
" aku ada rencana. akan ku buat kalian menderita ha ha ha " dengan tawanya dalam hati . seringai kecil pun ia tampakkan dengan berbagai rencana yang akan di buatnya. tapi gadis balita yang berada dalam gendongan Luis melihatnya sehingga merasakan ada perbedaan pada sang ibu
Nara kecil sudah pintar memahami apa yang ada di sekitarnya sehingga gadis balita itu dengan kepekaan nya yang tajam bisa mengetahuinya bahwa orang yang ada di sekitarnya bukan lah ibunya melainkan orang lain
hingga saat kejadian di mana sang kembara yang di suntik di saat sedang tidur. entahlah apa yang di lakukan oleh sang ibu menurut pemikiran Nara kecil . tapi di saat dirinya sedang mengintip tidak sengaja menyenggol vas bunga yang berada di depan pintu kamar saudarinya
pyaar
" astaga " Nara kecil terkejut ketika tidak sengaja menjatuhkannya sehingga panik ketika mendengar suara sang ibu
" suara apa itu " teriak sang ibu yang berada di kamar saudari ya
" aduh gimana ini " merasa takut . akhirnya Nara berlari guna untuk menghindar. tapi nasibnya kurang baik sehingga sang ibu melihatnya langsung marah dan memukulinya
" hei. !! dasar anak kurang acar kamu. vas bugaku kau jatuhkan hah "
plak
plak
tarikan demi tarikan hingga membuat rambut nya sampai ada yang tercabut dari kepala Nara kecil
" ampun mami. hiks Nara gak sengaja hiks nanti Nara minta ganti sama papi mi hiks" memohon ampun agar jambakannya di lepaskan
" ya ampun nyonya" teriak pengasuh dari Nara kecil dan nira. kedua nya langsung berlari menghampiri sang majikan dan nonanya yang sedang di siksa
" nyonya tolong lepaskan non Nara nya " memohon untuk melepaskan jambakannya
" heh kalian. !! " teriaknya sambil memelototi dua pengasuh yang berusaha untuk memisahkan antara anak dan ibu yang sedang menyiksa anaknya sendiri
" jangan pernah kalian ikut campur urusanku. pergi sana.kalo tidak akan saya pecat kalian "
" jangan nyonya " jawab dua pengasuh yang bernama Ijah dan Elis
" pergi " mengaum seperti singa yang sedang marah
dua pengasuh itu pun pergi. tapi masih ada rasa tidak tega ketika melihat nonanya yang sudah menangis dan menahan sakit
" maafkan kami non. kamu tidak bisa menolong non Nara "
" bibi. tolongin Nara bi.. kepala Nara sakit hiks hiks "
__ADS_1
dua pengasuh itu pun akhirnya menghilang dari pandangan nyonya palsu yang sedang bersandiwara menjadi ibunya itu
renata menghempaskan tubuh kecil Nara pada tembok sehingga merasakan sakit yang luar biasa ketika punggungnya terkena tembok yang cukup keras karena dorongannya, dan memar pada pinggangnya
" cepat bersih kan beling beling ini " titahnya sambil memelototi nya
" i iya mi " dengan nurut Nara memunguti vas bunga yang tidak sengaja di jatuhkan oleh gadis balita yang tidak sengaja melihat ibunya sedang menyuntikan saudarinya sehingga merasa panik dan takut ketahuan dirinya melihat
" Auh ssttt " tangan mungil itu berdarah terkena pecahan vas berharga milik Renata yang sengaja dia bawa dari rumahnya. sehingga suaminya sempat bertanya sejak kapan sang istri menyukai bunga dan mengoleksi vas bunga atau guci guci antik
renata berjalan masuk kembali ke kamar nira.
kalian penasaran kenapa nira kecil tidak mendengar keributan yang di buat oleh ibu palsunya itu. karena nira di suntikan oleh obat tidur dan memasukan bahan yang lain agar pembuluh darahnya. tidak sejalan dan mengakibatkan Nira jatuh sakit
" hiks hiks "
" sayang.. kamu kenapa nangis " tanya Luis ketika baru sampai kerumah setelah seharian berkutat di kantor yang banyak berkas yang harus di selesaikan segera
" tidak apa Pi " menunduk takut
" lalu kenapa kamu nangis sayang . kenapa Hem " dengan lembut berbicara pada putri bungsunya itu
Nara pun kekeuh dan menggeleng kuat. bahwa dirinya mengatakan tidak ada apa apa. Nara takut jika papi nya tahu bahwa dirinya tidak sengaja menjatuhkan vas bunga kesayangan ibu nya
" sejak kapan kamu memberi saudari kamu makanan begitu hah " ucap papinya mara ketika tidak sengaja melihat dirinya sedang memberikan makanan yang di beli di depan rumah. orang lewat ya.
" Nara hanya baru ngasih hari ini Pi " dengan takut alih alih melirik sang ibu palsu yang sedang mengelus elus kepala nira yang tertidur di sofa setelah memakan makanan yang di beli Nara dan nira langsung mut'ah darah .
padahal bukan karena makanan yang tidak bagus. tapi karena makanannya sudah di beri obat oleh Renata ketika Nara masuk kedalam untuk mengambil uang di kamarnya dan jalanan itu sudah ada di meja teras rumah. tanpa orang tahu bahwa Renata telah memasukan obat taburnya kedalam makanan kesukaan nira. agar sakit nya nambah parah
hari berganti Minggu. Minggu berganti bulan dan bialn berganti tahun sehingga di mana ke jadian naas menimpa nira dan Nara yang hilang .
renata palsu berpura pura menangis ketika nira di culik. sedang Nara langsung berlari mencarinya padahal penculik itu hanya ingin membuang Nara dan nira dari hidup Renata.
renata terpaksa melakukan itu saat mendengar kabar bahwa Wanda telah sadar dari komanya yang sudah lima tahun. pikir Renata bahwa Wanda perlahan pun akan mati. padahal berbagai alat apa pun sudah tidak di pasangkan lagi
" sialan kamu Renata, apa salah aku sama kamu " teriak nya
ketika baru tersadar dirinya merasa asing. bukan di kamar atau pun rumah sakit. melainkan ruangan yang lumayan kecil tapi Ter urus
" buka pintunya , buka "
__ADS_1
brak
braak
braak
" buka ... " hiks hiks kenapa jadi seperti ini.di mana aku " dengan tangis pilunya
dua penjaga dan satu perawat yang menemani Wanda selama masa tidur panjangnya berdiri di luar dengan rasa takutnya ketika orang yang mereka jaga tersadar dari komanya. itu mukjizat dari yang kuasa karena masih memiliki kebaikan yang di perbuat oleh Wanda
" buka pintu nya. " ucap Renata mengagetkan tiga orang yang berdiri lumayan jauh dari ruangan itu
" baik nyonya "
cklek
renata berjalan dengan angkuh dan sombongnya ketika memasuki ruangan yang di tempati Wanda. sedang Wanda terkejut saat melihat orang yang masuk dengan wajah yang sama dengannya
" siapa kamu " ucap Wanda
" ha ha ha Wanda Wanda. makanya jdi orang jangan sombong "
" apa maksud kamu . siapa kamu sebenarnya "
" kamu tanya aku siapa . heh " dengan seringai liciknya Renata menyebut nama dirinya sendiri
" aku adalah Renata "
" gak . gak mungkin. kenapa wajah kamu sama denganku "
" hahaha wanda Wanda. yang namanya dunia banyak yang moderen kenapa tidak bisa kulakukan "
" apa maksudmu "
" aku mengoperasikan wajahku agar mirip denganmu. dan aku bis menjadi nyonya di rumah Nugraha "
" kamu jahat re. kamu jahat!! "
" ha ha ha " Renata hanya tertawa merasa puas
" bius dia " Renata menyuruh seorang dokter yang ia bawa untuk menyuntikan obat dan membawa dirinya ke rumah sakit. dan yang di suntikan oleh dokter tersebut adalah obat gila obat depresi yang akan mengakibatkan mentalnya rusak
__ADS_1
setelah mengurus Wanda Renata pun pulang ke mansion Nugraha dan berpura-pura sedih dan terpukul ketika mendapatkan sang anak telah di culik . dan berpura pura gila dan akhirnya masuk rumah sakit jiwa. sedang Wanda asli memang sudah di sana Renata akan membunuh Wanda. dan menyabotase bahwa dirinya bunuh diri . yang merasa kehilangan putrinya
bersambung