Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
#33


__ADS_3

Wanita paruh baya itu pun terkejut, kenapa ia di perlakukan dengan sangat sangat baik oleh orang yang sudah menolongnya keluar dari tempat kumuh yang penuh dengan siksaan


,


,


,


berbeda dengan dua pasutri yang sudah sangat gelisah karena tidak bisa menghubungi anak angkatnya


" pah, gimana ini, kenapa Rara sulit sekali di hubungin nya"


berkata dengan gelisah


" sabar mah, mungkin ponsel Rara tidak aktif atau berada di luar jangkauan" memberi pengertian pada istrinya


" aku takut pah, jika terjadi sesuatu pada Rara bagaimana"


mencengkeram lengan sang suami agar bisa meredakan rasa kegelisahan nya


" apa kita hubungi Wulan sama ayu ya pah,"


" kita coba saja dulu"


padahal hanya seharian anaknya tidak memberikan kabar, mereka sudah merasa takut kehilangan dan gelisah


dret


dret


dret


suara deringan ponsel yang berada di atas nakas sedah berkali-kali berdering tapi tidak juga di angkat, sedangkan seorang gadis yang sedang asik tertidur dengan lelapnya tidak mendengar nya karena sangkin asiknya di alam mimpi sampai mengabaikan deringan di ponsel miliknya


" tidak di angkat pah"


" sudah, sudah, biarkan saja, nanti putri kita juga memberi kabar mah,"


" tapi mamah rindu Rara pah"


" kan mereka sedang liburan, kita juga dulu pernah seperti itu, hingga lupa pulang kan" mengingatkan masa mudanya yang dulu pernah pergi berlibur, tapi lupa waktu libur yang di tentukan ya hingga di hubungi oleh orang tua serta temannya

__ADS_1


" baru dua Minggu mereka pergi mah, kaya udah puluhan tahun gak pulang" sambil bercanda dengan istri nya agar tidak terlalu memikirkan putrinya yang pergi pamit berlibur ketika dua pasutri itu tidak bisa mengantarkannya untuk berlibur, lantaran sedang mengikuti suaminya dinas


" mamah kangen Rara pah, apa kita susul mereka" memberi usul pada suaminya,


Dwi pranata menggeleng kepala dan mendekati sang istri yang duduk di bibir ranjang,


" emang kamu tahu , Meraka ada di mana" memeluk istrinya sambil bertanya,


" tidak pah" Sinta menggeleng dan menunduk dengan lesunya


" sudah kita istirahat dulu, mungkin besok Rara bakal menghubungi kita" mengelus rambut Sinta dan mengecup keningnya


" hhmm" Sinta pun hanya menuruti ucapan suaminya


" selamat malam pah," menidurkan badannya, selimut pun di tarik untuk menutupi tubuhnya


" malam juga sayang" mengecup kening istrinya lagi, dan mereka pun menuju alam mimpi


,,,


seorang gadis berjalan sendirian dengan anggun berjalan menyusuri lorong, pakaian yang melekat dengan atasan oblong dan bawahnya mengunakan celana jeans,


pelayan yang melihat nonanya datang pun menyambutnya


" selamat datang nona" membungkuk memberi hormat


" hhmm" gadis itu adalah queenara yang hanya menjawab dengan deheman


para penjaga pun sama membungkuk kan badannya


" selamat datang nona"


Queenara masih berjalan menuju ruang tengah


" selamat datang nona" Minah ibu dari lussy memberi hormat


" hhmm, " langsung duduk di samping seorang pria yang tampan dan menyenderkan kepalanya pada bahu pria tersebut


" kau lelah" tanyanya


" hmm" mengangguk

__ADS_1


" kenapa tidak beristirahat terlebih dulu, hm" pria tersebut membenarkan posisi kepalanya untuk di tidurkan di pangkuannya, queenara pun memejamkan matanya


" sepertinya sangat kelelahan" ucap dalam hati dan memberi kenyamanan pada gadis yang berada dalam pangkuannya


" Demian"


sssttt


" ya mom"


" Ara tidur ya" Demian hanya mengangguk


" biarkan dia beristirahat by dulu sebentar" nyonya sland pun mengangguk mengerti apa yang di ucapkan suaminya


" apa yang akan kita bahas sekarang dad" ucap sang istri


" Ara sudah membawa nya kemari"


" siapa,?" tanya nyonya sland dengan bingung


" Ara berhasil mengeluarkan saudaranya dari tahanan tregek mom" jawab Demian dengan suara pelan agar tidak menggangu tidur queenara yang berada di pangkuannya


" benarkah, dimana dia" tanya nyonya sland dengan wajah antusias


" mereka masih berada ruangan ganti,"


" Daddy mengetahui nya" ucap Queenara dengan mata masih terpejam


" Daddy mengetahui semuanya sayang, hanya abangmu ini dan mommy yang tidak mengetahuinya" queenara pun bangun dari pangkuan Demian


" Daddy mengawasi Ara" orang yang di tanya hanya tersenyum lembut pada putri angkatnya yang lama tidak kembali, sekalinya kembali saat mendengar bahwa di kota Z di serang oleh para pemberontak


" huh" queenara mendesah berat


" jadi selama ini Daddy yang sudah menyuruh mereka untuk memata-matai Ara" dengan wajah yang dibuat cemberut dengan bibir yang yang mengerucut kedepan


dua orang pria yang berbeda generasi hanya mampu menahan tangannya agar tidak sampai mencubit pipinya yang chubby itu


" Ara,,, "


bersambung

__ADS_1


__ADS_2