
'' ada yang tidak beres dengan mu..'' celetuk kiano menatap Daren aneh
'' apa sih.. aku kan hanya menyuruh mu mengajak sepupu mu yang itu untuk ikut bergabung dengan kita..'' seru Daren
membuat kiano tertawa lepas memandang ke arah kiano, perhatian Kenan kini tertuju kepada kiano, bukan lagi kepada orang tua nya,
'' ada apa sih kalian, malah tertawa begitu..'' ujar Kenan ketika ia mendekat ke arah rombongan
'' ada yang sedang jatuh cinta pada pandangan pertama Kenan..'' kiano memberitahu Kenan sambil cekikikan
Kenan yang mendengar itu, langsung memandang adik ipar nya, yang terlihat kesal menatap kiano
'' siapa yang kau suka..'' tanya Kenan langsung
'' anak ayah itu Kenan..'' tunjuk kiano ke arah leya
Kenan langsung memandang ke arah leya yang duduk di tepian, di dekat Aldo dan opa Adam, berapa detik kemudian, Kenan mengalih kan perhatian nya kepada Daren
'' Yang, kau pergi lah lebih dulu bersama bunga dan kiano, aku ada yang mau di bicara kan dengan Daren..'' ujar Kenan memandang ke ara Kiara, sambil memainkan mata sebagai kode
Kiara yang paham akan hal itu, hanya mengangguk saja, ia pun berjalan lebih dulu untuk menyusul leya yang di apit oleh papa dan opa mereka
'' ada apa bang, kenapa kau ingin berbicara berdua dengan ku..'' Daren memandang aneh ke arah Kenan begitu juga dengan kiano, sedang kan bunga hanya memandang bingung saja ke arah pemuda yang ada di samping nya
'' nanti kau sendiri juga tau..'' ujar Kenan mengajak Daren ke arah samping rumah
'' ayo kita kebelakang leya..'' ajak Kiara kepada leya yang sedari tadi hanya diam saja
'' sana lah pergi dengan kakak mu, kenapa dari tadi kau diam saja hhmm..'' ujar Aldo menatap heran sedari tadi ke arah leya
'' eh.. iya, ada apa pah..'' leya tersadar dari lamunan nya, entah apa yang sedang di lamun kan leya, membuat Aldo mengeryit bingung
'' kau melamun leya, ada apa sebenarnya dengan mu, kau seperti banyak pikiran begitu, apa pelajaran mu menumpuk, atau ada hal yang lain..'' tanya Aldo kemudian
__ADS_1
'' gak ada kok pa..'' saut leya, tak mungkin ia memberitahu kan masalah nya kepada keluarga besar ibu nya,
leya takut nanti nya, keluarga ibu dan ayah nya yang tak pandai menjaga dan mendidik nya membenci diri nya dan juga keluarga tentu nya, sedang kan Kiara yang paham akan situasi dan kondisi leya saat ini,
'' ayo leya, jangan melamun terus, lihat tuh, apa yang jatuh dari mulut kamu..'' ucap Kiara kepada leya
replek leya menyeka air mulut nya, tentu saja, tidak ada sama sekali, Kiara hanya mengerjai leya saja, agar leya tidak banyak melamun malam ini
" kakak mengerjai ku ya..'' leya mendelik tajam pada Kiara, yang di balas dengan kekehan kecil
'' kau saja yang banyak melamun, ayo kita kebelakang,.'' ajak Kiara pada leya kembali
'' siapa saja yang di belakang..'' tanya opa Alan pada Kiara
'' Kiara tidak tau opa, Kiara saja masih di sini nih..'' ucap Kiara
'' bukan nya tadi kau ada di belakang bersama yang lain nya juga..'' ujar Alan kepada kiara
'' setelah kejadian tadi, semua masuk opa..'' jelas Kiara pada Alan
tak lupa juga Kiara menarik lengan leya, agar ikut dengan nya, mereka berdua pun berjalan kebelakang mengikuti langkah kaki yang mengarah kebelakang rumah
'' ternyata ramai juga ya.'' ucao leya menatap sekeliling nya
sedang kan di posisi Kenan, kini ia tengah mengintrogasi Daren, Kenan ingin melihat keseriusan Daren kepada leya, ketika Kenan mengatakan yang sebenar nya pada Daren
" kau serius menyukai leya.." Kenan menatap Daren dengan wajah serius nya
" Kenapa bang, ada yang salah ya.. bang, kayak nya Abang panik begitu, aku kan hanya sekedar suka melihat nya saja.." ujar Daren mengerut kan kening nya
" Bukan apa-apa Daren, leya bernasib kurang beruntung, Abang tak mau kau mempermain kan nya nanti..." Ujar kenan membuang nafas berat
" Tapi leya cantik bang, bisa bersosialisasi dengan yang lain nya.." tanya Daren heran
__ADS_1
" Nasib nya yang kurang beruntung Daren, bukan anak yang kau maksud kan, dan yang ada di pikiran kau saat ini Daren,," Kenan berdecak sebal melihat ke arah daren,
" dia sedang mengandung, kekasih nya tak mau bertanggung jawab atas anak yang tengah di kandung oleh leya.."sambung Kenan, sontak saja perkataan Kenan membuat Daren terjingkat kaget dan tak percaya
Dengan wajah terkejut dan mata yang melebar, mendengar perkataan Kenan, seakan Daren tak percaya, melihat dari penampilan dan wajah nya,
Daren tak yakin, jika leya bukan lah gadis baik-baik seperti apa yang tengah di sampai kan oleh kenan barusan
" Yang benar saja lah bang,, jangan menipu ku begitu, lagian penampilan nya begitu, kenapa Abang bilang ia tengah mengandung..," Daren menyangkal apa yang tengah di sampai kan Kenan pada nya
" Abang tak mungkin mau menipu saudara sendiri Daren, Abang bahkan memperingati mu saat ini, jangan sampai kau mendekati nya, karena belum tau asal usul leya dan latar belakang leya, Abang hanya bisa memberitahu mu, kalau kau mau dengar perkataan Abang silah kan, kalau tidak? Itu terserah pada mu..," lalu Kenan meninggal kan Daren dengan sejuta wajah bingung
Daren masih berpikir keras, ketika Kenan meninggal kan nya, ia masih tidak percaya atas apa yang di ucap kan oleh kenan
Daren segera menyusul langkah kaki Kenan yang telah jauh meninggal kan nya,
" Dari mana Kenan.." Kiara menoleh sejenak ke arah Kenan yang entah datang dari mana
" Dari samping, ada apa hhm.." tanya Kenan menatap Kiara sambil tersenyum
" Tidak ada apa.. hanya heran saja, kenapa kau menghilang, sedang kan yang lain tengah berkumpul di sini.." ujar Kiara sambil menata Bakaran yang siang tadi mereka ambil dari kolam ikan
" Aku tidak menghilang Kiara, aku ada di sini.." kata Kenan dengan lembut, Kenan pun mendekat dan memeluk Kiara dari samping
Membuat yang lain hanya bisa geleng kepala melihat kelakuan Kenan yang terlalu berlebihan, terhadap Kiara, menurut mereka
" Geser kenan, malu lah, banyak yang lain ." Ucap Kiara pelan sambil bergeser sedikit
" Kenapa, kalau mereka mau, ya.. mereka buat, tapi? Dengan jalur halal.." ujar kenan sambil terkekeh kecil
Membuat leya yang di dekat Kiara menjadi murung, ia tidak bisa seperti apa yang di ucap kan Kenan, bahkan sekarang leya malah menjadi beban ke dua orang tua nya
" Abang sedang menyindir leya kan ." Ucap leya dengan mata yang sudah sembab
__ADS_1
...****************...