
Willie langsung mematikan ponselnya, ia mendesah berat karena tanggung jawab yang ia bawa begitu berat untuk di pikul
" biarkan begini dulu " bergumam pada diri sendiri
dua orang yang sedang berada di kursi depan hanya saling melirik dan mengedikan bahu nya
mobil Pajero yang di naiki Willie masih berjalan menyusuri jalanan yang sepi yang hanya di temani pohon besar berjajar di pinggir jalan
Bima yang memang memiliki insting yang sangat kuat dan juga pendengaran nya yang tajam, mendengar suara dari kejauhan
" Ray, kita minggir dulu di depan yang ada semak belukar"
" ada apa Bim"
" aku mendengar suara dari jauh berjalan dan berlari ke arah sini"
Rayan pun mengikuti arahan Bima dan memasuki dedaunan yang merambat dan memepetkan mobilnya agar tidak terlihat,
Rayan mematikan mesin mobil dan mematikan lampu dalam mobilnya, tidak lupa mengeluarkan senjata untuk berjaga jaga
Willie yang merasa mobil telah berhenti pun berusaha membuka matanya, sebelum membuka mata nya dengan sempurna wilLie di perlihatkan pemandangan yang tidak biasanya
di depan mobil yang pas menuju jalan sedangkan samping kanan kiri adalah pohon rerambatan , Willie sempat tertegun sejenak sebelum mengembalikan kesadarannya
Wili bertanya dengan suara pelan pada dua orang yang sedang memegangi senjata
__ADS_1
" ada apa" bertanya dengan aura dinginnya setelah menyadari ada yang tidak beres
" maaf tuan, di depan sepertinya ada beberapa orang berlarian menuju jalanan ini" ucap Bima merasa was was
di lain tempat di atas pohon yang berbeda dua orang dewasa dan dua orang gadis dengan berpakaian serba hitam seperti ninja sedang memantau penggerakan orang yang ada di dalam mobil dan sekitarnya yang mereka ikuti semenjak keluar dari bandara,
" Lex, kita pantau dari atas saja" berbicara melewati earphone
" mmmmhh" Alexa hanya membalas dengan deheman. sedangkan dua orang remaja hanya mendengarkan saja
di sebuah tempat yang lumayan kumuh di dekat perbatasan seorang gadis yang sengaja menyamar menjadi gadis cacat untuk mencari tau di mana keberadaan saudaranya
gadis yang menyamar berwajah cacat dan luka bakar di lengan dan kakinya sedang berjalan menyeret kakinya untuk menyusuri lorong lorong yang ada di perkampungan itu
" hiks hiks hiks" terdengar suara tangis yang begitu memilukan di tempat kumuh itu, gadis yang menyamar tersebut mendatangi suara tersebut
"hai, ada apa, kenapa kamu menangis" berusaha untuk lebih akrab
" tolong kak , tolong ibu dan kakak saya" sambil menangis dan memohon pertolongan , bocah sepuluh. tahun itu menghiba pada orang yang berwajah cacat itu, tak lain adalah queenara
" ada apa" sangkin penasaran mendekati anak yang berusia sepuluh tahun dengan seorang wanita paruh baya yang tergeletak tak berdaya
" ibu saya sakit ka, dan kakak saya di bawa orang orang jahat itu" sambil menunjuk jalanan lorong yang kosong tidak ada siapa pun di tempat itu
" kenapa kakak kamu di bawa oleh mereka"
__ADS_1
" kami hanya di jadikan budak oleh mereka kak, mereka jahat" menangis sesegukan
Nara pun dengan orang yang notabene nya tidak tegaan langsung membantu memapah wanita paruh baya itu menuju tempat tinggal mereka berdua
berjalan memapah sambil menyeret kakinya agar tidak ada yang mencurigai bahwa ia hanya menyamar
setelah berjalan hanya memakan waktu lima menit untuk sampai gubuk wanita paruh baya tersebut yang memang tidak begitu jauh dri tempat yang tadi wanita tersebut jatuh
" ibu saya jatuh sakit semenjak mereka memeras tenaga kami" berjalan memasuki gubuk yang sebenarnya tidak layak di huni, tapi apalah daya mereka, ia hanya pendatang yang tersesat sampai sana beberapa tahun
" apakah disini ada tempat jual obat obatan"
anak berusia sepuluh tahun hanya menggelengkan kepalanya
" tidak ada kak, jika kami mau beli obat harus bisa menyebrangi perbatasan dari sini"
" kenapa tidak kalian datang kesana" bertanya dengan rasa penasaran karena menurut Nara orang bisa keluar masuk menuju perbatasan karena ada pemberontakan
" kami tidak cukup uang kak" menunduk, hening hingga beberapa menit" kami tidak mampu membeli obat untuk itu, dan kakak saya pun sama"
" kenapa dengan kakak kamu"
" saya tidak tahu kak, kata ibu saya kakak memang memiliki kelainan, jadi harus sering kontrol jika kambuh"
Nara hanya mengangguk mengerti , tapi tujuan Nara menyusup kemari dan menyamar adalah untuk mencari tahu di mana keberadaan saudara kembarnya
__ADS_1
bersambung
maaf ya sobat author jika jarang update, karena author nya lagi sedikit sibukš¤