Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
73


__ADS_3

Eliza mengambil jari tangan milik Nara yang tidak terpasang infus


" cepet sembuh ya. jangan sedih lagi ada aku di sini sekarang " ucap lirih


langit yang gelap diluaran seorang lelaki tua dan perempuan glamor sedang merencanakan sesuatu untuk membunuh satu persatu orang orang tersayang yang mereka benci.


" bagaimana rencanamu nyonya " ucap lelaki tua dengan badan pendek serta kepala botak dan memiliki tato di belakang Tengkuk nya yang berlambang seperti laba-laba yang sedang merayap.


" aku pun masih memikirkan nya bodoh " sentak wanita berpakaian glamor itu


" ha ha ha. sungguh tak ku sangka. kau sungguh begitu tega nyonya " ledek lelaki tua tersebut


" diam " kesalnya. karena belum terpikirkan rencana apa yang ingin di lakukan nya


tiba tiba nyonya glamor menemukan ide yang sungguh membuat tercengang kepala botak itu


" ah.. bagai mana kalau kita bunuh satu persatu orang terkasih nya "


pria botak masih berpikir. apa menurutnya bisa mereka lakukan.


" apa bisa berhasil "


" kemungkinan. karena dia tidak ada di sisi mereka "


wanita berpakaian glamor itu tidak tahu bahwa biar bagaimana pun orang yang ingin mereka singkirkan tidak akan bisa di lawan. ada orang yang selalu membantunya di belakang layar.


" kita tunggu informasi dari mata matamu yang tidak berguna itu " selorohnya


" kita sama nyonya. bukan saya saja " dengus nya


kring


kring


kring


bunyi telepon yang berada di atas meja kerja milik tuan berkepala botak itu berdering tapi tidak langsung di jawab oleh sang empu nya


" angkat. itu bunyi terus bikin tambah pusing saja "


" biarkan saja " mengeluarkan asap rokok yang dihisap nya


" siapa tahu itu penting " dengan gaya angkuhnya si nyonya glamor menyuruhnya


" baik lah. "


tuan botak tersebut pun akhirnya berjalan ke arah meja kerjanya yang terdapat telepon rumah yang sedari tadi berdering terus. ingin tidak mengangkat nya . tapi si nyonya dengan berpakaian glamor itu selalu menyuruhnya


" halo" dengan nada biasa


" ( halo tuan. saya mendapat kabar bahwa anak dari nyonya Wanda cloyeri berada di kota A . mereka tingga bersama saudara yang lain tuan ) "


" apakah informasi kalian tepat "


" ( kami yakin tuan . kami melihat dengan mata kami sendiri di saat dia berada dalam mall sendiri . "


" baiklah. terimakasih atas infonya "


" baik tuan sama sama "

__ADS_1


setelah menutup telepon seluler nya si pria botak itu pun masih termenung di tempatnya


" Tablo. kenapa kau hah " si pria botak bernama Tablo itu pun tersentak ketika mendapat tepukan dari si nyonya glamor


" tidak ada "


" lalu itu " sambil mengangkat dagunya menunjuk pada telepon seluler nya


" hanya masalah perusahaan saja "


" oohh kukira ada berita "


pria botak itu hanya menggeleng kan kepalanya saat melihat wanita angkuh itu keluar dari ruang kerjanya yang berada dalam rumahnya


" apakah informasi ini benar " Tablo pria bota bermonolog sendiri di kursi kebesarannya


seorang gadis cantik nan imut mungil yang sedang terlelap hingga beberapa hari tidak sadarkan diri kini menggerakkan tangannya yang mungil itu berlahan lahan mata sayu nan biru abu itu pun terbuka dengan perlahan untuk menyesuaikan pada rentina nya


" ugh .. " menggerakkan badannya dengan rasa sakit di sekujur tubuh ny


" kakak sudah bangun " tanya anak kecil yang berwarna biru sama seperti milik gadis yang berada di atas ranjang


" hhmmmm " jawabnya. karena masih belum mampu untuk menopang tubuh nya yang lemah pada akhir akhir ini.


" sudah sadar " tanya wanita yang sudah berumur matang tersebut yang sama memiliki mata biru. hanya berbedanya milik Nara yang biru ke abuan


queenara pun ingin beranjak dari pembaringan nya. tapi di tahan oleh Eliza agr tidak terlalu banyak gerak terlebih dulu


" sudah. tidak usah bangun. berbaringlah dengan baik "


" tidak nyaman jika begini " ujarnya


" terimakasih "


" sama sama " setelah membenarkan posisi duduknya Eliza pun duduk di pinggiran ranjang dan menggenggam tangan mungil milik queenara


" apa masih ada yang sakit "


" tidak . hanya lelah saja "


" benarkah ??"


" jangan cemaskan aku. cemaskan keadaan orang orang yang ada di negara mu itu "


" maksudmu "


" seseorang sedang merencanakan sesuatu pada orang tersayang kalian "


Eliza tidak mengerti. meski ia gadis pintar tapi mendengar perkataan queenara merasa bingung sendiri


" seseorang siapa, dan tersayang " gumamnya sambil berpikir. tiba tiba , Eliza tersentak saat menyadari jika queenara memberi tahu bahwa ada orang yang berniat mencelakakan orang orang di sekitarnya nya yang di sayangi oleh Eliza


" maksud kamu ap? " menggantung ucapannya kala queenara mengangguk membenarkan apa yang ada dalam pikiran saudara sepupu nya itu


" bagai mana bisa. mereka mengetahui keberadaan tempat itu . "


" itu tidak akan sulit bagi mereka. karena tempat tersebut ada orang yang mengawasinya sedari kau pindahkan mereka "


" maksudmu memata matai. kami "

__ADS_1


" hmm. tapi tenang saja , mereka tidak akan berani menyentuh nya jika masih ingin mengusik "


" brengsek!!! sial!! kenapa bisa kecolongan lagi " umpatnya karena merasa marah jika musuh masih memata matai lewati orang dalam


sekilas Elisa melirik ke arah queenara yang memejamkan matanya entah itu tidur atau tidak. Eliza ingin bertanya tapi takut mengganggu istirahat nya


" katakan saja " ucap Nara yang masih memejamkan matanya


" huh. " menghembuskan nafas nya dengan kasar. " bagaimana jika aku pergi kesana . apa bisa, "


" bisa saja, tapi musuh sudah mengintai mu saat Edwin kecelakaan "


" terus bagai mana dengan orang orang di sana queen "


" apa kamu mau memperlihatkan wajahmu di depan mereka "


" Maksud kamu ? " alis Elisa mengernyit tidak mengerti kenapa dengan memperlihatkan wajahku di depan orang orang di bawah pengawasannya


" mereka akan menyandra orang orang itu jika kamu benar menampakkan diri di depan mereka. "


" lalu bagaimana aku harus menolong mereka queen" Eliza sudah begitu gusar ketika mengetahui bahwa orang nya ada yang berniat menghianati nya lagi


" tunggu sebentar " queenara mencabut selang infus yang berada di lengan kirinya.


" apa maksud mu. mau kemana kamu" tanya eliza merasa khawatir dengan kesehatan queenara


" aku akan kembali ke kamar dulu , tunggu sebentar "


tanpa ada yang tahu bahwa kehidupan queenara begitu sulit di hadapinya. banyak berbagai rintangan yang mengharuskan dirinya melawan agar bisa bertahan dalam keteguhannya nya


dengan perlahan queenara berjalan melewati lorong untuk menuju lift yang akan menjadi tujuannya, setelah sampai pada kotak bersih yang berada di depannya langsung menekan nomor ruangan paling dasar . di mana di sana berbagai obat yang ampuh untuk membantu menyembuhkan penyakitnya yang sudah melemah


Ting


bunyi lift telah sampai pada dasarnya kini terbukalah dan menampakan berbagai alat dan ragam yang berada di ruang bawah tanah . yang hanya orang pilihannya lh yang mengetahuinya


" selamat datang nona manis" ucap Kyuhyun lelaki orang dengan mata sipit dan bibir tipis ini menyambut sang adik angkat yang baru menghampirinya padahal sudah beberapa Minggu berada di satu gedung


" apa kabarnya bang "


" waaaw.. adikku menanyakan kabarku " memang terlalu lebay dengan kata kata Kyuhyun itu" kabar ku sangat sangat baaaaaik sekali " membalasnya dengan senyum yang di buat


" kamu bagaimana kabarnya , " tanya nya


" aku baik bang, hanya saja butuh obat itu lagi "


" apa selama kamu di sini tidak memberitahuku bahwa penyakitmu kambuh kembali "


" aku hanya merasa lelah bang "


" nooo !! " serunya " kamu jangan sembarangan menganggap lelah kamu itu tidak apa apa queen"


" makasih udah perhatian "


" sudah kewajibanku memberi perhatian untuk adikku. tidak seperti si wilLie sialan itu " dengan rasa gemes nya pada wilLie yang membiarkan adik nya berkeliaran kembali seperti awal sebelum berjumpa dengan keluarganya


" sudah tidak baik. biar bagaimanapun dia adalah kakak tertuaku "


" tapi kenapa kalian sungguh berbeda "

__ADS_1


bersambung


__ADS_2