Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
PC 108


__ADS_3

'' siapa yang bertamu kenan..,'' ujar Kiara berjalan keluar dari dalam rumah


'' ini ada...


belum sempat Kenan melanjut kan perkataan nya, sudah di potong oleh tamu yang sedang berada di teras


'' hai.. kak..'' sapa leya memucul kan wajah nya ke arah Kiara


hampir saja Kiara terjingkat kaget karena wajah leya, Kiara hanya menyamar kan keterkejutan nya dengan senyum terpaksa sambil mengelus dada


'' kau sama siap kemari leya,, udah besar aja perut mu..'' ujar Kiara memandang perut bucit leya


'' sama papa dong.. mau sama siapa lagi..'' ujar leya tersenyum lebar


'' iya.. tapi Abang yang susah gara-gara kamu..'' celetuk kiano menghempas kan ransel milik leya


'' iss... Abang, sama adek sendiri kok gitu sih..'' ujar leya manyun


'' siapa bilang Lo.. adek gua,, adek gua noohh. . Kania..'' tunjuk kiano pada Kania yang berada di ruang tamu


'' Abang kok gitu sih..'' ucap leya seraya manyun


'' bang... jadi gak sih.. ini? nganter mama nya..'' ucap Kania teriak dari dalam


membuat Kenan lupa akan tugas nya, ia pun meninggal kan kiano dan juga leya yang masih berada di depan pintu masuk


'' siapa yang bertamu kenan..'' tanya Hani menatap kedatangan sang anak


'' ini kiano pulang ma..'' saut Kenan kemudian


ia pun mendekat ke arah sang mama, untuk memapah Hani berjalan keluar,


'' ma.. mama kenapa..'' kiano mendekat ke arah kenan menatap sang mama yang sudah pucat


'' mama kurang sehat, papa di mana..'' tanya Hani kemudian


' papa lagi nganter opa pulang ma.., ini mau di bawa ke rumah sakit kah..'' tanya kiano menatap ke arah kenan


'' ya..iya lah,, Lo..pikir dari tadi gue konser apa .'' celetuk Kenan


kiano tak menjawab, ia lebih memilih membantu Kenan membawa sang mama ke arah mobil,


'' kamu di rumah aja Kania,, temani leya itu..'' tunjuk Kiara pada leya yang terdiam sedari tadi


'' mana berani aku berdua aja sama kak leya kak..'' ujar Kania menatap leya

__ADS_1


'' tunggu sampai papa sampai, nanti kalian menyusul sama papa aja..'' ujar Kiara lagi


'' oh.. kalau gitu ya.. udah,, biar Kania sama papa aja nanti..'' ujar Kania


Kiara pun ikut masuk ke dalam mobil, ia ikut duduk di belakang, sedang kan kenan duduk di kemudi,


sesampai nya di rumah sakit, mama Hani pun di periksa oleh dokter, dan harus menjalani rawat inap, karena darah dan demam nya terlalu tinggi


mau tak mau, Hani pun harus di infus dan mereka menginap di rumah sakit


'' assalamualaikum..'' ucap Aldo seraya masuk ke dalam ruang rawat Hani,


ia tadi sempat panik ketika pulang ke rumah, hanya ada Kania dan leya saja, dan mendapat kan kabar bahwa istri tercinta nya di bawa ke rumah sakit


'' waalaikumsallam... pa.. sampai juga..'' ujar Kenan menyalami Aldo


'' mama lagi tidur pa.. jangan di ganggu, biar obat nya bekerja..'' ujar kiano memperingati aldo


'' papa hanya ingin melihat kondisi mama saja kiano..'' celetuk Aldo kesal karena ia di larang mendekat oleh kiano


membuat kiano hanya terkekeh kecil, melihat papa nya kesal pada diri nya,


'' loh.. leya ikut lagi sih.. gak istrirahat aja di rumah..'' ucap kiano berdecak kesal melihat ke arah leya


'' mau Abang antar pulang aja..'' tawar kiano


ia sangat memprihatin kan kondisi leya yang membawa beban di perut nya, kiano tidak tega, jika leya harus bergadang malam ini di rumah sakit,


'' nggak ah.. di rumah juga sama,, pasti sepi bang..'' tolak leya lagi


'' lebih baik kamu tidur di sebelah sana aja leya,, apa kamu gak capek, seharian begadang terus kasian anak yang ada di dalam perut kamu..'' ujar Aldo pada leya


'' iya pa..'' saut singkat leya


'' kamu juga kak.'' pinta Aldo menatap ke arah Kiara


'' aku mau di sini aja pa..'' bantah Kiara


'' jangan bantah gitu Yang, kamu juga harus banyak istirahat.. kamu kan baru saja keluar dari rumah sakit.. jadi? harus banyak-banyak istrirahat..'' ucap Kenan mengelus bahu Kiara


'' di temenin sama kamu lah..'' pinta Kiara manja


'' lah.. ini kan lagi di temenin, kamu kan gak sendiri..'' ujar Kenan


'' tidur nya mau peluk kamu..'' pinta Kiara memanyun kan bibir nya

__ADS_1


'' jangan aneh-aneh deh kak..'' ujar kiano menatap sebal ke arah Kiara


membuat Kiara bertambah,. memanyun kan bibir nya, ia tak suka dengan larangan kiano barusan


'' ayo di temani.. jangan ngambek gitu..'' ujar Kenan menarik kepala Kiara ke pangkuan nya


Kenan menyuruh Kiara merebah kan tubuh nya dengan berbantal kan ke dua paha Kenan, ia mengabai kan dengusan kiano


'' aku mau tidur di dekat kak leya aja deh..'' ujar Kania berinisiatif sendiri


'' terserah kamu Kania, tapi kamu jangan lasak ya.. kak leya sedang mengandung soal nya..'' pesan kiano pada Kania


'' iya bang..'' saut singkat Kania


ia pun berjalan ke arah ranjang yang di tempati oleh leya, untuk kasur nya lumayan besar, jadi tidak harus berdimpitan


hingga larut malam, ketiga lelaki itu tidak belum juga tidur, bahkan sesekali Kenan mengelus belakang Kiara dengan lembut


'' mama kok bisa seperti ini Kenan,, tapi sebelum papa tinggal kan, mama baik-baik saja..'' ujar Aldo penasaran dengan penyakit sang istri


'' kayak nya.. karena habis makan Nasih goren buatan ku pa.., maka nya mana begitu..'' jujur Kenan


'' apa salah nya Nasih goren, toh.. mama mu juga sering memasak nya, jika tidak ada sayuran yang lewat..'' ujar Aldo menatap Kenan heran


'' masalah nya pa..., ini Kenan yang memasak nya, aku tak menghitung berapa jumlah garam yang masuk, atau berapa banyak penyedap rasa yang masuk pa..'' ujar Kenan benar apa ada nya


'' mama gak bisa makan asin Kenan,, pantes saja mama mu sakit tiba-tiba..'' Aldo geleng kepala melihat pengakuan anak nya


Kenan tidak sepenuh nya salah, tapi mau bagai mana lagi, semua sudah terjadi, kini Aldo menatap wajah pucat Hani


ia begitu iba ketika melihat Hani harus berbaring di ranjang rumah sakit, untuk kesekian kali nya


'' papa jangan nangis..'' tegur Kania yang belum seperlnuh nya terbawa alam mimpi


'' eh.. adek kalian kenapa itu..'' ujar Aldo mendengar suara gerutuan Kania


'' coba lihat kiano, adek mu itu, sedang. apa..'' suruh Aldo pada Kenan


'' sebenar nya capek pa... lebih baik sehabis ini kita istirahat saja ..'' ucap Kenan menjauh dari kiano yang ada di sofa singgel


'' papa juga istrirahat aja . biar kiano yang menjaga mama..'' ucap kiano pada Aldo..


tanpa menanggapi kiano, Aldo merebah kan kepala nya di samping Hani yang sudah berbaring sebelum ia pun ikut tertidur di samping Hani


...****************...

__ADS_1


__ADS_2