Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
81


__ADS_3

Emank queenara gadis yang bikin orang kesal tapi gemes, kadang sedih jika melihat air mata queenara jika tidak sengaja di lihat oleh mereka yang sudah di anggap kakak sekaligus menejer oleh queenara


memang sudah hampir dua bulan queenara tidak kembali pada keluarga pranata yang sepasang suami istri yang tidak bisa memiliki anak karena ketidak mampunya rahim sang istri untuk mengandung, bukan karena mandul, tapi karena kandungannya tidak begitu baik untuk mengandung


lain di tempat di mana di sebuah gedung pencakar langit yang begitu tinggi seorang pria dengan gagah nya duduk di kursi kebesarannya, memandangi hamparan kota yang begitu padat oleh kendaraan yang berlalu lalang


" permisi tuan, semua sudah selesai, apakah kita akan berangkat sekarang " ujar asisten nya yang sedang menunduk


orang tersebut pun langsung beranjak dari kursinya, untuk segera pergi menyusul gadisnya yang begitu gesit jika sedang melakukan sesuatu


ya pria yang beranjak tadi adalah Alex pria yang dulu pernah di tolong queenara saat dirinya terluka, tapi waktu pas baru bertemu memang sudah merasakan getaran aneh, ber bedanya saat ini queenara tanpa softlens yang selalu di pakai, jika waktu masih bertemu memakai softlens sehingga membuat Alex tidak begitu mengenalnya, dan tato yang di lihat Memang ada, hanya tersamarkan sehingga membuat lelaki itu merasa bukan gadisnya


" kerja bagus " setelah sampai pada lantai paling atas gedung yang sudah ada helikopter yang sudah menanti perjalanan tuannya


" terimakasih atas pujiannya tuan " ucap nya


" berangkat "


membutuhkan waktu begitu lama untuk mencari seseorang yang sudah di klaim nya menjadi wanitanya, tetapi sungguh sangat sulit jika ingin di raih


" di mana posisi sekarang ," bertanya pada asisten nya


" mereka baru menepi tuan, hanya untuk istirahat sejenak" Alex memanggut manggut seolah paham


helikopter yang di tumpangi oleh Alex pun segera meluncur , di mana keberadaan orang tersebut, tidak membutuhkan waktu lama untuk menemukan kapal pesiar milik queenara yang masih terparkir cantik di dermaga kota P, hanya butuh satu dermaga lagi mereka akan sampai pada tujuan mereka


" kak Ara, kita akan kemana "


" ya tentunya mencari makan "


" apakah makanan yang ada di dalam kapal sudah habis " tanya Edwin dengan polosnya


ya maklum lah ya , karena masih kecil jadi wajar untuk bertanya tanya seperti itu dengan wajah lugunya


" Ara, apa kah kita tidak apa untuk pergi berkeliling "


" tidak apa, mereka tidak ada di daerah ini "


" kak kakak, aku ingin manisan itu kak " tunjuk Edwin pada makanan yang berbentuk bulat dan di tusuk


" kau ini " kesal Eliza,


" ayo kak , nanti keburu habis, itu sudah di serbu banyak orang " Edwin menarik tangan masing masing yang ada di samping kanan kirinya


" makan yang puas " ucap queenara setelah sampai untuk mengantri makanan yang di inginkan anak bermata biru muda itu


Suara helikopter terdengar dari jarak yang lumayan jauh, pendengaran yang di miliki oleh queenara yang begitu tajam, sehingga mampu mendengarkan dari jarak jauh


" siapa mereka " ucapnya dalam hati ketika menyadari ada helikopter yang menuju kearahnya


baru juga berkeliling dalam sehari sudah ada yang mendatanginya, apakan mereka mengetahui jika berada di kota tersebut

__ADS_1


suara helikopter yang begitu bising yang membuat semua orang pun mengeryit heran, sejak kapan ada kendaraan terbang itu singgah di sini


di tanah lapang yang luas mereka mendaratkan helikopter nya dengan perlahan akhirnya menginjakan kakinya di kota itu


dengan perlahan Alex turun dari benda terbang tersebut dengan berwibawa nya Alex keluar , tidak ketinggalan kaca mata hitam yang selalu menghiasi wajah nya untuk menutupi mata tajam yang mampu membuat orang takut


" siapa mereka , "


" waah ada helikopter mendarat disini "


" tampannya orang itu "


berbagai kata yang di dengar oleh Alex yang berjalan menyusuri jalan menuju gadisnya yang masih mematung di tempat di mana terakhir mereka singgah


" siapa dia " queenara hanya mengedikan bahunya ketika Eliza bertanya,


tapi mata queenara tidak lepas dari orang yang berjalan menuju ke arahnya


" mereka kemari kak " ucap Edwin merasa was was


" tenang " balas queenara


Edwin dan Eliza pun mulai menenangkan hatinya yang merasa was was, bagai mana jika mereka musuh nya yang mengetahui keberadaan mereka yang akan menuju kota X untuk melihat keadaannya


degh


queenara terkejut ketika seorang pria tampan dan gagah dengan badan yang berotot itu berdiri pas di depannya


queenara mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa orang nya,


" apa sudah puas memandang nya "


" kamu siapa "


Eliza bingung dengan sikap polosnya queenara yang di hadapkan dengan pria yang memang tampan, tapi bukan berarti dia harus begitu kan ,


" apakah sudah melupakan aku "


queenara pun seperti orang sedang berpikir dengan tangan yang berada di dagu nya untuk mengingat siapa orang yang ada di depannya , tapi dengan tiba tiba pria yang ada di depannya langsung mengangkat dirinya seperti karung beras menuju kapal pesiar nya


" hey, turunkan aku, siapa kau hah ! kemana kau membawaku hah!! " teriak queenara dan memberontak dalam gendongan Alex,


" kakak, kak Ara mau di bawa kemana "


" ayo kita kejar " Eliza dengan tergesa gesa mengejar queenara, sehingga tidak memperhatikan orang yang ada di belakangnya


" ya ampun, aku di tinggal lagi " desah orang itu, orang yang ada di belakang Eliza adalah Steven , asisten Alex sekaligus tangan kanannya yang begitu bengis jika sudah berhadapan dengan lawan, sama halnya dengan Rai si pengawal bayangannya


" cepat turunkan aku, lepas " queenara tidak berdaya jika sudah begini, percuma memberontak, tapi malah di cekal lebih erat lagi oleh pria yang membawanya


" huh, dasar pria aneh, turunkan saya " dengan kesalnya

__ADS_1


" tunggu di dalam "


" hah " queenara melongo " untuk apa di dalam, " bingun queenara dalam hati,


tidak butuh waktu lama tepat pas ada di depan kamar queenara, Alex langsung masuk kekamar tersebut dan menutup kembali pintunya dan menjatuhkan queenara dengan pelang


" apa apa an kau ini hah , maen seenak nya bawa bawa anak orang " kesalnya sampai menunjuk nunjuk Alex dan memukulinya di bagian dadanya


" sudah puas " Alex hanya membiarkan gadisnya melampiaskan kekesalannya,


" siapa kamu " membuang mukanya ke arah lain


Alex meraih wajah yang begitu mulus dan chaby itu, dengan pelan meraba bibir tipis nya yang merekah


cup


queenara terkejut dengan dada yang sudah dag Dig dug sedari tadi kini di tampah lagi dengan ciuman singkat, ciuman yang baru di ambil oleh pria aneh itu


" ciuman pertama ku " dengan mata yang berkaca-kaca


sedang Alex bingun melihat perubahan gadisnya yang sebentar lagi akan menangi,


" huwa,,,, " kan bener, nangis tuh anak


" first kiss gwe , huwaa "


Alex kalang kabut melihat nya menangis di atas ranjang dan menjatuhkannya lagi ke lantai


" hey, kenapa , aduh bagai mana ini " bingun sendiri kan


sangkin tidak tahannya sih , baru datang maen sosor ajj tu bibir nya


" tidak apa , jangan menangis " Alex akhirnya memeluk queenara yang menangis kejer seperti meminta mainan tapi tidak di izinkan


" cup cup cup, tenang oke " dengan lembut menenangkan gadisnya itu


" kamu sudah mengambil first Kiss ku " mendongak ke atas , mata mereka bertemu dan yang membuat queenara terkejut wajahnya seperti orang yang pernah di hatinya, tapi siapa


" siapa kamu " dengan kembali wajah dinginnya,


" hey, tenang oke, jangan seperti itu " Alex menyadari perubahan gadisnya yang merasa waspada


" jawab "


" oke oke , " mengangkat tangannya , " apakah kamu lupa ini " Alex membuka kancing nya


" hey, pria mesum " Alex terjangkit sangkin terkejutnya di teriaki pria mesum oleh gadisnya , padahal kan hanya ingin menunjukkan sesuatu


" aku tidak mesum " dengan tenang kembali membuka kancing nya satu persatu setelah sudah tiga kancing yang terlepas, Alex membuka bajunya yang di tutupi oleh baju formal nya


" apa kmu ingan ini " menunjukan luka bekas jahitan yang melintang itu, dan sedikit di bikin bintang, padahalkan lukanya hanya tembakan , tapi di jahit seperti itu

__ADS_1


degh


queenara pun terkejut kembali ketika melihat luka itu, dan mengingat ketika dirinya masih sekitar lima belas tahunan , pada umur segitu dirinya sudah merasakan jatuh cinta pada orang asing dan langsung mengklaim nya sebagai pria ny jika dirinya dewasa nanti


__ADS_2