' ujar Kenan membanting kan tubuh nya ke atas ranjang, dan mengacak rambut nya prustasi, ia berdecak kesal karena kiara mengabai kan nya lagi dan lagi
'' aahhhh.... gak bisa di biarin ini..'' ujar Kenan bangkit dari atas ranjang mencari keberadaan Kiara yang entah di mana
untung saja hari ini ia libur dari kampus, jadi ia tak perlu memikir kan dua hal, yaitu kampus dan Kiara yang tengah merajuk hebat pada nya
Kiara yang melirik kedatangan Kenan berusaha tidak terlalu ambil pusing, ia kadang tertawa sendiri kala melihat Kenan prustasi menghadapi nya,
'' eh.. kenapa dengan raut wajah nya..'' ujar Kiara dalam hati sambil melirik ke arah Kenan yang berjalan ke arah nya
Kiara sedikit was-was dengan ke adaan Kenan dengan wajah merah padam menahan amara, tapi sebisa mungkin Kiara cuek, tapi dalam hati nya sudah takut tak menentu
aaakkkk....
'' apa-apaan sih kamu Kenan..'' ujar Kiara mengalung kan tangan nya ke leher Kenan
yang di tanya hanya diam saja, tak menjawab sepatah kata pun apa yang di ucap kan oleh Kiara, sedang kan Kiara sudah takut akan di jatuh kan oleh Kenan
'' turun kan aku Kenan, nanti aku terjatuh..'' pinta Kiara namun di abai kan oleh Kenan
'' kalau gak mau nurunnkan aku,, aku nangis nih..'' ancam Kiara lagi
'' nangis aja,, aku gak perduli..'' ucap Kenan dingin
'' aku berat Kenan, nanti aku jatuh gimana..'' ucap kiara lagi, ia takut terjatuh di gendongan Kenan, mana Kiara sedang hamil besar
'' gak akan..'' saut Kenan dingin dan terkesan cuek
'' mama... Kenan jahat ini,, Kiara mau pulang aja..'' teriak Kiara masih berusaha meminta turun dari gendongan Kenan
tapi apa boleh buat, seberat apa pun Kiara, Kenan tetap saja membopong nya ke kamar mereka, sebesar apa pun usaha Kiara, namun Kenan tetap lah lebih unggul tenaga nya
kenan mendudukan Kiara di atas ranjang, lalu Kenan pun mengunci pintu kamar mereka, lalu memasukan kunci tersebut kedalam saku celanan cinos yang ia kenakan
'' mau apa sih kamu Kenan..'' ujar Kiara meringsut menjauh di atas ranjang
'' aku mau minta jatah ku, mulai dari tadi malam sampai sekarang, dan sebagai hukuman kau telah mendiam kan ku dari tadi malam, dan menyuruh ku tidur di sofa yang di gin itu..'' ungkapan kesal Kenan pada Kiara
...****************...
__ADS_1