
'' mana masa kan mama.. aku sudah gak sabar mau makan nya..'' ujar Kiara menadah kan tangan nya pada Hani
'' baru sampai mama loh.. ini..'' kesal Hani menatap anak nya
'' ma.. Kiara lapar..'' ujar Kiara lagi mengabai kan tatapan kesal sang mama pada nya
'' ya.. Allah.. untung sayang,, kalau tidak.. entah lah..'' ujar Hani geleng kepala
sedang kan Kenan hanya menatap perdebatan kecil, antara istri dan sang mama,
'' bentar,, biar mama ambil kan lebih dulu..'' ujar Hani membuka satu kotak makanan yang sudah ia masak sendiri
'' mama masak apa..'' tanya Kiara antusias
'' cuma ada nya ini di kulkas Oma,, mama jadi hanya memasak yang ada saja..'' ujar Hani
ia menunjuk kan satu porsi ayam goreng berserta sambal dan rebusan nya, Kiara yang menatap masakan yang ada di tangan Hani menatap nya penuh minat
'' mau ma..'' ujar Kiara cepat...
Hani tak membuat kan Kiara menunggu nya terlalu lama, ia pun memberikan nya ke tangan Kiara langsung,
'' ma.. papa hari ini harus pulang..'' ujar Aldo masuk ke dalam ruang rawat Kiara
'' loh.. kenapa pa.. kok? mendadak seperti ini..'' ujar Hani menatap sang suami yang sudah tidak muda lagi, namun penampilan Aldo tetap terbaik bagi Hani
apa lagi ketika Aldo sedang bekerja di hadapan leptop sambil memakai kaca mata nya, membuat Hani semakin jatuh cinta setiap hari kepada Aldo
'' hari ini pupuk masuk ma,, sedang kan kiano belum bisa menghendlel nya..'' ucap Aldo
'' duh... mama jangan di bawa pulang dong..pa..'' pinta Kiara sedikit cemberut
'' lah.. mama.. ya.. harus ikut pulang dong,, siapa nanti yang akan mengurus papa..'' ujar Aldo mantap putri kesayangan nya itu
'' jangan dong pa.. nanti Kiara gak bisa makan..'' ujar Kiara lagi
'' mengalah do.. ini demi cucu mu loh..'' ujar Ella yang melihat perdebatan kecil antara anak dan ayah
'' gak bisa dong ma.. nanti Aldo gak ada teman nya..'' ujar Aldo lagi tak mau mengalah
__ADS_1
'' Kania dan kiano kan ada, apa salah nya Hani di sini untuk sementara waktu..'' ujar ana
membuat Aldo menghembus kan nafas berat, ketika ia sudah di hadapan kan ke dua mama nya, pasti ia tak akan pernah ada memang nya sejak dulu sampai sekarang ini
'' jadi? papa pulang sendiri nih .'' ujar Aldo menatap Hani penuh harap
berharap Hani akan ikut bersama dengan nya, namun tak seperti harapan nya, ternyata Hani menyetujui permintaan Kiara yang untuk tinggal sementara dengan ke dua anak nya
'' papa pulang sendiri aja.. nanti pas,, libur sekolah papa barengan kemari aja dengan anak-anak..'' ucap Hani menatap Aldo
'' kapan libur nya..'' tanya Aldo
''bentar lagi mereka kan libur pa.. apa lagi Kania, ini kan ujian kenaikan kelas, bersamaan dengan masuk nya bulan ramadhan pah.. sekalian aja, kita Ramadhan nya di sini saja..'' ujar Hani
membuat Aldo pasrah atas apa 6ang di pinta Hani, ia tidak pernah mau membantah ke inginan sang istri, walau terkadang di dalam hati nya ia kurang setuju, namun apa boleh buat
semata-mata karena ia benar-benar mencintai Hani, ia tak mau kehilangan Hani, ia tetap ingin menua bersama Hani, walau segudang rintangan yang harus ia hadapi,
Aldo rela mengorbankan apa saja, yang terpenting bagi nya adalah kebahagiaan Hani semata,
'' hhuuhh... pulang sendiri jadi nya deh..'' ucap Aldo lirih
sudah tidak muda lagi, namun ia tetap seperti anak muda yang puber akan cinta, kalau kata anak jaman sekarang bunci.. akut
'' pasrah saja do... sudah tua juga, siapa juga yang mau dengan Hani, anak nya banyak, cucu nya juga sudah mau ada..'' ejek Ella pada Aldo
'' apa mama bilang, tidak ada yang mau dengan istri Aldo,, yang benar saja..'' ujar Aldo menatap sang istri yang malah tersenyum manis kepada nya
'' kalau nanti di ambil orang, Aldo mau cari kemana lagi yang seperti Hani..'' ujar Aldo menatap Hani
di lihat dari mana pun, Hani tetap lah yang terbaik bagi Aldo, yang paling cantik dan manis di muka bumi ini, tiada dua nya
'' kalau di ambil orang, cari yang baru,, seperti Hani juga banyak kok..'' ujar ana, semakin membuat Aldo panas hati
'' gak.. Aldo gak mau pokok nya, lebih baik Aldo mati saja, dari pada harus mengganti kan Hani..'' ujar Aldo geleng kepala,
ia tidak terima dengan ucapan mama mertua nya, bagi nya, Hani tetap lah nomer satu di hati ald
'' pa.. sudah tua loh,, anak juga sudah besar semua..''' tegur Kenan yang risih sendiri mendengar celoteh sang papa
__ADS_1
'' jangan banyak gaya kamu Kenan,, kamu saja kalau di suruh mengganti kan Kiara? kamu pasti tidak mau kan..'' ujar Aldo membuat Kenan terdiam
'' jelas tidak mau lah pa..'' saut Kenan cepat
'' kalian berdua itu sama saja,, tidak ada yang bisa di pilih, dasar keturunan Adam.'' celetuk Ella pada Kenan yang malah nyengir kuda tanpa rasa dosa
'' hhmm... bikin pusing saja..'' ujar ana menatap anak dan menantu nya secara bergantian
'' papa jadi nya pulang sendiri nih..'' tanya Aldo sekali lagi sebelum ia berangkat meninggal kan rumah sakit di mana Kiara di rawat
'' iya.. pah,, hanya satu Minggu lagi kok? nanti kemari nya bareng Kania dan kiano saja..'' ujar Hani menyahut
'' baik lah, kalau itu sudah keputusan akhir..'' ujar Aldo lesu
'' kayak di tinggal setahun aja kamu itu do..'' celetuk sinis ella, menatap anak semata wayang nya
'' mama ini, bikin kesal saja..'' celetuk Aldo
'' pa.. Kiara pinjam mama..?'' ucap Kiara tersenyum senang,
ia tidak menyangka, bahwa diri nya akan pulang seorang diri, biasa nya ia pergi , kemana-mana selalu bersama Hani,
tiada hari Aldo tanpa Hani, benar kata pepatah mengatakan, jangan terlalu benci, nanti jadi cinta, itulah yang terjadi pada ke dua nya
'' terserah kau saja lah kak... papa mau pulang saja ke kota E..'' ujar Aldo seraya berpamitan pada hani dan juga sang mama
'' gak besok saja pa.. ini udah malam loh..'' ujar Hani pada Aldo
'' apa besok terkejar ma.. jam delapan, pupuk nya sudah sampai di rumah ma..'' ujar Aldo
'' pinta kiano dulu yang menemani, nanti setelah papa sampai, baru papa yang menangani..'' ucap Hani mencari solusi
'' kamu kadang pinter deh.. makin sayang papa..'' ucap Aldo mengecup pucuk kepala Hani dengan gemas nya
'' ya.. ampun do... lihat anak mu ada di situ..'' tegur Ella geram melihat kelakuan anak nya
'' apa ada yang salah sama aku ma..'' Aldo menatap Ella keheranan
sedang kan Ella tak tau lagi harus menegur bagai mana, kelakuan anak nya membuat nya hanya bisa menghela nafas panjang
__ADS_1
...****************...