Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
#57


__ADS_3

" di mana kau " dengan cepat tersambung , tidak seperti yang lalu


" aku sedang istirahat di kedai kopi " ucapnya orang di sebrang


sedangkan Nara melihat sekeliling meski ada sekarang selatan yang menutupi untuk orang yang berprivasi,


" apa kau di kedai sederhana "


" ah , ya . dari mana kau tahu " ia pun sama melihat sekelilingnya tapi hanya selatan yang ia lihat


" aku ada di warung kedai sederhana juga " menjawab dengan dingin tapi mata masih melihat sekeliling yang terdapat sekatan seperti ruang VIP tapi bedanya hanya tertutup oleh semacam tirai bambu


" benarkah!! " dengan antusias mendapat jawaban dari orang yang ingin dia jumpai


" hmm di mana kamu "


" eehh, aku berada tidak jauh dari arah toilet "


" oh . ok! tunggu di sana "


" baik "


di matikan panggilan nya , kini Nara berjalan menuju arah ke toilet dan menengok sebelah kanan dan kiri, sedangkan tiga orang yang masih duduk hanya terbengong setelah menelpon seseorang kini telah beranjak, tapi dalam pikiran tiga orang tersebut mungkin ingin buang air kecil


setelah berjalan hanya berjarak dua sekatan yang tidak jauh dari tempat duduknya, dirinya memang duduk pas di depan dekat jendela dan juga jalan


ketika baru menginjakkan kaki untuk masuk sudah di rengkuh oleh badan besar yang memiliki wajah tampan tapi ada bekas jahitannya


Nara sempat terkejut ketika tangan langsung memeluknya we tanpa permisi,


" hey, kau kenapa " memanggil orang yang sudah memeluk se enaknya,


" Hua,,, benarkah kau datang kesini Ara "


" hheeemm " Ara mengangkat sebelah alisnya, masih mencerna apa yang di katakan oleh si cengeng yang ada di sampingnya yang sedang memeluk erat


" hey, lepaskan, sesek nafasku bodoh !!" sambil melepas tangan yang tidak mau melepaskannya

__ADS_1


" brengsek Memang kau Tristan harfand!! " Nara berteriak sehingga pengunjung lain ada yang mengintip di balik tirai sekatan


" he he he " yang di katakan brengsek malah nyengir kuda, tidak menyadari kesalahannya


sedangkan tiga orang yang sedang menikmati kopi dan juga cemilannya terlonjak kaget ketika mendengar suara teriakan sang tuan dan segera menuju arah suara tersebut


" ada ap ka " ucap Lea dan Lei, sedang Rai hanya memandangi wajah pria yang sedang nyengir saja


" tidak apa apa , hanya reflek " ujarnya


" tidak apa bang, ini temanku yang akan kita jumpai, tapi memilih pindah ke kota sini " dengan melirik Tristan yang masih cengir cengir saja


" oohh " hanya be oh ria yang di jawab oleh Rai sang pengawal bayangan pribadi milik queenara


" he he he maaf Ar,."


" it's ok " mendudukkan bokongnya pada kursi besi yang di mana tempat Tristan untuk mengistirahatkan dan meminum kopi,


sedangkan tiga orang yang tadi sempat menanyakannya kegaduhan tadi. kini sudah kembali ke kursinya untuk menikmati kopi moccha yang mereka pesan, sedang kopi milik Nara sudah di berikan kepada orangnya


" ada apa kamu memintaku untuk bertemu " dengan dingin bekata pada orang yang hanya menunduk seperti takut jika diri nya akan marah


" tentang "


" tentang pemberontak di beberapa bulan yang lalu"


" apa ada yang menyuruhmu " Tristan hanya mengangguk ketika di tanya ada yang menyuruhnya


" mereka menginginkan rakyat di kota Z hancur "


" dan kamu menuruti keinginan mereka Hem " sekali lagi Tristan mengangguk


" hah . sudah kuduga dari awal "


" maksud mu " Tristan tidak mengerti apa yang di katakan oleh Nara tentang dugaannya


" baik lah, akan aku jelaskan padamu Tristan harfand yang cengeng "

__ADS_1


" iissh ". Tristan hanya mencebik ketika masih di sebut cengeng oleh Nara


" eh tapi omong omong ada seseorang yang mencari keberadaan kamu Ar, " alis Nara mengkerut,


" siapa "


" aku juga tidak begitu mengenalnya. tapi ia mencari namamu. dia pun berasal dari kota yang sama sepertimu "


" apa kamu bilang "


sedangkan Tristan sudah gugup saat keceplosan mengatakan jika orang yang mencari ya berasal dari kota yang sama,


" aaakkkhhh tolong,, tolong " teriak orang meminta tolong


Nara mendengar teriakan tersebut langsung bangkit dan berlari menuju suara tersebut dan saat melihat di depan mata, seorang anak kecil tergeletak di pinggir aspal dengan darah yang mengalir deras di bagian pelipis serta mulutnya


" ada apa nona " tanya seorang wanita tua yang sudah tiba di depan gadis yang masih berusia dua puluh tahun dengan pakaian yang tidak layak pakai


" tolong Adik saya nyonya , adik saya di tabrak orang , dan . yang menabraknya pun kabur nyonya, tolong adik saya nyonya " gadis tersebut mengiba meminta tolong pada wanita tua yang sedang melihat keadaan anak lelaki yang sekiranya sudah tidak sadarkan diri


Nara hanya melihatnya dan saat bahunya di tepuk oleh Tristan Nara tersadar , dan segera memanggil Rai yang sudah ada di sampingnya serta si kembar


" bang tolong mereka , bawa mereka kerumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan "


" baik " Rai langsung berlari menuju orang yang sedang di kerumuni orang yang hanya mampu menonton tidak berani menolong


" permisi nona nona, nyonya saya akan membawanya " tidak meminta izin pada sang kakak yang masih histeris ketika melihat adiknya yang bersumpah darah hanya mengangguk dan mengikutinya dari belakan dan membukakan pintu mobil Jeep milik Nara


" kau masuk , jaga adikmu dengan benar, aku akan mengemudi "


" terima kasih tuan " dengan suara yang bergetar mengucapkan kata terimakasih pada Rai,


mobil tersebut langsung melaju saja tanpa tau ia akan pergi ke rumah sakit yang mana, yang ada di pikiran Rai adalah keselamatan anak yang berada di pangkuan gadis yang masih menangis


bersambung


Hay sobat author 👋👋 maaf ya kalo up nya terlalu lama, sibuk kerja author ny🤭

__ADS_1


maaf jika ada yang salah typo nya ya🙏, mumpung lagi lenggang kerjaannya


jangan lupa dukung author dan like 🤗 salam santun dari anak rantau


__ADS_2