
'' cepat lah sedikit..'' teriak Yudis kesal kepada anak-anak nya
'' yang sabar yah..'' ujar Dania mengelus dada Yudis
'' sabar-sabar,, kamu sih.. hanya bisa bilang gitu aja, gak tau apa. aku lagi kesel banget sama anak-anak itu,,'' ujar Yudis menatap Dania tajam
'' maka nya yang sabar mas,, kenapa dari pagi marah gak jelas gitu sih..'' ucap Dania menghela nafas berat
'' terserah kamu aja Dania...'' kekesalan Yudis tak hanya ia ungkap kan pada anak dan istri, namun kepada diri nya sendiri pun kesal
entah apa yang membuat Yudis kesal sedari semalam, membuat Dania di runding bingung dan merasa aneh dengan sikap perubahan suami nya tersebut
ketika semua berkumpul, kini mereka masuk ke dalam mobil, bunga dan Daren memilih ikut di mobil yang sama dengan Yudis,
sedang kan Kenan, ia memilih membawa Kiara sendiri, ia tak mau Kiara kurang nyaman duduk berdesakan dengan yang lain
'' kemana arah rumah nya..'' tanya Yudis seketika kepada Daren
'' sama jalan nya ke rumah opa Adam, tapi rumah nya sebelum rumah opa Adam pa..'' saut Daren
pagi ini, Yudis dan keluarga nya menuju rumah leya, atas permintaan Daren untuk meminang leya lebih dulu sebelum pulang ke kota mereka
'' setelah ini, kau janji kan, membantu papa di perusahaan,, jangan sampai papa mengalami kerugian karena hal ini..'' ucap Yudis sedikit kesal
'' iya pa.. Daren janji.. gak mungki Daren ingkar janji..'' ujar Daren dengan nada serius
'' awalan yang baik..'' gumam Yudis
mobil pun melaju ke arah perumahan di mana leya tinggal, sedang kan Kenan hanya mengikuti dari belakang saja,
tak butuh waktu lama, kini mereka telah sampai di tujuan mereka, memarkir kan mobil di halaman rumah leya, itu adalah pilihan Yudis,
'' ada mobil siapa di depan rumah ayah ya...'' tanya Kenan kepada Kiara
'' iya ya.. mobil nya sedikit asing..'' ucap Kiara juga sependapat dengan Kenan
'' mungkin teman kerja ayah..'' ucap Kenan menepis masalah hal yang berkecamuk di pikiran Kenan saat ini
__ADS_1
'' lebih baik kita masuk saja..'' ajak Kenan kemudian pada Kiara
mereka semua pun berjalan masuk ke teras rumah leya, prasaan tak enak sudah menyerah hati dan pikiran Daren, setelah melihat ada mobil asing yang terparkir di halaman rumah sang pujaan hati
'' Abang tau itu mobil siapa..'' bisik Daren pelan pada Kenan
Kenan tak menjawab, hanya gelengan kepala saja yang Kenan isarat kan, pertanda ia juga tidak tau itu milik siapa
'' assalamualaikum...'' ujar Yudis ketika ia berdiri di ambang pintu
mereka bukan lah tamu yang tadi tunggu, mereka bertamu karena ada hal sebab lain, dan tanpa rasa curiga dan lain nya, Yudis mengetuk berulang kali daun pintu rumah Fikri
'' ada tamu..'' ujar Dina kepada Fikri yang sudah merah padam melihat ke arah tamu yang sebelum nya sebelum Yudis datang
'' buka kan pintu Bu..'' pinta Fikri
ia masih mempertahan kan posisi nya, ia tak mau menjadi murka, hanya dengan orang-orang sampah yang ada di hadapan nya saat ini
'' waalaikumsallam..'' saut Dina membuka pintu untuk para tamu nya
'' eh...'' kalian,, kenapa tidak langsung masuk saja..'' ujar Dina terkejut dengan tamu jauh
'' kayak sama siapa aja,, kita kan saudara.. ayo masuk- ayo masuk..'' ujar Dina sambil tersenyum ramah.
Yudis dan keluarga nya pun masuk ke dalam rumah, begitu di persilah kan oleh tuan rumah, begitu mereka semua berjalan ke arah ruang tamu, mereka di kejut kan dengan wajah merah padam Fikri
'' mas.. ada tamu jauh ini..'' ucap Dina kepada Fikri
'' siapa Bu..'' tanya Fikri menoleh ke arah belakang, dan seketika ia pun terkejut dengan kedatangan Yudis dan keluarga
'' eh.. ada tamu jauh.. silah kan duduk..'' ucap Fikri ramah, seketika ia pun merubah mimik wajah nya ke mode ramah, tapi tidak pada tamu nya yang sebelum nya
'' saya tinggal sebentar ya..mau buat minum..'' ucap Dina ramah
'' tidak usah Bu.. kami hanya ingin bertemu saja,,'' ucap Dania sungkan
'' gak apa,, tidak mungkin tamu tidak minum..'' ucap Dina lagi
__ADS_1
padahal tamu yang pertama datang, belum juga di suguh kan minum oleh Dina sejak tadi
Kenan yang baru saja masuk, terkejut dengan ada nya tamu yang tak terduga Fikri,, ia pun berjalan cepat ke arah Fikri,
'' eh.. kak Kiara juga ikut,, kalian belum ibu kabari,, ibu kelupaan untuk mengabari kalian,, kalau leya sudah melahir kan semalam..'' ujar Dina ketika melihat Kiara masuk
'' wah.. sudah lahiran ya.. Bu.. aku pengen lihat anak leya dong..'' ucap Kiara antusias
si pun melepas kan tautan tangan nya dengan Kenan, berjalan ke arah Dina berada
'' kak.. aku ikut..'' pinta bunga sedikit ragu
'' ayo dek..'' ajak Kiara melambai kan tangan pada bunga yang ingin ikut serta pada nya
bunga dan Kiara begitu bersemangat nya ketika mendengar leya sudah lahiran, kini mereka berdua menyerbu kamar leya,,
Dania yang mendengar itu pun, ingin ikut melihat anak leya, namun ia sedikit sungkan dengan wajah marah Fikri
setelah kepergian Kiara dan bunga, kini Dina membawakan minum untuk para tamu nya, dan juga tamu sebelum nya
'' jadi bagai mana ini pak,, boleh tidak.. kami bawa cucu kami..'' ucap ayah Angga pada Fikri lagi
'' jangan harap kalian bisa melihat cucu ku, itu cucu ku, bukan cucu kalian, dalam agama dan dalam apa pun, tidak ada hak kalian di situ, tidak ada tertara nama anak kalian di bin nya, karena anak itu seutuh nya milik ibu nya..'' ucap Fikri tandas
'' tapi kami ingin bertanggung jawab pak.. kami mengakui kesalahan kami..'' ucap nya lagi
'' tidak bisa,, kalian boleh keluar dari rumah saya ini dengan tangan kosong, karena sejak awal aku meminta pertanggung jawaban kalian, tapi apa yang ku dapat kan, kalian tidak mau bertanggung jawab sama sekali,,..'' desis Fikri sedikit kesal
'' tapi om.. itu kan anak kandung saya,, saya berhak atas anak saya..'' ujar Angga lagi
'' tidak ada hak mu di situ,, kau hanya menitip kan saja, tapi tidak berhak kau memiliki nya.. walau sampai kapan pun..'' ucap Fikri menoleh geram pada Angga dan keluarga nya
sedang kan Yudis dan daren hanya menatap heran, ada perdebatan di antara dua orang yang saling berebut anak
'' itu darah daging ku om..'' ucap Angga lagi
'' ya.. memang itu darah daging mu, tapi ingat, semenjak leya hamil Sampai melahir kan, kau tidak ada tanggung jawab yang kau berikan sedikit pun kepada anak dan cucu ku, jangan kan tanggung jawab, sebutir Nasih pun, belum pernah kau berikan kepada mereka berdua,, dan sekarang kalian seenak nya datang ingin mengambil apa yang sudah kalian buang..'' ujar Fikri tertawa sumbang
__ADS_1
...****************...