Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
Hanum 8


__ADS_3

Usai drama sendok, kini aku pun 8kut berjalan ke arah halaman belakang mengikuti dua pemuda yang selalu menjadi teman ku jika berada di rumah


'' bawa minum nya kan..'' tanya Kahfi pada Ihsan yang berada di belakang ku


" tentu nya dong, mana tahan, ngemil gak ada minum.." jawab Ihsan


" mau apa di sini sih.." heran ku menatap ke dua adik ku ini


" mau mer***k sedari tadi gak bisa, ada papa di dalam.." ujar Kahfi


" ya..ampun, kamu ngero*** dek.." tanya ku pada mereka berdua


" banyak stres kak, pelajaran numpuk banget, cuma penghilang stres aja kok? saut Kahfi


" tapi kamu sudah lulus sih.." heran juga lama-lama dengan Kahfi ini


" dulu sebelum lulus sering, jadi kecanduan .." saut nya lirih


Aku hanya mengangguk saja, membiar kan mereka berdua dengan benda putih yang terselip di jari mereka berdua


Aku pun mencari tempat ternyaman ku, di mana lagi, kalau bukan berbantal kan Kahfi dan beralas kan Ihsan


" enak banget sih jadi kakak.. Adik nya di jadi kan alas nih.." protes Ihsan


" gak apa sih dek.. sesekali aja sih, nanti juga gak bisa manja-manjaan sama kalian berdua.." saut ku merebah kan kepala ku ke paha Kahfi


" sama suami nya sana, udah punya suami sih.." saut Kahfi


" gak nyaman.. Kayak gini.." ujar ku terkekeh kecil


Padahal bukan itu alasan nya, mas imam tidak pernah mau di sentuh sedikit pun oleh ku


Apa lagi aku mau berbuat seperti ini, yang ada dia akan mengamuk besar kepada ku


" kak.. Kenapa Kakak bisa nikah tanpa ngabarin kami lebih dulu.." tanya Ihsan

__ADS_1


Kahfi mau pun aku menoleh ke arah nya, sedang kan Kahfi beralih lagi menatap ke arah ku, ia juga ingin jawaban nya sama seperti Ihsan


" di jodoh kan mama papa.." saut ku singkat


" lah.. Kok bisa,? Tanya Ihsan terkejut, sedang kan expresi wajah Kahfi, ia lebih menunggu jawaban apa yang akan ku berikan kepada mereka


" alesan mama sih.. kasihan kata nya, teman mama yang sekarang menjadi mertua Kakak itu mengidap penyakit kangker, tapi entah kangker apa kakak gak tau pasti...


" temen mama itu, mengingin kan menantu sebelum ia di panggil sama yang kuasa, sedang kan mertua kakak itu gak setuju sama pacar anak nya yang mau jadi calon menantu nya, jadilah kakak yang di jadi kan korban


Temen mama itu mau nya kakak yang menjadi menantu nya, karena hal itu lah, mama dan papa iba lihat temen mama itu, mau gak mau, kakak di bujuk sama papa dan mama agar menerima lamaran mereka,


" nah... Yang jadi masalah nya, suami kakak itu, gak suka sama sekali sama kakak, suami kakak itu benci sama kakak, papa dan mama tidak tau perihal ini mau tidak mau, kakak harus merahasiakan hal ini dari mereka


Kakak membuat kan suami kakak pergi sesuka hati nya mencari tempat berlibur, sedang kan kakak berada di rumah terus


Setelah menikah, ini lah kali ke dua kakak bisa berkunjung ke rumah mama dan papa, biasa nya kakak langsung di suruh pulang, sedang kan dia bebas kemana pun yang dia mau.." ucap ku tersenyum kecut


" kenapa tidak kakak tinggal kan saja lelaki seperti itu.." saut Ihsan penuh emosi


" kasian sama mama nya, soal nya mama nya sampai sekarang masih melawan penyakit nya, mana mungkin kakak berani lagi menambah kan penyakit nya.." ujar ku terduduk bersandar di bahu Kahfi


" kakak tidak pernah mendapat kan perlakuan pisik kan dari suami kakak saat ini.." tanya Ihsan menggebu-gebu


Aku hanya menggeleng kecil saja menanggapi perkataan Ihsan, sedang kan Kahfi hanya pendengar setia saja


" awas saja dia, kalau berani memukul kakak, aku yang akan maju menghajar nya habis-habisan.." sungut Ihsan


Membuat ku tertawa geli dengan emosi nya yang menggebu tersebut, aku terharu di sini, semua keluarga ku mendukung ku


Tidak sekali pun keluarga ku menjatuh kan ku, walau pun aku salah, tapi mereka tetap berada di sini ku


" apa-apaan ini, di dalam keluarga sedang berkumpul, apa yang kau lakukan ini.. CK.. Memalukan sekali.." ujar seseorang membuat kami bertiga langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut


" apa papa dan mama mu tidak tau kelakuan anak mereka seperti apa, kau lagi, kenapa kau berada di satu sisi di mana di kanan dan kiri mu semua adalah pria.." ujar nya lagi,

__ADS_1


Kami bertiga hanya saling pandang ketika mulut mas imam begitu lancar nya berbicara tanpa melihat siapa yang sedang berada di sisi ku saat ini


" jaga bicara mu mas.." ucap ku lirih pada nya


" apa yang harus ku jaga, seharus nya kau yang menjaga Marwah mu, kau itu istri orang, tidak sepantas nya kau berada di dalam pelukan dua pria sekaligus.." ujar nya berapi-api


" ini suami ternyata.." saut Ihsan santai


Ia tak menyertakan memanggil ku kakak nya, mungkin ia akan memancing keributan yang di ciptakan oleh mas imam yang salah paham terhadap kami


" iya.. Aku suami nya, kalian siapa, mengapa kalian berdua berpelukan dengan istri ku, apa kalian berdua kekasih nya.." ucap mas imam menatap ke arah Kahfi dan Ihsan secara bergantian


" apa keluarga mu sudah biasa melihat tingkah laku mu yang seperti ini.." tuduh mas imam kepada ku


Membuat ku menghela nafas panjang ketika mas imam malah menuduh ku tanpa bertanya lebih dulu, siapa mereka berdua


" ini masalah kita mas, kenapa kau membawa keluarga ku masuk ke dalam nya ." ucap ku lantang


Emosi ku memuncak sudah ketika berhadapan kepada mas imam, aku tidak masalah ia menyudut kan ku, tapi jangan bawa-bawa keluarga besar ku


" karena membiar kan mu berduaan dengan mereka berdua.." ucap nya sinis


" kau tidak mau bertanya lebih dulu, siapa kami.." ujar Ihsan bersedekap tangan nya di dada


" mengapa aku harus bertanya, toh.. sudah pasti kalian berdua itu kekasih nya kan.." ujar mas imam lagi


" tunggu-tunggu.. bukan kan kamu?.. Kak apa ini.." ujar Kahfi mungkin ia baru menyadari siapa mas imam


" bukan kah kau yang berada di tokoh emas tadi siang kan." ujar Kahfi menuding wajah mas imam


" singkir kan tangan mu yang kotor itu.." ujar mas imam menepis tangan Kahfi


" bukan tangan ku yang kotor... Tapi pikiran mu yang kotor.." ujar Kahfi terkekeh kecil


" apa maksud mu.." tentu saja mas imam keheranan dengan jawaban Kahfi barusan

__ADS_1


Entah kenapa, semua keluarga besar ku keluar satu persatu dari pintu dapur yang terhubung ke halaman belakang


...****************...


__ADS_2