Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
#22


__ADS_3

Nyonya sland pun dengan patuh pada suaminya dan berjalan masuk ke kamar nya yang lumayan luar tapi sederhana


" kita bicara di ruang kerja saja" tuan sland


mereka berjalan memasuki ruang kerja tuan sland, menduduki sofa masing masing


" apa ada masalah lagi dad"Demian bertanya pada orang tuanya


tuan sland menggeleng " tidak ada, hanya saja ini tentang Nara"


" ada apa dengan Ara dad" bertanya dengan bingung,


tok tok tok


seorang pembantu datang membawa nampan yang berisi kopi dan teh untuk sang tuan serta cemilan ya


" masuk "


" kopi nya tuan " setelah menyuguhkan keluar dari ruang kerja


" Ara mempunyai kembaran" tuan sland melanjutkan pembicaraan nya yang sempat tertunda


" kan kembaran Ara ada di kota M dad" jawab nya


" bukan yang lelaki,"


" maksud Daddy ''


" Ara sengaja datang kesini untuk mencari kembarannya yang ada di tangan kelompok pemberontak itu"


" apa!!" kaget Demian " maksud Daddy Ara punya kembaran yang perempuan " tanya lagi supaya bisa memperjelas pendengaran nya

__ADS_1


" mmhh" tuan sland hanya mengangguk


###


di sebuah apartemen tiga pria sedang berdiskusi di ruang kerja tentang ke mana perginya sang adik , mereka sudah mencari di berbagai daerah dan teman teman nya⅝


" hah"!!" gusar Jonatan" ini gimana bang"


Willie dan Liam hanya menggeleng, mereka juga tidak tahu dimana adiknya berada


" apa kita kerumah tuan Dwi saja bang" tanya Jonatan lagi


" gak bisa Jo" Willie menggeleng


" kenapa gak bisa, !! apa Abang takut, jika Ara marah lagi sama Abang , " marah Jonatan , Liam hanya memandangi Abang dan adik nya yang sedang bertengkar ia tak ingin melerai karena percuma sifat Jonatan lebih keras kepala


" sudah nanti kita berusaha lagi mencari dek Nara" Liam menengahi


" oke, gw ikutin saran bang Liam" Jonatan bangun dari kursinya lalu keluar dari ruang kerja Willie


" gimana pendapat Abang" tanya Liam


" Abang harus pergi ke kota Z Liam"


" ada apa di sana"


" kemungkinan adek berada di sana, " berjalan menuju kaca yang menghubungkan jalanan yang ramai dan gedung-gedung pencakar langit


" apa Abang yakin" Liam mengernyitkan alisnya


" Abang bilang kemungkinan Liam,, karena pasukan yang adek bawa belom ada yang kembali dan susah di hubungi"

__ADS_1


" mungkin saja jaringan di sana sulit"


Willie menggeleng " tidak,,? justru satelit di sana sangat bagus"


" kapan kita akan brangkat bang"


" biar Abang saja yang kesana"


" kenapa , apa aku gak bisa ikut bang" bingung dengan penolakan Abang nya


" hhhhm" hanya di balas anggukan oleh Liam


" oke klo aku gak bisa ikut, jadi kapan akan berangkat kesana"


" besok "


" gak kecepetan bang, bukan kah besok ada rapat dari kota J"


" kamu yang handle semua"


" hah, mulai lagi" menarik nafas dan bergumam


" oke mana proposal itu, biar aku bisa menghafal rapat besok"


Willie memberikan map berwarna biru yang berisikan proposal yang akan di bawa rapat Liam nantinya


Liam pun keluar dari ruang kerja Willie untuk beristirahat agar lebih fresh saat berangkat rapat besok dengan orang yang berasal dari kota J


Willie pun sama ia keluar menuju kamar dan menyiapkan ke butuhan buat berangkat menuju kota Z ,


dimana di akan berhadapan dengan para pemberontak atau tidak karena perjalanan kota Z memakan waktu yang sangat lama dalam perjalanan udara atau pun perjalanan darat

__ADS_1


bersambung


__ADS_2