
" huh,, ternyata aku sudah dua Minggu disini " mendesah pelan dan kembali pada kasur yang menampung dirinya ketika tidak sadarkan diri setelah beberapa hari ini
tangan mungil itu mencari di mana keberadaan ponselnya, dan kebetulan ketemu di dalam laci yang tempat untuk menaruh beberapa helai pakaian nya
" ternyata disini kamu " mengambil ponsel yang berlogo apel di gigit itu. benda tipis yang tidak pernah di tinggalkan oleh manusia lainnya, sehingga menamakan benda tersebut adalah sahabat terdekatnya
" ponselku mati, " akhirnya mencarger terlebih dulu agar daya baterai nya terisi
sambil menunggu baterai ponsel terisi, gadis bermata biru ke abuan itu berjalan menuju kamar mandi yang memang sengaja di khususkan kan ruangan tersebut untuk dirinya sang pemilik atau pendiri rumah sakit R P hospital tersebut
padahal kan ada ruangan nya sendiri yang secara pribadi, tapi si gadis bermata biru ke abuan itu malah tidak ingin jika dirinya harus di tempat pribadinya, secara sangat lh lumayan jauh jika dirinya keruangan pribadi nya yang berada di atas rumah gedung tua tersebut
sedang yang di gunakan untuk para medis ada di bawah tanah yang di buat oleh queenara atas izin dari pemilik rumah tersebut
selesai mandi hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk merasakan kenikmatan tubuh yang di siram oleh air yang dingin dan menenangkan pikirannya yang sedang tidak baik baik untuk saat ini
queenara memikirkan serangkaian demi rangkaian dirinya yang mengingat dulu tidak di inginkan oleh orang tua nya, yang mengakibatkan saudara kembarnya di culik, tapi berbeda dirinya yang merasa takut di salahkan jadi queenara kecil pergi dari mansion utama milik Nugraha, dan kenyataan saat ini adalah, dirinya bukan anak dari kluarga Nugraha melainkan anak dari penerus cloyeri sang pemilik bisnis yang berada di bawah tanah yang di hancurkan oleh saudara tirinya sendiri
sungguh memang dunia sungguh sangat kejam dan ironisnya dirinya harus di pisahkan dari saudara yang sesungguhnya, meski saudara kembarnya memang benar benar bersamanya untuk beberapa waktu lalu yang diri nya selamatkan.
" sungguh sial nasibku ini " merebahkan badannya di atas ranjang yang muat dua orang dengan rambut yang masih basah tidak ia keringkan karena merasa jika masih basah akan membuat dirinya merasa adem dalam berfikir
mengambil ponsel yang ia charger dan mengaktifkan nya setelah aktif , rendetan nomor yang begitu banyak pesan serta panggilan yang tidak terjawab dan pesan yang tidak di buka
" banyak sekali panggilan dan pesannya " merasa bingung sendiri. kenapa sampai segitu banyaknya panggilan yang tak terjawab padahal dirinya tidak memegang ponsel hanya kurun satu Minggu an kurang.
menekan membuka pesan pesan yang diterima nya untuk ia baca
( *dek , adek dimana )
( kenapa nomor adek tidak aktif )
( apa Ade marah sama Abang )
( maafkan abang jika adek masak sama Abang)
__ADS_1
( dek )
( adek di mana saat ini )
( jangan buat Abang khawatir dek,)
(. kenapa ponsel Ade tidak di angkat )
( dek )
( ponsel adek tidak aktif* )
itu lah rentetan pesan yang ia terima dari abangnya .
" sungguh bikin pusing " di satu sisi dirinya sudah nyaman dengan abangnya, tapi malah bukan saudara kandung nya
membuka pesan yang lainnya
( *nona . nona ada dimana sekarang )
( nona , apa kau baik baik saja )
( tolong balas nona )
( jangan buat kami khawatir karena nona yang tidak membalas pesan kami nona* )
pesan tersebut dari lussy dan juga Leon yang mengatakan bahwa orang tua angkat nya berada di hutan di mana rumah persembunyian nya itu
" sudah berapa hari aku tidak sadar, sehingga banyak sekali pesan masuk yang begitu mendadak dan ini " hah "
menghela nafas berat. dari mana Sinta dan juga Dwi tahu bahwa di tengah hutan ada sesuatu.
" kenapa mereka bisa kesana . bikin pening wajah " tampak wajah queenara yang tidak baik dan terlihat gusar
" panggilan dari papa, mama, bang wilLie dan eh, tapi kok ini ada nomor baru. siapa ya "
__ADS_1
ponsel yang Nara bawa adalah khusus untuk kluarga saja, jadi tidak ada yang mengetahui nomor dirinya kecuali keluarga nya saja
tok
tok
tok
tiba tiba pintu di ketuk dari luar, muncul seorang wanita paruh dengan pakaian putih nya yang khas seorang dokter
" selamat sore menjelang malam queen ". orang tersebut membungkuk kan badannya tanda hormat pada sang tuan atau pemilik rumah sakit R P hospital itu
" eh " queenara yang sedari tadi melamun memikirkan nomor baru yang entah siapa, kini di kagetkan oleh dokter wanita yang malah tersenyum ketika queenara terlonjak kaget
" masih saja kaget " berjalan menghampiri gadis bermata biru keabuan itu
" bagaimana kabarmu sayang "
" huh , " queenara merengut kala wanita itu tanpa dosa sudah mengagetkan nya tapi bertanya kabar
" aku sudah Baikan dokter Erin" dengan bibir mengerucut
" syukur jika sudah baikan, apa masih ada yang di rasa " queenara menggelengkan kepalanya
" baik lah perbanyak makan, beberapa hari tidak makan pipi kamu sudah hilang ini " mencubit pipi queenara yang sebenarnya masih lah chubby, hanya sang dokter ingin Nara makan dengan teratur
" apakah semua baik dokter"
" semua baik, hanya saja ada sesuatu yang haru kita bahas nanti "
" tentang" memicingkan mata nya
" rahasia " wanita tersebut pergi dengan dlsedikit berlari karena takut sudah di tatap sang tuan yang menginginkan jawabannya itu yang di anggap sang dokter rahasia
setelah dokter Erin keluar kini Nara hanya membaringkan badannya saja, ia tidak mau melanjutkan membuka pesan yang lainnya, yang mungkin hanya kekhawatiran yang mereka lakukan
__ADS_1
bersambung