Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
bab 96


__ADS_3

malam hari, semakin ramai di kediaman Kenan, menambah kesan kekeluargaan yang kini tengah baik-baik saja


penuh dengan canda tawa membuat sang pemilik rumah pun tak tinggal diam, mereka berdua pun ikut menyeru kan suara mereka di saat malam berkumpul nya keluarga besar Hani dan Aldo


'' bang.. minta ikan nya dong..'' pinta Dita dengan suara yang sengaja di buat selembut mungkin kepada Kenan


'' kau kan punya tangan, apa guna nya tangan mu, jika tidak kau guna kan.'' protes kiano dengan suara keras


'' Abang ini kenapa sih,, aku kan hanya ingin meminta kepada bang Kenan, kenapa bang kiano yang sewot jadi nya..'' Dita berengut kesal, ketika kiano menjawab perkataan Dita


'' kau tidak melihat kah, bahwa Kenan sudah seutuh nya milik kak Kiara, kau jangan membuat keributan di sini ya .'' ancam kiano menuding ke arah wajah Dita yang terlihat kesal dan menyebar kan, menurut kiano


'' bang Kenan kan tetap Abang ku, memang nya salah kah..'' ucapan Dita membuat Dion yang tak jauh dari rombongan para anak muda pun mendekat


'' ada apa ini, jangan bilang Dita membuat ulah lagi..'' Dion melirik sejenak ke arah putri kesayangan nya itu


'' ini om, Dita nya buat ulah lagi,, kepada Kenan nya, jelas saja kiano tidak terima om..'' ucap kiano sambail menunjuk ke arah Kenan


'' sebelum kesini kan? ayah sudah memperingat kan kamu dita? apa tadi kamu tidak mendengar nya Dita, masih saja kau mengganggu kak Kiara dan juga bang Kenan, harus bagai mana lagi ayah memberi memberi tahu mu dita..'' geram Dion merasa malu atas tindakan putri nya


'' ayah... aku suka dengan bang Kenan, apa Dita salah ayah..'' ucap Dita berterus terang di hadapan sang ayah


'' jelas saja kamu salah Dita, kau ini adik nya, apa mungkin seorang adik menikahi Abang nya sendiri..'' jelas Dion dengan nada lantang


'' kak Kiara itu kakak nya juga, tapi tidak ada yang melarang nya..'' ucap Dita menunjuk ke arah kiara

__ADS_1


'' jelas saja tidak ada yang melarang nya, karena kak Kiara itu bukan lah anak papa Aldo dan mama Hani, kak Kiara itu anak ayah Yudis dan bunda Dania Dita, lagian kau ini masih kecil Dita, kau hanya perlu memikir kan bagai mana pelajaran mu, bukan malah merecoki hubungan orang lain..'' kesal Dion sudah tidak tertahan kan lagi,


dengan segera mungkin, Dion menarik sang putri untuk pergi meninggal kan suasana halaman belakang rumah Kenan,


'' ada apa yah..'' Diana menghampiri Dion yang muncul dari halaman belakang, karena posisi diana saat ini berada di dapur bersama dengan Hani dan Dania


'' anak mu membuat ulah lagi ini..'' tunjuk Dion di depan wajah Dita


'' ya.. Allah Dita, harus bagai mana lagi ibu berkata pada mu, apa harus ibu mati baru kamu akan berubah..'' Diana menangis pilu menatap sang putri yang lagi-lagi berulah


'' ibu.. jangan berbicara begitu..'' Dita ikut menangis juga melihat sang ibu menangis pilu karena diri nya


'' kalau dengan ibu mati, kamu baru akan berubah, baik.... ibu akan lakukan apa yang membuat mu berubah..'' Diana menggenggam pisau buah yang sempat ia penggang tadi, membuat semua orang yang ada di dapur panik seketika


'' Diana, apa yang kau lakukan..'' Hani mendekat ke arah Diana


'' hiks..hiks..ibu jangan,, Dita mohon, hiks.. Dita tidak akan mengulangi nya lagi..'' tangis Dita pecah saat itu juga, sedang kan Dion sudah merah padam melihat Diana yang nekat


'' ada apa ini..'' Alan datang dari arah depan, melihat pemandangan dapur yang mencekam


sedang kan yang di halam belakang, yang mendengar keributan di dapur pun, ikut masuk ke dalam melihat apa yang terjadi di dalam


'' Diana, apa yang kau lakukan..'' ana sebagai ibu merasa ada yang merasa hati nya sakit, ketika melihat sang putri melakukan tindakan nekad


'' Diana sudah tak sanggup lagi ma, biar kan Diana pergi dengan tenang..'' ucap Diana lagi

__ADS_1


'' jangan nekat sayang,, apa yang membuat anak mama sampai nekat seperti ini, menyelesai kan masalah tidak harus dengan b*n*h diri seperti ini, itu tidak akan menyelesai kan masalah sayang, kita akan bicara kan dengan hati dingin dan tenang..'' pinta ana pada Diana


'' hiks..oma..hiks.. tolong ibu, Dita tidak akan mengulanginya lagi..'' Dita berlari pada sang Oma untuk meminta bantuan


'' lihat lah Dita, apa yang telah kau perbuat membuat ibu mu tertekan, apa kau tidak kasihan melihat ibu mu seperti itu..'' sentak Ella yang mendekat ke arah Dita


'' Oma... Dita salah.. maaf kan Dita ibu..'' uajr Dita masih dengan menangis,


sedang kan ana masih terus saja membujuk Diana agar melepas kan pisau yang ia genggam, sedang kan Kiara dan yang lain nya, begitu shok melihat kejadian di depan mata mereka


'' jangan lakukan itu Diana, istifar Diana, mama masih butuh anak, jangan mengurangi jumlah anak mama..'' ucap ana membuat Adam yang ada di ujung pintu menahan tawa


'' iss.. mama, malah bercanda pula, lihat kondisi dong ma.. kalau mau bercanda..'' omel Alan yang menoleh ke arah ana


'' salah mama apa sih pa.., kan memang benar, nanti anak mama berkurang jumlah nya, mama gak mau itu pa..'' ujar ana membuat Ella juga ikut menahan tawa, sambil mendekap Dita erat


'' ampun deh ma..'' Alan geleng kepala menatap sang istri


tidak sabar dengan tindakan sang istri, Alan yang melihat Diana lengah pun, mejantuh kan pisau yang semula di genggam diana, dengan cara menepis nya


'' pa... jangan halangi Diana pa.. Diana sudah tidak sanggup menahan malu atas perbuatan putih ku sendiri, padalah kami tidak pernah mengajar kan Dita seperti itu, Diana gagal pa.. Diana gagal mendidik nya papa..'' adu Diana sambil memukul dada nya yang terasa sesak karena kebanyakan menangis


'' ayo berdiri, kamu tidak gagal mendidik anak mu dengan benar, mungkin anak mu yang terlampau melewati batas nya, hingga membuat mu kecewa..'' ujar Alan memapah Diana berdiri,


Alan juga merangkul Diana kedalam dekapan nya, memberi kan rasa aman dan nyaman, Alan tidak mau membuat menantu nya lebih tertekan lagi, atas perbuata sang cucu

__ADS_1


'' Diana salah apa pa,, sampai-sampai anak Diana berani berbuat begitu, Dania kecewa pada diri Diana sendiri pa,, karena tidak bisa memberi kan peringatan pada anak Diana..'' ucap Diana masih menangis sendu


...****************...


__ADS_2