
'' Sedang apa kalian..'' tanya Kiara ketika melihat dua orang yang asik cekikikan di depan layar ponsel
'' hehehe... maaf mbak,, kami lagi buat konten..'' ujar Nina seraya mematikan ponsel pintar milik nya
'' Ada saja kerjaan kalian..'' ucap Kiara geleng kepala melihat kelakuan ke dua nya saat ini
'' Ayo pulang Hanum..'' ajak Kiara pada hanum yang ikut menatap nya sama seperti Nina
'' Gak mau ma,, aku mau sama Mbak ini..'' tunjuk Hanum pada Nina
'' nanti lagi main nya,, sekarang pulang dulu ayo..'' ajak Kiara lagi
'' tapi..ma....
'' gak ada tapi-tapian, ayo pulang,, kalau enggak, mama pergi aja nih..'' ucap Kiara mengancam Hanum
'' mama....'' rengek hanum
namun Kiara tetap memaksa Hanum untuk pulang, sedang kan Nina, hanya bisa memandangi Hanum yang pergi dengan Kiara
'' besok kalau ada masalah, bilang saja sama saya..'' ucap Kiara menitip pesan pada wiwi
'' iya mbak..'' saut singkat Wiwi
Kiara pun melajukan langkah kaki nya keluar dari tokoh kecil nya,
sebenar nya tokoh yang di buat kan kena cukup besar, namun belum sepenuh nya selesai semua
masih banyak lagi yang harus di pasang dan masih banyak lagi yang harus di buat,
sehingga bangunan yang mula nya hanya dua pintu, kini memanjang lebar, hampir mencapai lima pintu
entah apa rencana Kenan kedepan nya, sehingga membuat bangunan begitu panjang nya, di tambah lagi, setiap bangunan memiliki satu kamar dan ruangan pribadi
'' aku mau ke papa ma..'' ujar Hanum tiba-tiba sambil merajuk menatap ke arah Kiara
'' ada aja anak mama ini, tadi mau sama Mbak Nina,, sekarang minta sama papa..'' gerutu Kiara
'' mau papa..'' ucap Hanum lagi
membuat Kiara memutar mata malas menatap ke arah Hanum yang merengek kepada nya
'' bentar,, kita ambil motor dulu..'' ucap Kiara pada hanum
'' Yee... Hanum mau papa..'' ujar Hanum dengan girang nya
__ADS_1
membuat Kiara melengkung kan bibir nya tersenyum melihat Hanum begitu senang nya ketika akan bertemu papa nya
memang benar ada nya, jika anak perempuan, cinta pertama nya adalah papa nya, dan jika anak laki-laki itu, cinta pertama nya adalah mama nya
'' ayo naik... pegangan yang benar, jangan sampai jatuh ya..'' ujar Kiara meletakan Hanum di depan
namun Kiara tak sembarangan meletakan Hanum, ia mengikat kan Hanum ke pinggang nya lebih dulu, sebelum mereka melajukan mobil nya
'' ye..ye..ye... mau sama papa..'' ujar Hanum mengoceh sepanjang perjalanan mereka
sesekali, Kiara menanggapi ocehan putri nya yang terlampau bijak, dan sesekali Kiara terlihat sedikit kesal, dengan pertanyaan Hanum yang berulang-ulang
setengah jam perjalanan, kini mereka telah sampai di depan kantor pabrik sawit milik opa Adam,
'' ayo turun... sudah sampai..'' ajak Kiara pada Hanum
'' ngantuk..'' ucap Hanum lirih
'' lah... tadi kata nya mau sama papa, kenapa malah mau tidur, tau gitu, kita di rumah aja tadi..'' ucap Kiara mengomel melihat anak nya mulai teklak-tekluk
akhir nya Kiara memutus kan mengangkat Hanum saja, masuk ke dalam kantor pabrik sawit
untung saja, banyak para karyawan yang mengenal Kiara sebagai apa, dan banyak juga yang melirik ke arah Kiara yang berjalan masuk ke dalam kantor
'' iya.. benar,, tapi? kenapa sudah membawa anak, bukan nya mereka masih muda ya..?'' tanya lagi masih dalam mode berbisik
'' iya ..ya,, kenapa sudah membawa anak..?'' ujar nya lagi
Kiara mengabai kan bisik-bisik yang terlalu kuat menurut Kiara, ia berjalan ke arah ruangan Kenan, tanpa bertanya lebih dulu kepada karyawan lain
'' eh.. aduh.. ada orang di dalam, kenapa main masuk aja itu..'' tanya wanita yang menjabat sebagai sekretaris dua Kenan
'' tegur saja,, nanti kita kena teguran dari mbak Jihan..'' ucap mereka
dengan cepat, sekertaris dua, mencoba menghadang Kiara, namun sayang, Kiara sudah terlanjur membuka pintu ruangan Kenan
'' kenan... ini anak mu....
berapa terkejut nya Kiara, melihat suami nya dalam pelukan wanita lain di depan mata nya saat ini
'' eh...Yang...ada apa..?'' tanya Kenan terjingkat kaget melihat Kiara berada di depan mata nya
'' nggak ada apa,, lanjut kan saja..'' ucap Kiara menutup kembali pintu ruangan Kenan dengan keras
'' eh.. Yang,, tunggu, kamu salah paham..'' ucap Kenan mencoba mengejar Kiara,
__ADS_1
namun seketika lengan Kenan di genggam erat oleh wanita yang Kiara lihat tadi, membuat Kenan seketika menghempas kan tangan Jihan seketika, dan mengejar Kiara
'' Kiara tunggu,, jangan lari..'' ucap Kenan yang melihat Kiara sedikit berlari sambil menggendong Hanum
namun Kiara mengabai kan hal itu, ia mencoba untuk tidak terjatuh, namun, detik berikut nya, ia berhenti seketika dari berlari kecil nya
'' apa yang kulakukan ini,, apa kah tindakan ku sudah benar..'' ucap Kiara dalam hati sambil berpikir,
'' aku tidak boleh begini, aku harus melurus kan ini semua, agar wanita sialan itu tidak memandang rendah kepada ku..'' ucap Kiara lagi memasang wajah garang
dengan cepat, ia berbalik arah, dari yang pertama ia berlari kecil, kini ia berjalan cepat, ke arah ruangan Kenan
membuat Kenan mengerut kan kening nya, yang semula kenan mengejar Kiara, kini keheranan melihat Kiara berjalan kembali ke arah nya
'' aku bisa jelasin Yang..'' ujar Kenan sedikit takut melihat raut wajah garang Kiara
'' cepat masuk..?'' bentak Kiara pada Kenan dengan suara yang amat tinggi
sampai-sampai Hanum, yang ada dalam dekapan Kiara pun terkejut mendengar suara Kiara
'' suara nya jangan keras-keras Yang, Hanum nya terkejut..'' ucap lirih Kenan
'' gak perduli, cepat masuk ke dalam, dan panggil wanita sialan tadi..'' ucap Kiara tetap meninggi kan suara nya
membuat semua orang yang berada di dekat mereka bergidik ngeri mendengar suara Kiara
'' Yang,, jangan begitu ah,, gak enak di dengar sama yang lain..'' ucap Kenan melirik kiri dan kanan
seketika Kiara mengikuti arah pandang Kenan, namun detik berikut nya, Kiara memberikan delik kan tajam kepada mereka semua
'' aku gak perduli itu semua,, cepat panggil kan wanita sialan tadi..?'' ucap Kiara lagi dengan suara semakin meninggi
mau tak mau, kenan menuruti semua perkataan Kiara, tak ingin melihat Kiara berbuat keributan di tempat kerja nya
'' ayo masuk ke dalam, dia sedang berada di dalam juga..?'' ajak Kenan lirih
Kiara dengan cepat melangkah kan kaki nya ke arah dalam ruangan Kenan, tanpa basa basi, Kiara memberikan Hanum begitu saja pada Kenan
'' aduh..Yang,, jangan buat keributan yang malu lah...'' ucap Kenan lagi,
namun Kiara tidak memperdulikan ucapan Kenan, hati nya sudah kepalang panas, dan kepala nya serasa mau meledak, adai kan kepala nya bisa seperti di sinetron-sinetron
mungkin kepala Kiara kini tengah mengeluar kan asap yang mengepul hebat
...****************...
__ADS_1