
''' Hanum... kita di sini saja bersama onti..'' ajak bunga kepada Hanum
'' Hanum... mau papa..'' ujar Hanum mengejar Kenan dan juga Sammy
'' anak papa mau ikut.. sini sama papa .. kita pergi bersama Sammy..'' ucap Kenan tersenyum lembut kepada putri kecil nya
'' yah... aku di tinggal deh..'' ujar bunga sedikit kecewa dengan kepergian nya hanum
'' mau Abang temani..'' ujar Daren mengering kan mata nya kepada bunga
'' aku tidak mau..'' ujar bunga membuang muka dari Daren
membuat Daren tertawa terbahak-bahak melihat kekesalan bunga pada nya
'' kenapa tidak mau,, Abang kan juga bisa bermain,, apa lagi di suruh menghabis kan permen milik mu itu, pasti nya Abang akan senang hati menghabis kan nya..'' ujar Daren berdiri dari duduk nya mendekati bunga
'' Abang jangan kemari,, aku tidak mau di temani Abang..'' tolak bunga cepat
'' siapa yang perduli..'' saut Daren berjalan mendekat ke arah bunga
Daren terus saja mendekat ke arah bunga yang meronta agar Daren tidak mendekat kepada nya, Daren tentu saja menghirau kanteriakan bunga yang melarang nya
'' jangan kesini aku bilang.'' sentak bunga kesal setengah mati kepada Daren
'' aku tidak perduli... berani mengusir, berarti siap menanggung resiko nya .'' ujar Daren menangkap tangan bunga yang mencoba menghalau nya
'' jangan Abang,, aku gak mau sama Abang,, aku lagi kesal sama Abang .'' teriak bunga semakin mencoba berlari dari Daren
namun sayang, Daren tak menghirau kan teriakan bunga, dan Daren terus saja mencoba menangkap bunga
'' kak.. leya,, suami mu ini di aman kan..'' teriak bunga dari ruang tamu
membuat Kiara dan bunga yang berada di dapur merasa terganggu dengan keributan yang di timbul kan oleh bunga dan Daren
'' bunga kenapa itu..'' ucap Kiara ketika mendengar suara teriakan bunga
'' biasa kak,, pasti Daren lagi menjahili bunga..'' saut leya santai
karena ia sudah melihat bagai mana Daren menjahili bunga, terkadang ia sendiri iri melihat bunga bisa di sayangi banyak orang, sedang kan diri nya tidak terlalu di sayangi keluarga nya
'' eh... tumben sekali,, biasa nya tidak pernah sama sekali..'' ucap Kiara sedikit heran
__ADS_1
membuat leya menatap Kiara dengan cepat, ia ingin memastikan, apa kan Kiara mengatakan hal yang sama seperti yang ia dengar, atau pendengaran nya sudah bermasalah..
'' Kaka bilang apa..?'' tanya leya penasaran
'' tumben sekali Daren mau mengajak bunga bercanda seperti itu, selama kakak dulu di rumah ayah bunda, jangan kan bercanda,, Daren itu orang nya terlalu dingin dan cuek, sampai kakak saja jarang bertegur sama dengan Daren .. '' ucap Kiara menatap ke arah leya
'' yang benar saja,, aku setiap hari bosan melihat mereka bertengkar terus, terkadang aku ingin menghilang saja dari rumah megah itu, namun sayang nya, aku dapat predikat menantu di sana..'' ujar leya
membuat Kiara tertawa renyah, dan berjalan ke arah depan, ingin melihat bagai mana adik-adiknya sedang bersanda gurau
'' kak Kiara... tolongin aku..'' ujar bunga mencoba menghalau wajah Daren kepada nya
'' mau kau apa kan adik mu itu Daren..'' tanya Kiara ketika ia sudah berada di depan
'' mulut nya terlalu tajam kak... harus ku beri hukuman dia, agar jera..'' ujar Daren melanjut kan aksi nya
'' tapi? jangan cium aku seperti ini,, habis semua wajah ku bau mulut mu bang..'' ujar bunga mencoba menghapus jejak ciuman Daren di pipi nya
'' emang nya Abang ada pirus Hem..'' ucap Daren mengecup seluruh wajah bunga sambil terkekeh kecil
'' aku gak mau... menjauh dari ku,, ini terlalu bau sekali..'' usir bunga lagi
bukan berhenti, Daren semakin menambah kan nya, dan sambil menggelitiki pinggang bunga
yang di hirau Kenan, ia terus saja mencoba menggelitiki bunga, sampai bunga menyerah dan tak sanggup lagi untuk menghindar
'' hayo... sudah kalah kah..'' ejek Daren
'' hu..hu..hu... Abang jahat... gak mau sama Abang..'' ujar bunga sambil menangis, namun tangan nya tetap berjalan memukuli Kenan sekena nya
'' lihat lah,, orang nya sudah lemas, tapi? tangan nya masih saja berjalan dengan lancar..'' ujar Daren terkekeh kecil
membuat Kiara yang melihat itu, hanya bisa geleng kepala melihat ke lakukan ke dua adik nya
'' sudah... jangan bergurau lagi, yang ada nanti bertengkar lagi..'' ujar Kiara mencoba melerai ke dua nya
'' aku tidak sedang bercanda dengan bang Daren kak,, kami sedang bertengkar..'' sungut bunga
membuat Kiara terdiam sejenak melihat ke arah bunga dan Daren secara bergantian
'' sedang bertengkar ya...'' ucap Kiara menyeringai
__ADS_1
Kiara pun berlalu masuk ke dapur, ia ingin mengambil air,dan menyiram kan nya ke arah ke dua nya, agar tidak bergurau lagi
'' kakak mau apa...'' terika bunga gelagapan di saat Kiara membawa kan seember air ke arah mereka berdua
'' kalian berdua kan sedang bertengkar, apa salah nya jika kakak menyiram kalian saja.. kucing saja? jika bertengkar, lebih baik di siram, karena tidak bisa di pisah kan..'' ucap Kiara mendekat ke arah bunga dan Daren
'' jangan kak.. aku tidak mau..'' ucap bunga mencoba menghindari Kiara
'' tidak bisa,, kau mau kemana..'' ujar Daren menangkap bunga lagi
ia menarik bunga ke dalam dekapan nya, membuat bunga meronta hebat ketika Daren tak kunjung melepas kan nya
'' tidak bisa begitu. Abang belum siap menjahili mu..'' ujar Daren menarik bunga kepada nya
'' aku gak mau basah bang..'' rengek bunga
'' biar sekalian kau mandi bunga,, sejak pagi tadi kau belum juga mandi..'' ujar Kiara semakin mendekat ke arah ke dua nya
'' ha .ha.ha... terusin aja kak,, biar basah kuyup mereka berdua itu..'' ucap leya betepuk tangan, menyemangati Kiara yang tengah berjalan ke arah ke dua adik nya
'' wah..wah..wah... gak aman ini..'' ujar Daren berlari menghindari Kiara dan melepas kan bunga begitu saja
'' ha.haha... kabur kan..'' ucap leya tertawa lepas
sedang kan Kiara menatap leya dengan malas,
'' kau juga sama,, mau mu siram juga..'' ucap Kiara dengan galak
'' aku gak mau..'' dengan cepat leya pun berlari meninggal kan kemarahan Kiara
sedang bunga menjadi tertawa terbahak-bahak minat leya yang kalang kabut menghindari Kiara
'' mau kemana kau leya,, bukan kah kau bum mandi juga..'' tanya Kiara menatap ke gah ke arah leya
'' tapi tidak dengan cara tidak terhormat seperti itu kak..'' saut leya sambil geleng kepala
'' mau bertengkar lagi kalian,, di sini rumah kakak, buan rumah ayah dan bunda, jadi? hati-hati kalau mau bertengkar di sini..'' ujar Kiara menatap ke tiga nya secara bergantian
'' kak Kiara galak banget... bunga jadi takut..'' pekik bunga dari sudut ruangan
sedang kan Daren, kini berada di dekat pintu dapur, dan leya yang berada tidak jauh dari ruang tamu dan berdekatan dengan kamar tamu
__ADS_1
'' ada apa ini.....
...****************...