
Xiao li :" Pau lu, cepat siapkan obat yang diperlukan oleh nona ini."
Pau lu :" Baik nona."
5 menit kemudian.
Pau lu :" Ini nona, obat yang anda minta."
Li hao :" Trimakasih nona! Anda sangat baik, saya akan membalas kebaikan anda semampu saya." Sangat meyakinkan.
Xiao li :" Tidak masalah, membantu orang adalah misi nomor satu dari klinik obat ini. Sebaiknya kamu cepat pulang dan berikan obat itu pada ibumu, kalau tidak maka demam ibumu akan bertambah parah!"
Li hao :" Trima kasih nona, saya permisi dulu."
Xiao li :" Sama sama." Senyum manis.
__ADS_1
Mimi :" emm... Boss, ma.. maafkan s... saya karna berbicara kasar." Memelas.
Xiao li :" Tidak masalah."
Mimi :" (Syukurlah...)" Dalam hati
Xiao li :" Tapi mulai sekarang kamu tidak usah bekerja lagi disini. Klinik ini tidak membutuhkan orang yang sombong. Jika para pegawai sepertimu bekerja disini, maka kliniku ini tidak akan ada lagi pengunjungnya." Tegas.
Mimi :" Tapi boss, saya tidak sengaja! Tolong jangan pecat saya!" Exspresi wajah yang sangat sombong berubah menjadi exspresi wajah yang menyedihkan.
Mimi :" Saya tidak trima! Saya adalah lulusan keperawatan nomor satu di kota A ini! Bagaimana saya bisa dipecat begitu saja hanya gara2 masalah sepele ini!" Marah.
Xiao li :" Ooh, jadi karna itu kamu bisa menindas orang lain sesuka hatimu! JECK!! CEPAT USIR DIA!! PASTIKAN TIDAK AKAN ADA ORANG YANG AKAN MEMPERKERJAKANNYA!!" Sangat marah.
Jeck wu :" Baik nona."
__ADS_1
Mimi :" Dasar boss brengsek!! Lepaskan aku!!" Samar samar menghilang.
Xiao li :" Dan kamu manager su, gajimu akan dipotong 3 bulan. Sekarang kembalilah bekerja!"
Manager su :" Baik boss." Meninggalkan.
Xiao li :" Dan untuk kalian semua yang sudah melihat adegan barusan pasti sudah paham dengan misi klinik obat ini. Bila diantara kalian masih ada yang bergosip tentang masalah barusan. Maka dia akan dipecat saat itu juga! Sekarang kembalilah bekerja!" Tegas.
karyawan :" Baik boss." Meninggalkan tempat kejadian.
Pada saat itulah Xiao li yang kejam melindungi seseorang yang belum pernah ia temui.
Xiao li sangat heran dengan perasaan yang familiar itu.
Sedangkan Li hao, dia segera pulang dan memberikan obat tersebut pada kakaknya. Dan berharap dapat bertemu kembali dengan nona muda tersebut.
__ADS_1