Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
82


__ADS_3

Degh


queenara pun terkejut kembali ketika melihat luka itu, dan mengingat ketika dirinya masih sekitar lima belas tahunan , pada umur segitu dirinya sudah merasakan jatuh cinta pada orang asing dan langsung mengklaim nya sebagai pria ny jika dirinya dewasa nanti


" ini " meraba raba tubuh yang ada bekas luka tersebut


" hemm " mengangguk dan senyuman yang di balas oleh Alex,


" huwa,, hu hu hu siapa yang menyuruh mu kemari hah !?" dengan di iringi tangis sambil mengomel,


" bukan sudah ku katakan, jangan pernah kau keluar rumah, hu hu hu " queenara pun tergugu dengan tangis bahagia nya


" aku sudah tidak apa " Aleng memeluk kembali tubuh mungil itu,


" ssttt cup cup cup, " Alex berusaha menenangkan gadisnya,


Alex mengangkat tubuh mungil itu membawanya ke ranjang king size yang sudah tersedia di kapal pesiar yang mereka sewa


" apa masih ingin menangis seperti ini " mengusap airmata dengan telapak tangannya yang kekar


menggeleng lalu mengangguk tapi masih melanjutkan tangisannya dengan suara yang sudah bisa di redakan , air mata itu masih tetap mengalir meski sudah berhenti


" kamu tidak sendiri, ada aku , cup " mengecup kening queenara lama ,


" ish sudah jangan cium cium terus, kesempatan ajj " mendorong tubuh Alex yang masih memangku dirinya,


Alex hanya terkekeh geli melihat tingkah gadisnya yang random ini, tadi nangis, waspada , dan marah sekarang kesal karena di cium terus oleh Alex


Alex memegangi wajah itu dengan tangan besarnya, " apa belum puas " queenara mengernyit


" apa yang tidak puas , hah " marah nya langsung turun dari pangkuan Alex


tangannya pun di cekal kembali dan menubruk tubuh nya yang lebar itu, dag Dig dug, hati dua orang berbeda gender ini sedang menari di atas awan, benih cinta yang sudah lama di tutupi kini terlihat merekah seolah dua insan beda usia itu sedang jatuh cinta kembali pada pandangan pertama nya


" aduh,,, jantungku kenapa ser ser an gini ya , ya elah Ra, jangan sekarang dong dansanya " ucapnya dalam hati merutuki sendiri dalam hatinya


" cantik " hanya itu yang lolos dari hati Alex yang sama dengan queenara yang dag Dig dug seerrrr


tok


tok


tok


" Ara, apa yang terjadi Ara " ketokan yang membuat mereka kembali ke alam sadarnya

__ADS_1


" Ara " Eliza masih memanggil nama itu, takut jika orang yang membawanya adalah musuh nya


" nona tenang saja. mereka hanya temu kangen " jawaban yang di berikan oleh asisten Alex membuat Eliza menatapnya heran,


" sejak kapan kalian kenal "


" maaf kan saya nona, mereka pernah bertemu ketika berada di suatu tempat " balas Steven z tidak ingin memberi jawaban yang padat, hanya singkat saja


" bertemu " beo nya


" benar " Steven mengangguk


" kakak , kak Ara tidak apa apakan di dalam, " tanya Edwin


" tidak tau, tanya sama dia " dengan wajah yang datar Eliza pun berjalan pergi dari depan pintu adik nya.


" CK CK, sungguh keturunan yang aneh " gumam Steven


cklek


" loh Ed, kenapa " melihat hanya ada Edwin, queenara pun berjongkok meski tubuhnya tidak seberapa tapi untuk menyamakan tinggi anak yang memang ada di bawah nya


" kakak tidak apa apa, apakah paman itu memukul mu atau memarahimu " tanya Edwin


queenara menggeleng " tidak, kakak hanya terkejut dan haru "


" kamu istirahatlah. sebentar lagi kita akan berlayar kembali, hanya butuh setengah hari lagi kita sampai "


" oke, selamat istirahat kak " cup Edwin mengecup pipi gembul nya itu lalu berlari menuju kamarnya


" sudah " Nara yang masih berjongkok pun berdiri kembali dan masuk ke kamarnya


brakk


pintu itu pun tertutup dengan kencang, dua orang yang ada di depannya terkejut " *sabar " ucap Steven dalam hatinya mengeratkan genggaman tangannya


" huuh* "menghela dengan pelan. " kamu kembali , cari kamar "


" baik tuan " Steven pun berlalu dari sana, Alex pun masuk kembali pada kamar yang di pakai oleh wanitanya


cklek


" kenapa masuk kembali "


" masih kangen " berjalan melangkah dengan pasti, langsung memeluk queenara dari belakang

__ADS_1


" you don't deserve this" marah nya dan menghempaskan tangan Alek yang tadi nya melingkar pada perut rata nya itu


" oke oke ," Alex pun mengangkat tangannya tanda menyerah, tapi tiba tiba mengangkat tubuh queenara dan di jatuhkan ke atas ranjang


" aduuuhh , woy jangan Dansa ajj Napa, gak enak tau hati nya, mending dangdutan loh " merutuki dengan bibir yang komat kamit tidak jelas , di lihat oleh Alex


" manis sekali jika bibirmu seperti ini " queenara melotot


" jangan sentuh " lalu beranjak kembali dari atas ranjang


" mau kemana "


" cari angin " padahal kan cuma mau menghindari


" sini saja " menepuk kembali ranjang nya dan menarik lengan Nara


akhirnya pun menuruti apa yang di katakan Alex, mereka tertidur dengan pulas ketika selesai berdebat dengan rasa yang berbeda beda, ada sedih , haru, marah, dan juga rindu di hati masing masing


waktu pun berlalu , langit sudah gelap tanda malam pun telah datang, dua insan masih betah di dalam mimpi mereka


" kita bersiap, sebentar lagi kita sampai "


" kita harus menyamar kembali "


" hhmmm, untuk berjaga jaga, agar musuh tidak mengenali kita "


" baik lah, " mereka pun bersiap untuk melakukan penyamaran kembali seperti awal mereka mencari seseorang.


tapi mereka kembali ke kota Z hanya untuk menyelamatkan orang orang yang mereka sayangi, setelah selesai mereka menyamar , tidak lupa softlens untuk menutupi bola mata mereka yang berwarna biru itu,


" kita nunggu kak Ara dulu ya ," Edwin pun nurut mengangguk patuh,


" kamu di sini sebentar, kak El liat , apakah kak Ara sudah selesai "


" ya "


Eliza berjalan keluar dari kamarnya, untuk menyusul queenara yang entah sedang apa, sedari tadi belum juga keluar dari kamar nya sehingga membuat Eliza penasaran dan menghampiri pintu kamarnya


tok


tok


tok


" Ra kita hampir sampai, sudah siapa belum , Ra, queenara " Eliza masih mengetuk nya ,

__ADS_1


sedang orang yang ada di dalam kamarnya masih di dalam mimpi nya, bagaimana tidak, tidur ada yang menemani dan di peluk nya seperti guling.


" sedang apa mereka , kenapa tidak ada yang membukakan pintu, dan kemana si asisten itu " kesal nya setelah berkali kali Eliza mengetuk pintu tapi tak kunjung di buka kan oleh pemiliknya .


__ADS_2