Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
bab 93


__ADS_3

'' assalamualaikum bang..'' teriak seseorang di pagi hari ini, di kala tanggal merah menyapa


'' waalaikumsallam..'' saut Kenan


'' siapa yang, kok? teriak begitu'' Kenan melirik ke arah kiara


" siapa yang bertamu sepagi ini Yang.." tanya Kenan menoleh ke arah Kiara yang tengah duduk di bangku meja makan


" gak tau, gih.. lihat sana.." suruh Kiara pada Kenan


hari ini adalah hari libur, tanggal merah, Kenan mau pun Kiara sama-sama tidak memiliki kegiatan di kampus,


mereka kini hanya bersantai saja, namun siang nanti, Kenan berencana mau melihat sekitar kafe saja, melihat sekitar saja, mana taup ada yang ingin di perbaiki atau di ganti


Kenan berjalan ke arah depan pintu depan, membukakan pintu pada tamu yang berkunjung ke rumah ke rumah mereka sepagi ini


begitu Kenan membuka pintu, terlihat lah para tamu yang sudah lama menunggu dengan jenuh dan amat sangat kesal


" wah... akhir nya di buka juga pintu nya..," ucap Daren ketika pintu terbuka lebar


" ada tamu jauh ternyata, mari masuk..,? ujar Kenan antusias ketika melihat tamu mereka


" kenapa lama sekali sih... bukain pintu nya.." protes bunga pada Kenan


" maaf cantik, gak tau ada tamu sepagi ini, lagian Abang masih sarapan... ayo masuk ke dalam..," ujar Kenan lembut


Semua tamu pun masuk, setelah Kenan menyalami, Yudis dan Dania, dan juga Daren dan bunga, tak lupa Kenan menutup pintu depan


" jam berapa berangkat dari sana yah.." tanya Kenan menatap sejenak Yudis dan dania bergantian


" kita semalam berangkat nya, sampai tadi malam, dan menginap di rumah opa kamu, mama dan papa kami juga ikut, kata nya rindu dengan kalian berdua.." ujar Yudis mengikuti langkah kenan yang mengarah kebelakang


" siapa yang bertamu kenan.." tanya Kiara ketika Kiara mendengar suara Kenan


" tamu jauh Yang.." teriak Kenan dari ruang tamu, sambil tersenyum, walaupun Kiara tidak melihat kini Kenan sedang tersenyum pada nya


" siapa sih... bikin penasaran aja..," ujar Kiara hendak beranjak dari duduk nya, namun terhenti, karena kedatangan Kenan yang membawa rombongan

__ADS_1


'' eh... bunda..'' Kiara bangkit dari duduk nya berjalan ke arah Dania yang sedang tersenyum lebar pada nya


'' ayah gak di peluk nih..'' ucap Yudis menggoda Kiara


tak menjawab, Kiara melepas kan pelukan nya pada Dania dan berpindah kepada sang ayah, sedang kan Bunga dan Daren hanya menatap ke dua orang tua nya yang sedang melepas kan rindu pada anak pertama mereka


'' ayo duduk.. udah pada sarapan belum..'' Kenan mempersilah kan keluarga nya untuk duduk


'' aduh... Kiara gak ada masak banyak ini, datang gak kasih kabar sih..'' ujar Kiara kelabakan ketika tidak ada menu yang cukup untuk di makan oleh keluarga nya


'' kita udah sarapan kok, bang? gak usah repot begitu..'' saut Daren yang di dekat Kenan


'' tumben hari ini kiara gak masak banyak, biasa nya masak Sampek siang..'' ucap Kenan


'' ngantuk berat sih... gak kuat bangun pagi..'' ujar Kiara terkikik kecil,


'' gak apa, jangan repot seperti itu, ayah dan bunda hanya bertamu saja kemari, ingin melihat anak-anak ayah, bagai mana kehidupan nya di sini..'' ujar Yudis menatap Kiara dan Kenan secara bergantian


'' oh.. iya,, tadi bunda bawa kue.. kemana ya.. kue nya Daren..'' tanya Dania menoleh ke arah samping kiri, di mana Daren duduk


'' bunda taruh di mana, Daren gak tau bund .'' Daren 0un ikut celingukan sama seperti yang lain


'' ya.. ampun, Bunda, belum tua juga..'' ujar Kiara, terkekeh kecil sambil menghidang kan termanis di dekat ke dua orang tua nya, tak lupa juga ia menambah kan makanan ringan


'' belum tua sih.. tapi bunda mu pelupa..'' saut Yudis sambil terkekeh kecil


sedang kan Kenan, mengajak Daren berkeliling di sekitar rumah mereka, tak lupa juga mengajak berkeliling di kafe yang kini ia jaga


sedang kan Kiara, kini hanyut dalam obrolan ringan dengan Dania Yudis dan juga bunga. yang duduk di antara ayah dan bunda


tak sampai di situ, keramaian rumah Kiara pun kini semakin bertambah, ketika sang papa mama juga ikut berkumpul, begitu juga dengan Kania dan kiano yang semakin bertambah ramai nya rumah kecil Kiara


'' kapan pulang nya, malam ini menginap di sini kan..' tanya Kiara bertatap muka pada Dania dan juga Hani secara bergantian


'' mau tidur di mana nanti mama, di sini hanya ada dua kamar kak..'' tanya Hani dengan nada lembut


'' kita lesehan saja, gelar tikar, yang penting tidur di sini.. ramai-ramai..'' ujar Kiara seraya tersenyum lebar selebar samudra fasipik

__ADS_1


'' ada mau nya ya.. begitu tu..'' ujar Hani menatap senyum anak nya


'' iya dong... lama gak kumpul, Kiara juga kangen masa-masa kita sedang berkumpul ramai..'' ujar Kiara menaik turun kan ke dua alis nya


'' lebay kakak..'' Kania memukul lengan kiri Kiara


'' apa sih musuh,, kamu kangen ya.. dengan ku hhmm..'' ujar Kiara sambil mencolek dagu Kania


'' gak la.. ya.. kita gak mau kangen sama situ.hmmk...?'' ujar Kania memaling kan wajah nya ke arah kanan


membuat semua orang tertawa lepas melihat gaya congka Kania yang sok angkuh di hadapan Kiara, membuat Kiara semakin gemas melihat kelakuan Kania


'' adik siapa sih ini... bikin geram aja..'' ujar Kiara menjawab pipi Kania dengan sangat kuat


'' jangan.. kakak,, sakit tau..?'' sungut Kania menatap tajam ke arah Kiara


'' gak perduli..'' ujar Kiara meniru gaya Kania barusan


'' Yang..? Dimas suruh pesen kan ikan, atau lain nya.. biar kita manggang-manggang habis isya nanti..'' ujar kenan pada Kiara


'' kenapa harus pesan sih... di belakang juga ada tuh..?'' ucap Kiara, membuat Kenan seketika tepuk jidat sendiri


ia melupakan, bahwa Kiara memiliki kolam ikan, yang cukup luas di belakang rumah mereka,


'' oh.. iya, lupa Yang,, mana tadi kiano ya.. dia paling jago masalah tangkap menangkap beginian..'' ujar Kenan, ngeloyor pergi begitu saja


membuat Kiara hanya bisa menatap kepergian Kenan yang lewat pintu samping rumah mereka,


sore hari, semakin bertambah ramai rumah Kiara, dengan bertambah nya keluarga besar mereka berdatangan, membuat suasana semakin riuh dan ramai,


Kania yang memasak pun kelabakan, ia menjadi chef dadakan di rumah Kiara,


'' anak kakak pandai masak..'' Dania terheran-heran melihat Kania yang lihai dalam memasak


'' iya dong,, semua aman terkendali, jika ia sudah menguasai dapur..'' ujar Hani terkikik membanggakan Kania di depan keluarga besar nya


.'' masakan Kania enak loh, kayak chef bintang lima..'' ujar Oma Ella yang kebetulan berada tidak jauh dari mereka berdua

__ADS_1


'' masa iya Tan,, Dania tidak pernah loh.. melihat Kiara masak untuk kami, ketika ia tinggal


...----------------...


__ADS_2