Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
bab 132


__ADS_3

'' apa kabar hari ini..'' sapa kiano dari panggilan telepon yang terhubung antara Kiara dan kiano


'' kabar baik paman...'' saut Kiara sambil terkekeh kecil menanggapi sapaan kiano


'' jelek sekali, memanggil ku paman, aku tak mau sebutan itu di semat kan untuk ku..'' ujar kiano bersungut kepada Kiara


membuat Kiara dan juga Kenan yang mendengar itu tertawa lepas, melihat wajah kiano yang kesal, membuat Kiara semakin ingin menggoda kiano


'' lantas,, sebutan apa yang cocok untuk mu..'' ujar Kiara kembali


'' yang lain.. aku tak ingin sebutan itu pada ku.. kesan nya aku terlalu tua..'' ucap kiano pada Kiara


'' apa lagi yang cocok untuk mu, itu sudah lebih pantas dan cocok sekali untuk mu..'' ucap Kiara seraya tertawa kecil


'' aku tak mau itu, aku masih muda, bahkan umur ku belum mencapai dua puluh tahun..'' saut kiano tak terima


'' ya..sudah... ya.. sudah,, bagai mana kalau om.. saja .'' ujar Kenan menengahi


'' memang nya kau pikir aku om.. om.. yang ada di pinggir jalan,, atau om girang .'' ucap kiano menyolot


'' lah.. jadi kau mau di panggil apa sebenar nya,, jangan terlalu banyak bertele-tele sekali.. tidak usah berbasa-basi begitu kiano, kau mau di panggil apa sebenar nya, tinggal bilang saja,? membuat ku muak saja..'' ucap Kenan seraya menatap sinis ke arah kiano yang ada di layar ponsel nya


membuat kiano di seberang sambungan telepon sana seraya tertawa lepas, melihat wajah marah Kenan kepada nya


'' kau terlalu banyak emosi Kenan, begitu saja kau langsung marah..'' ujar kiano


'' dasar,, kembaran menyebal kan,, entah apa aku bisa satu dalam kandungan yang sama dengan mu..'' sungut Kenan terbawa emosi


'' kau tak terima Kenan,, tanya kan saja kepada mama dan papa, mengapa mereka bisa membuat kita dalam waktu yang bersamaan..'' ucap kiano berdecak kesal


'' kau saja yang mau ikut dengan ku,, aturan nya kau biar kan aku saja dalam perut mama masa itu..'' ujar Kenan lagi


'' eh... kenapa aku pula, kan? aku duluan yang lahir, baru kau..'' sungut kiano


'' karena aku mendorong mu lebih dulu itu, maka nya kau duluan yang terlahir..'' jawab Kenan santai


'' mana ada seperti itu, kemana-mana yang pertama lahir itu lah yang pertama berada di dalam rahim..'' ucap kiano tak mau mengalah


'' kalian ini bahas apa sih,, lihat nih.. sanum bingung melihat kalian berdua..'' ucap Kiara mantap jengah kedua nya


'' kiano duluan ini sayang, selalu saja mencari gara-gara dengan ku..'' ucap Kenan menunjuk ke arah layar ponsel milik Kiara

__ADS_1


'' kalian berdua ini sama saja, membuat ku pusing saja.. lebih baik aku dan Hanum pergi saja..'' ucap Kiara berlalu dari hadapan Kenan dan kiano


'' loh..loh ..loh... kalian mau kemana,, aku belum puas melihat Hanum kak..'' ucap kiano dari dala ponsel


'' hhmm...kasian sekali,, Kiara sudah pergi menjauh..'' ejek Kenan kepada kiano


'' kalian tidak asik,, aku ingin berbicara denganhanum lebih lama,, kau ini memang mengganggu saja Kenan..'' ucap kiano kesal kepada Kenan


'' apa urusan nya dengan ku, terserah ku lah, lagian mereka berdua kan? bidadari milik ku,, kau cari lah sana bidadari milik mu..'' ucap Kenan santai, membuat kiano menghela nafas panjang


'' kau terlalu pelit Kenan,, aku tak suka dengan mu..'' ujar kiano berdecak kesal


'' aku tidak perduli, terserah ku lah..'' ucap kenan, menambah emosi kiano semakin memuncak


'' aahhh... pergi saja kau sana menjauh..'' ucap kiano seraya mematikan sambungan telepon milik nya, menyisakan kenan yang geleng kepala


karena kiano tak ada mengucap kan salam terlebih dahulu, sebelum memutus kan sambungan telepon dari nya


'' Yang.... ini ponsel nya.. aku mau ke kafe sebentar..'' ujar kenan memberikan ponsel nya kepada Kiara


'' kenapa di bawa kemari, taruh di kamar saja aturan nya..'' ucap Kiara menerima ponsel nya lalu memasukan nya ke dalam saku


'' aku mau ke kafe sebentar..'' ucap Kenan pamit


'' aduh... anak gadis papa mau ikut...nih..?' ucap Kenan mencolek hidung Hanum


'' bawa aja lebih dulu, aku mau mengambil tas kecil..'' ucap Kiara memberi kan Hanum ketangan Kenan


'' jangan lama ya..'' ucap Kenan menatap kepergian Kiara masuk ke dalam kamar


'' siippp...'' ucap Kiara


tak berselang lama, Kiara pun datang membawa tas kecil dan juga kain gendongan untuk Hanum


'' Yang,, bisa tidak nanti malam... udah lama nih menganggur..?'' ucap Kenan menatap Kiara


'' apa nya,,..?'' saut Kiara dengan ekspresi bodoh


'' isss.. menyebal kan sekali mama mu Hanum.. pengen papa cubit aja pipi nya yang cabik itu..?'' ucap Kenan sedikit kesal dengan sautan bodoh Kiara


'' apa sih Yang,, beneran deh,, aku gak ngerti sama sekali..?'' ucap Kiara apa ada nya

__ADS_1


Kiara tidak konek dengan permintaan Kenan barusan, ia hanya menatap bodoh ke arah Kenan


'' sudah lah,, ayo ke kafe,, sebelum ke sorean..?' ujar Kenan sedikit kesal


membuat Kiara bertambah tidak mengerti apa maksud dari ucapan Kenan barusan


mengikuti langkah kaki Kenan menuju kafe, dengan menenteng tas kecil milik nya yang berisi kan perlengkapan hanum,


sedang kan hanum, di bawa oleh Kenan dengan kain gendongan, sesampai nya di kafe, Kenan memberi kan Hanum ke pada Kiara,


sedang kan Kenan menahan kesal, dengan tidak berbicara sama sekali, ia kebanyakan diam, sedang kan Kiara masa bodoh dengan perubahan sikap Kenan barusan


'' kita ke depan yuk sayang..?'' ajak Kiara kepada Hanum


Kenan hanya melirik Kiara dengan ekor mata saja, tanpa menoleh sedikit pun, ia masih kesal dengan Kiara yang tak paham akan kode dari nya


Kiara memilih berjalan-jalan di sekitar kafe dengan Hanum dalam gendongan nya,,


'' Hay.. adek manis.. udah mulai boleh keluar ya..?'' sapa para pelayan kafe yang melintasi Kiara


'' iya tente..?'' saut Kiara seraya tersenyum lebar


mengganti kan Hanum untuk berbicara pada sapaan pelayan kafe tersebut kepada Hanum


'' wuih.. gemes deh..?'' ucap nya sedikit menggeram gemas melihat pipi cabik Hanum


'' aduh...aduh.. ada peri kecil..?'' ucap pelayan laki-laki yang ikut gemas dengan Hanum


Kenan yang melihat Kiara berdiri di antara satu wanita dan pria, sedikit merasa gelisah, ia takut Kiara di goda


'' hay.. om, lagi kerja ya..?'' tanya Kiara menatap karyawan laki-laki tersebut


sedang kan Kenan sudah tidak tahan melihat Kiara dan Hanum di rubungi oleh karyawan nya, sipat posesif Kenan pun mulai keluar kembali seperti sedia kala


'' buk bos,, boleh pinjem peri kecil nya tidak..?'' tanya si pria tersebut kepada Kiara


'' aduh... gimana ya, bukan nya gak ngasih, cuman, hmm.. bingung mau ngomong apa..?'' saut Kiara


'' aduh... bidadari papa sudah di rubungi banyak orang..?'' celetuk Kenan dari belakang mereka bertiga


'' eehhhhhh

__ADS_1


...****************...


__ADS_2