
'' hu.hu.hu... kamu jahat Kenan..'' ucap Kiara setelah Kenan menuntas kan olah raga siang mereka
untung nya mereka sudah makan siang dan menunai kan sholat zhuhur, hingga Kenan tak melepas kan Kiara sedikit pun
'' jahat apa Hem..'' ujar Kenan seraya memeluk tubuh Kiara yang tak mengguna kan sehelai benang pun
'' kamu jahat Kenan,, lihat ini.. aku kelelahan..'' ucap Kiara membuat Kenan tertawa lepas
'' sini... aku peluk, biar lelah nya hilang..'' ujar Kenan terkekeh kecil
siang menjelang pukul lima sore, baru lah Kenan dan Kiara terbangun dan buru-buru mandi dan menunai kan sholat ashar mereka yang sudah tertinggal satu jam setengah
'' ini nih.. gara-gara kamu nih... jadi telat kan sholat nya..'' ucap Kiara mengomel kepada Kenan
'' iya..iya.. maaf..'' ujar Kenan meminta maaf, karena tak mau Kiara merajuk hebat lagi pada nya
'' aku gak butuh maaf mu,, aku gak mau tau,, nanti malam harus bawa aku ke tempat hiburan atau kemana pun itu, aku mau memanja kan mata ku..'' ucap kiara mengaju kan syarat kepada Kenan
'' iss.. ini permintaan mama nya apa anak papa yang ada di sini nih..'' ujar kena seraya mengelus perut bucit Kiara
'' apa sih.. jauh kan tangan mu,, aku gak mau di elus kayak gitu..'' ujar Kiara menepis tangan Kenan
kebanyakan wanita yang sedang hamil, lebih suka di elus perut nya, namun Kiara berbeda, ia tak mau di elus sama sekali, bahkan berulang kali Kiara menepis dan menyingkir kan tangan kenan dari perut nya
'' aku mau sentuh baby kita loh Yang,, gitu aja kok pelit amat..'' ujar Kenan menatap Kiara penuh harap
namun Kiara kembali lagi menepis tangan kenan yang mencoba meraih perut bucit nya, ia tak mau di sentuh oleh Kenan, ia seperti risih, jika perut nya di sentuh
'' aku gak mau,, risih rasa nya..'' ucap Kiara dengan jujur
'' apa anak papa cowok lagi nih... sampai-sampai gak mau di sentuh sama papa..'' monolog Kenan sambil menatap perut bucit Kiara
'' aku gak tau, tapi rasa nya beda seperti yang kemarin,, '' aku Kiara
'' beda nya gimana Yang, apa gak sama aja sih.'' tanya kena. penasaran
'' beda Yang,, yang ini rasa nya aku lebih seperti ngambekan aja, udah gitu, aku gampang sekali menangis dan kadang, aku suka marah gak jelas..'' ucap Kiara jujur
__ADS_1
'' lah.. baru sadar si kawan, kemana selama ini..'' batin Kenan, tentu saja Kenan berucap di dalam hati nya saja tidak berani mengatakan yang sejujurnya kepada Kiara
yang ada perang dunia ke tujuh lagi nanti Kiara pada nya, ia tak mau itu terjadi lagi,
'' jadi? kalau cowok apa beda nya..'' tanya kenan lagi.
'' aku sih ngerasa nya lebih ke bawaan santai aja, walaupun ingin rasa nya meledak hati ini tapi masih bisa di tahan, gak seperti sekarang ini, gampang nangis..'' ucap Kiara sambil menatap ke arah luar jendela
'' tapi entah lah,, apa wanita lain nya sama seperti apa yang kurasa kan saat ini, atau tidak, tapi yang lebih jelas nya, kalau cowok itu tidak gampang mengeluh, semua di kerjakan sendiri,..'' ujar Kiara lagi, menatap ke arah Kenan
'' oh.. gitu ya..'' ucap Kenan, sekarang ia mulai memahami dengan perubahan sikap Kiara
dulu ketika Kiara mengandung anak laki-laki mereka, Kiara tampak cuek pada nya, sampai-sampai Dita menempel terus pada nya, Kiara tak akan pernah marah,
malah sebalik nya, Kenan lah yang merasa Kiara tidak mencintai nya, namun itu semua karena Kiara mengandung anak mereka
dan sekarang ini, Kiara lebih menjaga nya, dan terkadang Kiara bisa cemburu tidak jelas pada nya, apa lagi kalau ada gadis-gadis menyapa nya, Kiara bisa merajuk hebat kepada nya
'' sudah..cerita nya,, ayo siap-siap sholat magrib, habis itu kita keluar seperti apa yang kau ingin kan, nanti kita sholat isya di jalan saja..'' ujar Kenan seraya bangkit dari atas ranjang mereka
'' beneran ini,, mau ngajak aku keluar malam ini..'' ucap Kiara begitu gembira nya
ia gemas melihat wajah Kiara yang sekarang ini, ingin rasa nya Kenan menciumi nya setiap saat, namun ia takut nanti Kiara akan marah besar lagi pada nya, Kenan tak mau itu terjadi lagi
'' kamu gak malu kan,, bawa perempuan hamil besar ini..'' ujar Kiara pada Kenan
membuat Kenan menatap tidak suka kepada Kiara, ia tak pernah berpikir sejauh itu kepada Kiara, kenapa Kiara bisa saja mencipta kan pergadihan di antara mereka berdua
'' ngapain aku mesti malu,, kan aku yang buat perut kamu jadi seperti ini..'' ujar Kenan gemas sekali pada Kiara
Kiara pun tersenyum lebar ketika mendapati jawaban Kenan, ia pun emberanjak dari duduk nya mencari baju yang layak ia pakai di berat badan nya yang semakin bertambah
selesai sholat magrib, Kenan pun menepati janji nya kepada Kiara, ia membawa Kiara keluar malam ini, tanpa harus mengecewakan Kiara
'' asik.. bisa jalan-jalan menikmati pemandangan malam ini..'' ujar Kiara tersenyum lebar
'' sesenang itu istri Kenan yang cantik ini..'' ujar Kenan ikut tersenyum senang karena Kiara senang
__ADS_1
'' isss... apa sih,, jadi rusak kerudung aku..'' ujar Kiara kesal
'' piiisss maaf Yang,, gak sengaja aku..'' ucap Kenan nyengir kuda karena merasa bersalah
takut Kiara semakin murka berujung patal, Kenan pun meninggal kan Kiara yang masih merapihkan kerudung nya, ia berjalan ke luar rumah
Kenan memilih untuk memasan kan mobil lebih dulu, dari pada rencana malam ini gagal, dan berdampak pada nya, Kenan mencari jalan aman nya saja
'' sudah siap Yang..'' tanya Kenan menghampiri Kiara yang berada di kamar
'' sudah... ayo kita pergi..'' ajak Kiara pada Kenan
mereka pun berjalan beriringan ke arah mobil, kenan membuka kan pintu untuk Kiara, dan menutup nya kembali setelah Kiara masuk ke dalam mobil
'' kita kemana dulu ini..'' tanya Kenan kepada Kiara
'' mau cari makan dulu,, kayak nya enak nih,, kebetulan perut ku sudah laper..'' ungkap Kiara sambil mengelus perut bucit nya
'' anak papa ternyata lapar nih..'' goda Kenan
'' Mak.. nya juga kali Yang.. gak anak nya aja..'' sungut Kiara
'' dua-duanya laper ternyata..'' ucap Kenan mempersingkat ucapan nya tak mau ada ribut lagi
Kenan mencari tempat makan yang menurut nya nyaman untuk Kiara dan juga diri nya
'' aku mau masakan Padang..'' tandas Kiara tak terbantah kan
membuat Kenan seketika menoleh ke arah Kiara, kenan melongo dan menjatuh kanrahang nya tak percaya atas permintaan Kiara barusan
'' gak di restoran mewah aja Yang..'' tanya Kenan
'' aku gak mau,, aku mau nya di rumah makan Padang aja..'' tandas Kiara
...****************...
'' hai.. hai... terima kasih atas antisipasi kalian untuk mendukung karya putri yang hilang,
__ADS_1
jangan lupa like'komen hadiah vote, untuk penyemangat penulis,
semoga pembaca sehat selalu di mana pun kalian berada