Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
bab 153


__ADS_3

malam hari, begitu ramai nya, walau hanya ada dua orang anak kecil, dan di tambah dengan bunga yang membuat kerusuhan kepada ke dua keponakan nya


'' jangan bunga,, kau selalu membuat mereka menangis saling bergantian..'' omel Kiara menatap jengah sang adik


'' mereka aja yang lebih dulu.. itu..'' tunjuk bunga pada dua bocil yang beranjak mendekat ke arah bunga


'' kau ini,, jangan seperti anak kecil bunga..'' lerai Daren


'' siapa yang bicara sih,, kok gak ada orang nya..'' ucap bunga mengabai kan teguran Daren


'' anak ini,, kenapa malah semakin menjadi saja,, awas saja kau,, nanti di rumah, kalau bunda dan ayah pergi lagi, , Abang akan meninggal kan mu..'' ancam Daren berharap membuat bunga takut


'' tinggal kan saja, aku tidak perduli..'' ucap bunga memaling kan wajah nya


membuat Daren seperti kebakaran jenggot, ia tak tau harus mengatakan apa lagi, kepada bunga, hanya bisa menghela nafas berat saja,


'' sudah larut malam, lebih baik kami pulang..'' ucap Daren menoleh ke arah Kenan


'' loh... tidak menginap di sini sekalian kah..'' tanya Kenan menatap ke arah Daren dan leya


'' tidak bang,, ayah mertua tadi pesan, kalau malam ini harus pulang, ayah masih rindu dengan Sammy..'' ucap Daren


membuat Kenan mengangguk mengerti, Daren dan leya pun pamit kepada Kenan dan Kania


'' bunga,, ayo pulang..'' ajak Daren pada bunga


'' aku gak mau,, aku mau bersama Hanum saja..'' ucap bunga menolak ajakan Daren


'' biar kan saja bunga di sini, besok pagi, kalau dia mau pulang,, Abang antar ke rumah ayah..'' ucap Kenan pada Daren


'' ya.. sudah kalau begitu,, kau jangan merepot kan bang Kenan dan kak Kiara ya.. bunga..?'' ucap sinis Daren


'' tidak akan,, Abang tenang saja..'' ujar bunga dengan suara mantap


'' baik lah kalau begitu bang,, kami pulang dulu..'' ujar Daren lagi


Kenan mengantar kan Daren sampai depan teras rumah mereka, sedang kan bunga, sudah membawa Hanum masuk ke dalam kamar tamu


'' Hanum nya mana..'' Kenan masuk ke dalam rumah setelah kepergian Daren,


ia celingukan mencari keberadaan Hanum, yang tidak ada di kamar mereka


'' Hanum ada di kamar tamu,, kata nya mau tidur dengan onti..'' ucap Kiara merebah kan tubuh nya memiring ke samping


'' ya.. gak ada yang di ganggu deh malam ini..'' keluh Kenan

__ADS_1


'' itu lebih bagus, agar aku bisa tidur nyenyak..'' ucap Kiara sambil menarik selimut menutupi separuh tubuh nya


'' tapi bagus juga,, agar aku bisa mengganggu mama nya sepuas ku..'' celetuk Kenan


membuat Kiara memekar kan mata nya tak percaya atas celetukan dari suami bocah nya itu, suami bocah, bisa bikin bocah


'' dasar suami bocah,, apa gak tau ya.. aku ini lagi capek..'' dengus Kiara


.'' eh.. ngomong apa barusan..'' tatapan menghunus mengarah ke Kiara langsung dari Kenan


'' suami bocah..'' ujar Kiara lebih keras lagi


'' bocah-bocah gini, bisa cari nafkah kamu, bocah-bocah gini, udah punya bocah ya.. asal kamu tau..ya...'' ucap Kenan berjalan naik ke atas ranjang


'' aku gak mau Kenan,, kamu sana,, aku lagi capek.'' ujar Kiara mencoba menghalau Kenan


.'' gak akan bisa,, kami harus puas kan aku malam ini..'' ucap Kenan tak melepas kan Kiara dari dekapan Kenan


'' mama ... Kenan jahat..'' teriak Kiara begitu kuat


'' eh...itu mama aku ya.? kamu punya itu bunda .'' ucap Kenan pada kiara


'' biarin, masa bodo,, aku duluan yang punya mama itu, bukan kami ya..'' ujar Kiara kepada Kenan


membuat kenan terdiam sejenak, memikir kan apa yang di ucap kan oleh Kiara,


'' tanya mama sana, siapa yang lebih dulu punya mama,, aku apa kamu,,..'' ucap Kiara lagi sambil terkekeh kecil


'' ya..jelas kamunlah..'' ucap Kenan gemas, ia menyambar pipi Kiara


'' jangan Kenan,, aku gak mau kamu sentuh tau..'' ucap Kiara meronta meminta di lepas kan oleh Kenan


'' kayak di sentuh siapa saja Yang,, aku ini suami mu loh..''


'' gak perduli,, sana pergi jauh..'' usir Kiara pada Kenan


'' dosa loh,, nolak suami..'' ucap Kenan sambil tersenyum kecil


'' gak perduli,, sana kamu, biar aja aku berdosa, toh.. kamu yang nanggung dosa aku kan..'' ujar Kiara lagi


'' mana seperti itu konsep nya Yang,, ada pula seperti itu..'' ucap Kenan geleng kepala


sedang asik membujuk Kiara, Kenan tak mau mengalah sedikit pun kali ini, namun sayang, ada saja pengganggu malam ini


'' kak... buka pintu nya, Hanum nangis ini..'' ucap bunga sambil mengetuk pintu kamar Kiara berulang kali

__ADS_1


'' iya... sebentar..'' saut Kenan cepat


'' mengganggu saja,, papa nya belum bisa meluluh kan mama mu ini, malah menangis pula..'' gerutu Kenan kuat


membuat Kiara tertawa lepas melihat wajah cemberut Kenan, ia pun ikut turun dari ranjang ikut melihat ke adaan Hanum


'' apa gak bisa di diam kan saja sih,, menyebal kan sekali kau ini bunga..'' sungut Kenan


'' Abang kenapa sih,, kok? malah marah sama bunga,, aneh deh..'' ujar bunga mengeryir heran


'' sudah jangan hirau kan Abang mu itu,, bawa sini Hanum nya,, kenapa Hanum menangis..'' tanya Kiara mengacuh kan kenan


'' gak tau kak,, tiba-tiba aja Hanum nya nangis cariin mama nya,,..'' ujar bunga ikut masuk ke dalam kamar Kiara


'' kamu mau apa..'' tanya Kenan melirik ke arah bunga yang ikut masuk ke dalam kamar


'' mau masuk lah bang,, mau ngapain lagi..'' heran bunga melihat sikap Kenan


'' masuk aja bunga,, abai kan saja Abang mu itu..'' suruh Kiara


membuat Kenan semakin mendengus sebal, ia menatap ke arah ketiga wanita yang ada di kamar nya, seketika ia meraup wajah nya karena prustasi


'' mau kemana kamu..'' tanya Kiara melihat Kenan hendak pergi


'' mau cari angin..'' sentak Kenan kesal


'' angin di carik,, kemasukan angin baru tau rasa kau bang..'' celetuk bunga


'' biar aja,, dari pada di dalam rumah kemasukan api..'' sungut Kenan


'' sensi amat kau bang,, buat aku takut aja..'' ujar bunga menatap wajah Kenan merasa aneh


'' biarin,, wajah Abang kan,, lebih seram dari setan..'' ucap Kenan merengut kesal


ia berjalan cepat keluar dari kamar, meninggal kan ketiga wanita yang membuat nya semakin panas, sudah panas di tolak, panas lagi melihat adabpengganggu di kamar


'' Abang kenapa sih.. kak? wajah nya kok? muram gitu..'' tanya bunga menatap Kiara yang sudah berbaring di atas ranjang memeluk Hanum


'' udah? biarin aja,, nanti kan baik sendiri..'' ujar Kiara mengabai kan wajah kesal Kenan


bunga pun hanya menuruti apa yang di ucap kan Kiara kepada nya


'' kak? aku tidur sini ya.. aku belum berani tidur di kamar tamu sendirian..'' pinta bunga pada Kiara


'' ya..udah,, kamu tidur aja di sebelah hanum? biar aja Abang mu, ke kamar tamu..'' ucap Kiara

__ADS_1


membuat bunga membaring kan tubuh nya di sebelah hanum, seperti apa yang di perintah kan oleh kiara


...****************...


__ADS_2