Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
bab 97


__ADS_3

'' sudah lah Diana, mungkin ini lah ujian untuk mu, semoga kau kedepan nya jangan mengulangi perbuatan bodoh mu ini, perbuatan mu ini akan membuat kau rugi seumur hidup, Allah melarang setiap hamba nya untuk mengambil jalan tengah Diana..'' nasehat alan pada diana


setelah Diana sedikit tenang, Dion menyeret paksa Dita pulang begitu juga dengan Dito, sedang kan Diana, hanya terdiam sepanjang perjalanan mereka,


kepulangan Dion dan keluarga membuat keluarga Alan berkurang, namun begitu Dion pulang, kini berganti dengan Dina dan Fikri yang datang ke rumah Kenan


'' kenapa ini, wajah nya kenapa pada lesu begini..'' tanya Dina celingukan melihat semua orang


'' gak ada apa-apa, kalian sudah makan..'' ana menyambut Dina dengan hangat


'' belum pa,, ini kemari mau minta makan, gak apa kan, sesekali minta makan pada keponakan sendiri..'' ucap Dina terkekeh kecil


'' mari mama temani ke dapur, kalau kalian mau makan..' ajak ana pada Dina dan Fikri


'' kamu gak makan sekalian leya..'' panggil ana pada leya


'' leya nanti saja Oma..'' saut leya yang memang kurang berselera untuk mengisi perut,


Karena semua yang masuk, pasti akan keluar kembali, leya mencegah hal yang akan menjadi pertanyaan yang sulit di jawab oleh leya nanti nya


begitu leya menolak ajakan makan, ana. dan Dina juga Fikri, mereka bertiga melangkah kan kaki ke arah dapur di ikuti oleh Ella dan Dania, sedang kan Hani tertinggal di ruang tamu


'' eh... leya, kenapa muka nya lusu gitu, kayak gak ada semangat nya begitu..'' tanya Hani mendekat ke arah anak dina


sedang kan Kenan dan Kiara saling pandang, mereka tau apa yang terjadi pada leya, mungkin itu adalah hormon kehamilan yang di alami leya saat ini


'' masak iya ma... perasaan leya biasa saja..'' saut leya seraya mengelus wajah nya


'' iya sayang, kamu seperti kurang sehat begitu..'' kata Hani lagi


leya pun bingung harus menjawab pertanyaan hani, tak mungkin saat ini ia jujur, karena akan membuat keluarga nya malu atas perbuatan nya


'' mama apa kabar, sehat kan..'' tanya leya mengalih kan pertanyaan Hani barusan


'' mama pasti nya sehat dong, lihat ini, mama masih bisa sampai di sini..'' ujar Hani tersenyum lebar menatap leya


'' Alhamdulillah kalau begitu, leya senang mendengar nya..'' ucap leya memeluk lengan Hani


'' eh.. mama gue itu..'' celetuk Kania merasa terabai kan oleh Hani

__ADS_1


'' mama aku juga ya..'' ujar leya tak mau kalah dari Kania


'' papa... lihat itu kak leya, gak mau melepas kan mama aku..'' adu Kania pada aldo


'' ya.. ampun Kania, sudah besar loh kamu ini, lagian kan kakak kamu jarang bertemu dengan mama..'' saut Aldo geleng kepala dengan aduan Kania barusan


'' tapi kan, gak harus meluk di tempat aku juga.. pindah, sebelah sana,, itu tempat kak Kiara aja..'' usir Kania pada leya


membuat leya bengkit dan menoleh sekilas kepada Kania yang berkacak pinggang di Depan nya dan juga Hani


'' emang nya ada begitu ya..'' tanya leya heran,


belum lagi leya beranjak, Kiara sudah menempati tempat nya, membuat Hani terjingkat kaget, begitu juga dengan leya,


yang mula nya ia ingin pindah, jadi mengurung kan niat nya, karena ada nya Kiara tepat di samping Hani sedang melakukan hal yang sama dengan leya


'' kakaak..pindah gak, Kania di mana, kalau semua kalian tempati..'' Rajuk Kania sambil menghentak kan ke dua kaki nya


'' kamu ke papa aja.. lagian ini kan tempat aku..'' tunjuk Kiara pada Aldo yang geleng kepala ketika para anak nya sudah berebutan tempat


'' kak leya pindah, Kania gak mau ke papa..'' rengek Kania membuat Kiara dan juga leya mengerjai Kania


'' gak mau, aku kan sudah bilang, baru ini memeluk mama, kamu kan sudah puas kania..'' ujar leya yang tak mau melepas kan dekapan nya pada Hani


'' ye.. malah ngadu pulak..'' Kiara berdecak sebal menatap ke arah Kania


tanpa menghirau kan perkataan Kiara, Kania tetap merengek di depan Kenan, kalau merengek di depan sang papa, yang ada Kania di dekap oleh Aldo nanti nya


'' Abang,, cepetan ambil ini kak Kiara nya..'' suruh Kania lagi


sedang kan bunga dan Daren melongo melihat tingkah laku Kania yang masih seperti anak kecil, padalah usia nya lebih tua dari bunga


'' kenapa kau geleng kepala... begitu..'' ujar kiano menertawa kan bunga yang terkejut dengan aksi Kania


'' seperti anak kecil saja bang, bunga aja gak seperti itu..'' ucap bunga menatap heran ke arah Kania


'' sudah biasa, melihat pemandangan seperti itu..'' kata kiano terkekeh, melihat wajah heran bunga


'' kiano, yang itu siapa..'' tanya Daren penasaran pada leya yang sedang bergelanyut manja pada Hani

__ADS_1


'' oh.. itu adik sepupu ku, anak nya ayah Fikri dan ibu Dina, adik nya mama..'' ujar kiano menunjuk ke arah leya


'' manis..'' hanya itu saja yang keluar dari mulut Daren membuat kiano dan Bunga menatap heran ke arah Daren


'' Abang bilang apa barusan..'' sentak bunga menatap tajam ke arah Daren


'' anak kecil.. gak perlu tau kamu..'' saut Daren menoyor kepala bunga


'' aku bilangin mama nanti ya..'' ujar bunga menunjuk ke arah Daren


'' hei.. kalian, kenapa malah berdiri di situ, seperti patung pajangan saja..'' celetuk Adam yang memperhatikan para anak muda di sudut pintu yang terhubung ke arah samping


'' eehh... opa... mau kebelakang lagi, tapi Kenan masih duduk aja..'' ujar kiano, membuat Kenan yang semula diam, langsung menatap tajam ke arah kiano


'' ngapa mata nya, minta di colok juga tuh mata..'' ujar kiano menatap tidak suka kepada Kenan


" kenapa kau bawa-bawa aku, padahal aku tak tau kalian sedang apa di sana.. kalau pun mau kebelakang, ya.. silah kan, aku tidak melarang mu..?'' saut Kenan tersenyum sinis


'' yang benar saja, hanya kami bertiga, mama seru..?'' saut kiano cepat


'' Yang ayo kebelakang..'' ajak Kenan pada Kiara


'' ha.. apa..?'' Kiara tersentak kaget dengan suara Kenan


'' terlalu nyaman sih.. jadi nya terkejut kan..?'' ujar Hani terkekeh kecil


'' hehehe.. iya ma.. udah lama gak peluk mama, Kiara jadi kangen bau ketek mama.?'' aku Kiara sambil tertawa kecil


'' sama papa aja sini..?'' ucap Aldo bergurau


'' papa nanti aja, kenan mau bawa dia kebelakang..?'' kata Kenan seraya menarik paksa Kiara dari dekapan Hani


'' mulai deh.. posesif nya..?'- ujar Aldo terkekeh geli melihat tingkah laku sang putra


membuat Kenan di tertawa kan dengan yang lain nya, sedang kan Daren, sibuk menatap ke arah leya terus menerus


'' kiano, ajak dong dia..'' pinta Daren berbisik kepada kiano


'' siapa..?'' dengan bodoh nya, kiano juga ikut berbisik kepada Daren

__ADS_1


'' sepupu mu itu..'' tunjuk Daren pakai dagu ke arah leya


...****************...


__ADS_2