Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
Hanum 4


__ADS_3

'' eh..Hanum...'' sapa seseorang membuat ku menoleh ke arah nya, karena suara nya amat pamilier bagi ku


sejenak ku toleh kan arah pandang mata ku ke arah sebelah kana, yang terdapat seseorang yang tengah menyapa ku tadi


'' eh.. Karin, sedang apa kau di sini..'' tanya ku sambil tersenyum lebar kepada Karin


ternyata Karin lah orang yang memanggil ku, sahabat ku sejak sekolah menengah atas dan hingga lulus kuliah


'' tidak menyangka, aku bisa bertemu dengan mu, aku sedang memilih perhiasan untuk pertunangan ku dengan kekasih ku..'' ucap Karin sambil tersenyum bahagia


melihat teman bahagia, aku pun ikut bahagia melihat nya tersenyum senang,


'' wah.. kapan kau akan bertunangan, kenapa tidak mengabari ku..'' tanya ku antusias


tidak mungkin ku melewatkan hari bahagia sahabat ku sendiri yang sejak aliyah dan kuliah bersama


'' maaf kan aku Hanum, aku melupakan mu, untung kita berjumpa di sini, sekalian saja aku mengundang mu ya..'' ujar nya sambil tertawa mal


'' kapan akan di laksanakan hari bahagia mu itu..'' tanya ku lagi


'' nanti ku kabari melalui wa kau tenang saja..?'' ucap Karin membuat ku hanya mengangguk saja


'' kau dengan siapa kemari, dan ada keperluan apa..'' tanya Karin menatap ke arah belakang ku, yang terdapat Kahfi sedang berdiri dengan gagah nya di balik badan ku


'' oh.. ini? kenal kan, ini Kahfi...


belum sempat ku menerus kan perkataan ku, dan terdengar sayup-sayup suara orang menyebut nama ku


'' Hanum..'' ujar seseorang dengan nada lirih, aku pun menoleh ke sumber suara yang menyebut nama ku itu


'' eh... Yang,, ini kenalin teman aku, dan ini...''


'' Kahfi..'' saut Kahfi sambil tersenyum ramah


'' oh.. Kahfi toh nama nya..'' ujar Karin terkekeh kecil


ketika aku melihat seseorang yang berada di samping Karin, rasa nya dada ini terasa sesak, dan nafas ini terasa tercekat ketika melihat mas imam berada di dekat karin


'' Yang, jangan bengong aja, teman ku kenalan gih..'' suruh Karin pada mas imam


aku hanya menatap nya sejak tadi tanpa berkedip, apa kah ia tau apa yang ia lakukan saat ini kepada ku, apa kah memang ini yang ia ingin kan

__ADS_1


'' eh.. iya,, saya imam Rahadian..?'' ujar nya menjulur kan tangan kepada ku sedikit ragu


melihat nya seperti itu, aku hanya bisa tersenyum getir ketika mas imam malah berpura-pura menjulur kan tangan nya untuk berkenalan kepada ku


baik lah, aku akan ikuti permainan ku kali ini mas, kau sendiri yang pura-pura tidak mengenal ku,


dan apa tadi? mereka akan bertunangan, ingin rasa nya aku berteriak di depan Karin sahabat ku ini, bahwa aku ini adalah istri dari kekasih nya itu


'' Hanum..'' saut ku singkat


ia sejenak menatap ku dengan tatapan bingun dan entah lah, aku tidak bisa membaca pikiran nya saat ini


biar lah mas imam ingin berbuat apa, aku akan mengikuti permainan nya saja, sampai di mana ia bisa berpura-pura dan bersandiwara belaka


'' imam..''


'' Kahfi..'' saut Kahfi menjulur kan tangan nya ke arah imam


'' kalian lanjut saja mencari yang cocok, saya dan dia mencari di tokoh yang lain saja, di sini kurang cocok seperti nya..'' ujar ku berpamitan kepada Karin dan juga mas imam


'' oh.. kalau begitu, sampai jumpa di lain waktu..'' ucap Karin sedikit bingung denganku


'' ayo Kahfi, kita cari di tokoh lain saja..'' ajak ku pada Kahfi


'' tapi kak? kita belum melihat sedikit pun di sana, kenapa kakak menyimpul kan hal seperti itu..'' ujar Kahfi sedikit bingun dengan ku


'' sudah ikut saja..'' ajak ku, sambil menarik tangan nya agar menjauh dari tokoh emas tadi


karena ada mas imam di sana, dan tak mungkin aku mengatakan hal demikian kepada Kahfi dan juga Karin


akan menimbulkan masalah baru nanti nya, jika aku sudah berada di rumah sepi terasa seperti neraka dan di tengah hutan tersebut


'' tidak biasa nya kakak seperti itu, apa ada masalah, antara kakak dan kak Karin..'' ujar Kahfi memang mengetahui siapa karin


'' tidak ada, ayo cepat, jadi


atau tidak mencari perhiasan nya..?'' ucap ku seraya menatap nya


'' tentu jadi dong, kakak gimana sih.'' ucap Kahfi kesal


membuat ku terkekeh kecil atas kekesalan nya yang terlontar dari mulut nya

__ADS_1


ku rangkul Kahfi sambil berjalan meninggal kan tokoh emas yang pertama kami datangi, karena ada nya mas imam di sana,


.tidak mungkin aku bertahan di sana, yang ada aku nanti nya bingung harus mengatakan apa


tak ku sadari ternyata mas imam melihat kepergian kami, ia terus saja menatap ke arah mana kami pergi


entah apa tujuan nya, namun aku masa bodoh dengan itu semua, apa ia tidak kembali semalaman karena ini


karena ia ingin bertunangan dengan sahabat ku sendiri, sungguh luar biasa, meninggal kan aku demi wanita lain....


'' siapa pria tadi kak, kenapa memandang mu tanpa berkedip..'' ucap Kahfi ternyata ia memperhatikan gerak gerik mas imam


'' nanti di rumah saja ya... cerita nya, untuk saat ini kakak belum mau cerita lebih baik kita pokus mencari perhiasan seperti apa yang kau ingin kan..'' ucap ku seraya tersenyum lebar


Kahfi hanya mengangguk saja, tak mau berdebat dengan ku kali ini, ia hanya menuruti perkataan ku,


kami pun mencari perhiasan sesuai keinginan nya, dan setelah itu, kami mencari kafe kecil untuk mengisi perut


ternyata terasa lapar juga, ku kira berjalan mengelilingi mall tidak akan lapar, ternyata tebakan ku salah


'' mau makan apa..'' tanya Kahfi menoleh ke arah ku


karena posisi ku saat ini berada di sebelah kanan Kahfi


'' boleh tidak ya.. pesan mie level pedas..'' ujarku seraya membuka buku menu


'' memang nya ada..'' tanya Kahfi sedikit keheranan


'' gak tau, biasa nya sih.. ada, entah kali ini..'' ucap ku seraya membalik buku menu yang ada di tangan ku


'' ada saja kelakuan mu kak, biasa nya kalau sudah begini, ada yang membuat mu prustasi atau stress..'' ucap nya seraya tersenyum miring melihat ku


'' tidak ada, cepat habis pesan makanan mu, dan ayo kita kembali laginke pabrik .'' ucap ku yang malas sekali membahas masalah ku yang tidak berujung



'' papa mama bilang, kita bekerja sampai setengah hari saja, biar orang kepercayaan papa saja yang mengerjakan dan menyelesai kan nya saja..'' ujar Kahfi


membuat ku mengangguk samar saja ketika Kahfi berucap


tak berapa lama aku pun menjatuh kan pilihan ku, begitu juga dengan kahfi, setelah makanan datang kami berdua pun menikmati nya dengan diam

__ADS_1


...****************...


__ADS_2