Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
EPISODE 04


__ADS_3

Li hao memulai perjalanannya dengan mencari obat obatan yang dapat menyembuhkan luka. Dia mendatangi toko obat china yang biasa iya kunjungi bersama kakaknya.


Setelah Li hao menemukan obat obatan itu, dia memutuskan untuk pergi ke toko senjata.


Li hao :"(hmm... lebih baik aku membeli senjata untuk melindungi diri. Tapi bagaimana aku bisa membeli senjata? uang saja cuma sedikit. Tuhan bantu aku...)" Dalam benaknya.


Li hao berjalan sambil melihat senjata yang ada di toko. Sekali kali dia berhenti dan melihat senjata yang ia sukai, namun semakin dia meneliti senjata itu, maka semakin ia melihat kerusakan pata senjata itu.


Dan pada akhirnya dia sangat tertarik dengan toko yang ada didepannya, terdapat seorang kakek yang sedang menyiram bunga didepannya, Li hao berhenti dan menanyakan kepada penjual ditoko itu.


Penjual itu sudah tua, namun ia sangat berwibawa dan tegas.


Li hao :" Maaf, apakah tuan penjual ditoko senjata ini?"


Gu shao :" Cucuku panggil saja aku kakek shao!


masuklah mari kita bicarakan didalam saja" Sangat senang.


Li hao :" Baiklah kakek ( Aneh mengapa aku tidak menolak kakek ini? Tapi kakek ini kenapa begitu misterius? Benar saja semakin masuk senjata yang didalam toko ini semakin menarik.)" Dalam benak.

__ADS_1


Gu shao :" Cucuku kenapa kau tidak heran kalau kakek mengajakmu kedalam toko ini? Dan siapakah nama mu?"


Li hao :" Namaku Li hao saya disini ingin membeli senjata yang bagus dan menarik, apakah kakek memiliki senjata yang bagus?"


Gu shao :" Cucuku kau adalah orang kedua yang tertarik dengan senjata di toko ini. Kakek sengaja menaruh senjata biasa didepan toko, tapi senjata yang bagus hanya ada didalam toko"


Li hao :" (Ha? Aku yang kedua?? Benar saja, pendekar mana yang akan membeli senjata pisau dapur. Kakek ini sungguh sangat cerdik)" Dalam hati.


Gu shao :" Mari kakek akan menunjukkan senjata yang menarik"


Li hao :" Tapi kek saya tidak menpunyai uang banyak, jadi kakek tunjukkan senjata biasah yang berguna saja hehehe " Malu.


Li hao :" Ehh wah kakek ini. Aku hanya ingin melindungi diri saja" Gugup.


Gu shao :" Benarkah? tapi samurai yang kau bawa itu adalah senjata kelas atas, tidak ada yang mengenalinya kalau bukan seorang master."


Li hao :" Senjata ini dari ayah saya, ini diberikan oleh ayah kepada kakak dan diberikan kepada saya kek."


Gu shao :" Apakah ayahmu masih hidup?"

__ADS_1


Li hao :" Entahlah kek, ayah sudah tidak pulang selama 3 tahun ini."


Gu shao :" Baiklah cucuku, jangan sedih kakek hanya bertanya saja"


Li hao :" Tidak masalah kek" Tersenyum.


Gu shao :" Ini adalah senjata yang sangat bagus di toko ini. Jika kamu bisa menggunakannya, maka senjata ini bisa berubah menjadi senjata yang kamu inginkan."


Li hao :" Wahh senjata ini sangat bagus. Tapi pasti sangat mahal"


Gu shao :" Kau tidak perlu membayar. Senjata ini sangat sulit digunakan, jika kamu tidak bisa menggunakannya senjata ini tidak ada gunanya"


Li hao :" Kek inikan hanya senapan biasa, kenapa kakek sangat memujinya, mudah saja menggunakan senapan ini"


Gu shao :" Kakek sudah menduga kamu akan berpikir seperti itu. senjata ini memang senapan biasah, jika kamu ingin merubahnya kamu harus mengerti mantranya, yang pasti kakek juga tidak tahu mantranya."


Li hao :" Jadi kakek memberikannya agar aku biasa menemukan mantranya?"


Gu shao :" Kau pintar, kakek tidak salah memilih orang hahaha"

__ADS_1


__ADS_2