Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
83


__ADS_3

Sedang orang yang ada di dalam kamarnya masih di dalam mimpi nya, bagaimana tidak, tidur ada yang menemani dan di peluk nya seperti guling.


" sedang apa mereka , kenapa tidak ada yang membukakan pintu, dan kemana si asisten itu " kesal nya setelah berkali kali Eliza mengetuk pintu tapi tak kunjung di buka kan oleh pemiliknya


Eliza masih celingak celinguk ke kanan kiri, tidak ada orang yang lewat lagi, memang ini masih waktu dini hari, tapi Eliza belum merasa tenang jika belum melihat orang orang nya apa masih aman apa tidak


" selamat pagi nona " sapa Steven


" ah, astaga, bikin kaget saja, " gumamnya tapi masih tetap membalas nya " pagi juga, " dengan


" nona sedang apa , dan kenpa pakaian nona seperti ini "


Steven bertanya dengan bingung, Lantara Eliza memakai pakaian seperti gembel yang memiliki lobang dan bajunya pun sudah tak enak di pandang,


" bangunkan queen, tapi tak kunjung di buka " ketusnya


asisten Alex mengeluarkan sebuah benda pipih yang berada di kantongnya lalu menelpon seseorang, entah siapa, setelah selesai menelpon tidak butuh waktu lama pintu pun terbuka dengan seorang pria yang berpawakan besar, jika queenara bersamanya seperti anaknya saja,


Alex keluar dengan memakai baju kemeja yang semalam masih terpakai, hanya jasnya saja yang di lepas,


" ada apa " dengan dingin


" apa queen sudah bangun " tak kalah dingin 0ula Eliza menjawab


Alex pun mempersilahkan Eliza masuk, dan dirinya keluar begitu saja bersama Steven sang asisten yang selalu setia kemanapun tuannya pergi,


" mari tuan " dua ora pria dewasa berjalan beriringan entah akan menuju kemana yang pasti bagi Eliza tidak ingin mengetahuinya, ia pun masuk dan melihat gadis yang masih terlelap dalam tidur


" Astaga queen,,, " menepuk keningnya dan berjalan untuk membangunkan nya agar cepat bersiap


Edwin pun muncul setelah lama dirinya menunggu queenara dan Elisa lama, terpaksa Edwin mendatangi kakak kakak nya itu di kamar queenara


sedang orang yang di bangunkan saja baru masuk kamar mandi untuk membersihkan dirinya, Eliza kesal saat queenara di bangunkan tak kunjung bangun, ada saja alasannya yang membuat Eliza terpaksa menyeret queenara ke kamar mandi dan membasuh kan wajahnya


bukan maksud Eliza kasar, tapi waktunya sungguh hampir tidak banyak untuk digunakan menyiapkan diri, karena sebentar lagi kapal pesiar yang mereka tumpangi akan kembali berlabuh di dermaga X yang akan menjadi tujuan akhirnya


cklek


" sudah "


" hemm "


" maaf kan aku queen, " Eliza merasa bersalah sampai membuat queenara menjadi dingin kembali


queenara pun bersiap, dan hanya membungkus rambut legamnya itu agar tertutup oleh wig palsu dan memakai pakaian seperti ank preman dengan modal baju dan celana Copang caping.


" sudah "


" huh , " Eliza merasa bener bener bersalah sekali karena sudah menyeret nya ke dalam kamar mandi,


akhirnya mereka keluar dari kamar masing masing dan menuju ke kabin, untuk melihat jaraknya , memang tidak lama akan Sampai pada tujuannya


" huh, gara gara pria aneh itu,. aku jadi kesiangan , kan alhasil jadi kak El yang jadi sasaran ku " gerutunya karena merasa kesal pada pria yang sudah berani beraninya tidur satu kamar dengan dirinya , dan aneh nya kenapa malah dirinya merasa nyaman setelah tidur dalam pelukannya


" huh, buang jauh jauh pikiran itu " merasa frustasi memikirkannya


" jangan pukuli kepalamu itu sayang, nanti sakit " suara bass yang berada di belakang punggung nya dan memberhentikan gerakan tangannya yang tadi memukuli kepala sendiri


" kenapa anda masih berada disini " kesalnya dan membuang muka nya kearah lain, mengibaskan tangannya yang di pegang oleh Alex


" mau ikut kamu " tanpa merasa salam dan melingkarkan tangannya ke pinggang ramping milik gadis bermata biru keabuan

__ADS_1


" awas,! jangan pernah anda peluk atau cium saya sembarangan ! " marahnya dan pergi berlalu dari sana


" huh, sungguh sulit untuk menaklukan gadis sepertinya, " terkekeh " kadang gemes, polos, galak, apa lagi terlihat sekali barbar nya " Alex menggeleng kepala


" stev, bersiap lah, kita akan berlabuh, "


" siap tuan " jawab Alek di sebrang telepon


" kak El, kak el, ih, kemana si perginya nih orang " menggerutu berjalan melewati lorong menuju kamar dan juga dapur


" dih, yang di cari malah asik makan disini" berjalan menghampiri dan menarik satu kursi untuk di duduki nya


" bukan kah tadi kamu sedang marah dengan ku " tanya nya dengan menyuapkan nasi kedalam mulutnya


" kapan aku marah sama kak El " sedang Eliza hanya mengedikan bahunya. queenara pun ikut bergabung untuk mengisi perut agar bisa ikut beraksi nanti nya


selesai makan dua orang gadis berbeda usia itu beranjak pergi dari kursi nya untuk bersiap kembali .


" akhirnya sampai juga " gumam queenara saat sudah berada di luar untuk melihat suasana. terlihat dermaga X itu begitu ramai oleh orang yang sedang berlalu lalang untuk menaiki kapal dan juga turun dari kapan


" sudah siap "


" hemm "


mereka turun dengan tenang . tidak ingin membuat seseorang yang berada di balik orang orang yang berlalu lalang mengenali mereka.


para musuh mengetahui jika Eliza akan berkunjung ke kota x dengan seseorang, entah itu siapa tidak membuat mereka patah semangat untuk membunuh Eliza dan juga Edwin


" queen. " Eliza tegang saat melihat satu sisi ada mobil milik Paman nya yang terparkir cantik di ujung jalan


" tenang kak, mereka tidak akan tahu, bahwa kita sudah sampai, ayo. "


" selamat datang kembali tuan " anak buah nya memberi hormat


" hemm. cepat jalan "


mobil Alphard itu pun melaju dengan kecepatan sedang . sedang dua orang pria yang masih mematung di tempat mobil yang pergi begitu saja


" CK sungguh kasihan nasib ku ini " gumam nya lirih.


" di mana mobil nya " ujar nya pada sang asisten. tidak ingin tertinggal jauh oleh gadisnya yang susah payah di carinya


" mari tuan " Steven mempersilahkan tuannya untuk naik mobil dan mengikuti mobil yang di naiki oleh queenara. tapi di tengah jalan ada sesuatu yang mengganjal dalam pikiran Alex,


" ke arah mana kita ini "


" saya kurang faham tuan, saya hanya mengikuti mobil nona "


" oohh baik lah lanjutkan " meski perasaan nya tidak enak tapi tetap mengikuti


tiba tiba mobil yang di tumpangi queenara berhenti, lantaran ada orang yang berpura pura terjatuh di tengah jalan yang untuk melintasi mobil mobil lain, beruntung berhenti tepat sebelum mencapai orang yang sedang tergeletak di tengah jalan tersebut


" ada apa " tanya queenara dengan tenang dan mata terpejam


" maaf tuan, di depan sepertinya ada orang yang hadir tertabrak " jawab salah satu yang duduk di pengemudi


" cek "


mereka turun, tapi sebelu turun queenara berkata " waspada, kita berada di tanah musuh "


" baik tuan "

__ADS_1


mereka pun turun dengan santai nya dan menghampiri orang tersebut. belum sampai sudah di suguhkan dengan tembakan yang begitu tiba tiba


dorr


satu tembakan itu meleset ,hanya terkena pohon yang berada di sana


orang yang tadinya terkapar kini bangun dan menghajar dua orang anak buah milik queenara


bugh


bugh


hiaaa


hiaaa


bugh


akhirnya mereka pun berkelahi, dan beberapa orang keluar dari persembunyiannya dan maju menuju mobil putih yang di tumpangi queenara


brak


brak


" buka !!! "


" woy buka !! serahkan barang kalian semua ,"


mereka menggedor mobil Edwin yang terkejut langsung beringsut pada Eliza.


" siapa mereka kak, bikin jantungan saja " ucap Edwin masih memegang lengan Eliza


" tidak tahu. mungkin hanya perampok yang biasa jika jalanan sepi " Edwin hanya memanggut manggut


" apa kamu mau keluar, "


" untuk "


" memberi mereka pelajaran karena sudah mengganggu perjalanan kita "


" tidak, mereka akan pergi dengan sendiri nya " Eliza menautkan alis nya dengan bingung


" sudah selesai " ucap queenara saat kedua ank buahnya sudah masuk kembali kedalam mobil


" sudah tuan "


" jalan lagi "


Eliza masih bengong, " bukan kah tadi mereka sedang berkelahi, tapi kenapa mereka seperti tidak terjadi perkelahian , dan kemana mereka perginya , " ucapnya dalam hati , dan melihat kekanan kiri sisi jalan tidak ada satu orang pun yang tadi mereka menghadang mobilnya


Eliza meski terlahir dari keluarga ternama di penjuru kotanya tapi bakat yang di miliki masih kurang . terkadang Eliza sempat berfikir siapa di antara mereka yang memiliki kemampuan yang lebih besar dari dirinya .


mobil Alex yang mengikutinya pun terhenti ketika melihat ada perkelahian, saat ingin maju dan membantu, dirinya melihat ada segerombol orang datang menggedor pintu mobil, tapi tidak di bukakan, setelah lama mereka menggedor-gedor pintu tapi tak kunjung di buka , tiba tiba dari sisi samping tempat persembunyian , datang beberapa orang meringkus mereka tanpa suara


" siapa mereka " berkata pada pada diri sendiri


" saya tidak tahu tuan " Steven yang menjawab nya . meski jarak mobil mereka begitu jauh tapi mata elang mereka begitu jeli melihat dari kejauhan


" ikuti kembali "


bersambung

__ADS_1


__ADS_2