
'' iya.. ya.. aku belum menyedia kan nama nya,, aku kok? gak kepikiran ya..'' ujar leya
'' begini nih... belum bisa jadi ibu, harus jadi ibu sih..'' celetuk bunga
yang membuat semua tertawa lepas, sedang kan leya juga menyuara kan tawa nya, karena ia pun merasa geli sendiri dengan celoteh bunga
'' ada yang mau usul nama tidak nih..'' tanya leya menatap ke sekeliling nya
'' ehm... boleh nih,, aku yang kasih nama..'' pinta Daren sedikit ragu.
'' eh..calon ayah mau kasih nama nih .'' ujar Kiara menatap Daren sambil tertawa mengejek
'' apa sih kak.. cuma mau bantu kasih nama aja kok? gak ada maksud lain..'' ujar Daren merasa sedikit malu kepada semua orang di kamar leya
'' ada maksud lain? juga gak apa dek..'' saut Kiara masih cekikikan, membuat Daren semakin malu
" jangan membuat malu Daren sayang, lihat itu,, muka nya bersemu merah.." ujar Kenan terkekeh
" Abang juga sama saja,, gak ada beda nya.." celetuk bunga
" Jadi..? ada saran tidak nih.." ucap leya menepis rasa malu yang ada di diri nya
" Jadi.? Apa saran nama dari mu Daren.." mata Kenan tertuju kepada Daren yang seketika menoleh ke arah nya
" Apa aku boleh memberi nya nama.." ucap Daren sedikit sungkan
" Boleh, asal kan bagus dan bermaknah.." saut leya sekilas menatap Daren
" Hmm.. kalau nama nya Sammy gimana.." ujar Daren
" Sammy.. hemm.. nama yang unik, seperti nama penyanyi band ternama.." saut Kenan
" Hanya Sammy saja... Tidak ada kelanjutan atau kepanjangan nya gitu.." ujar leya yang merasa nama nya hanya memakai satu kosa kata saja
" Coba yang lain,, ada tidak.." tanya Daren menatap bergantian ke arah Kenan dan juga Kiara
" Kan sudah ku bilang dari awal,, aku tidak memiliki saran nama,, sedang kan calon anak ku saja belum ada tersedia nama nya.." ujar Kenan berdecak sebal, entah harus berapa kali lagi ia berkata bahwa ia tidak memiliki stok atau saran nama untuk anak leya
__ADS_1
" Kalau nama nya ada Al Fattah gimana.." ucap bunga pulah
" Al Fattah ya... Kalau di gabung kan menjadi Sammy Al Fattah.,? Hemm nama yang cukup bagus,, coba aku tanya ayah dan ibu, mana tau mereka ingin memberi usulan nama untuk cucu mereka.." ujar leya menerima saran dari ke dua nya
Hingga larut sore mereka masih mengerubungi kamar leya, bermain bersama bayi leya, terkadang mereka bergantian menjaga dan mengganti kan popok untuk anak leya
" Kalian betah sekali berada di dalam kamar.." ucap Dania masuk ke dalam kamar, Melihat pemandangan di depan mata,
semua mata tertuju pada Dania yang tiba-tiba saja masuk ke dalam kamar leya, ia juga ingin melihat wajah anak leya secara langsung
'' ada teman main bunda..'' ucap Kiara menunjuk ke arah anak leya yang baru
'' itu bukan mainan sayang..,'' ujar Kenan menepis telunjuk kiara yang mengarah ke anak leya
'' kalian sana makan lebih dulu,, biar bunda yang menemani leya di sini..'' ujar Dania dengan lembut
siapa saja yang mendengar penuturan Dania yang lembut, pasti semua orang Dania ini adalah sosok yang penyayang dan penuh kasih sayang, dan tidak pernah beranggapan bahwa Dania ini bisa tegas
'' bunda bagai mana .'' tanya Daren menatap Dania
'' bunda sudah makan tadi, tinggal kalian saja yang belum, lagian bentar lagi ibu Dina juga akan kemari, membawa makanan untuk leya..'' ujar Dania lagi
'' ayo.. '' saut Kenan
tak menunggu lama, mereka berempat pun beranjak dari duduk mereka masing-masing berjalan ke arah pintu kamar menuju dapur
di meja makan, hanya ada tersisa Fikri dan Yudis saja, sedang kan Dina tengah sibuk menyiap kan makan siang untuk leya
'' kalian mau makan..'' tanya Fikri ketika langkah kaki Kenan mendekat ke arah meja makan
'' iya ayah... ternyata lapar juga perut ku..'' seloroh Kenan kepada Fikri
'' hahaha.. ada saja kau ini Kenan..seperti biasa nya, siapa yang melarang mu untuk makan di sini..'' ucap Fikri sambil terkekeh kecil
'' tidak ada,, hanya ke asikan mengobrol saja tadi di dalam, sampai lupa makan siang sudah terlewat kan..'' ujar Kenan menduduk kan bokong nya di sebelah Yudis, di susul dengan Kiara dan juga yang lain nya
'' kalau Daren menikah, berarti anak Abang satu lagi dong yang di rumah..'' tanya Fikri menoleh ke arah Daren yang seketika menjadi tegang
__ADS_1
'' iya..? mau bagai mana lagi, semua anak kan akan memilih jalan nya sendiri, seperti kita dulu.. pas masih muda..'' saut Yudis terkekeh kecil
'' benar.. aku pun dulu tidak menyangka akan menikahi gadis yang pernah ku tolong, padahal incaran ku kakak nya..'' ujar Fikri sambil tersenyum manis
'' maksud nya,, kak Hani..?'' tanya Yudis menoleh cepat ke arah Fikri
'' ya.. dulu mama nya Kenan ini orang nya enak di ajak ngobrol dan kami sering cerita bersama, malahan istri saya ini dulu nya orang nya cuek, dan masa bodoh, di ajak kenalan aja gaya.. nya itu loh.. sok gak perduli sama anak muda..'' ucap Fikri sambil tertawa kecil,
mengingat masa lalu nya yang dulu, terkadang membuat Fikri tertawa sendiri, apa lagi membayang kan wajah ketakutan Dina di saat di kejar peliharaan tetangga di ujung komplet
'' malu-malu mau iya Fik..'' tanya Yudis sambil terkekeh kecil
'' iya bang,, aku sendiri aja sampai gemes? mengingat bagai mana dulu Dina dengan ku, seperti orang yang sangat membenci seseorang,, aku saja tidak menyangka akan berjodoh dengan nya..'' ucap Fikri lagi
sedang kan Daren Kenan hanya sesekali mencuri dengar apa yang di ucap kan oleh ke dua orang tua yang berada di dekat mereka
'' ayo pindah ke ruang tamu bang'' ajak Fikri pada Yudis
'' ayo.. sekalian kita bahas masalah anak-anak ya..'' tipal Yudis
'' kalau itu, terserah anak-anak mau nya gimana bang, aku tidak bisa memaksa kan kehendak mereka..'' ujar Fikri
'' ya.. nanti kita juga kompromi dengan yang punya badan..'' ujar Yudis lagi
setelah itu, mereka pun melenggang pergi ke arah depan, sambil membawa cangkir kopi masing-masing
empat orang yang di tinggal kan pun kini menikmati makanan mereka masing-masing dengan hening, tak ada yang berbicara sedikit pun selama makan
selesai makan, Kiara dan bunga memberes kan meja makan, dan membawa nya semua ke dalam wastafel sedang kan para lelaki membersih kan meja makan
'' akhir nya, semua bersih dan perut pun kenyang..'' ucap Kenan sambil bersendawa
'' iss.. Abang,, jangan menghadap aku gitu loh..'' protes bunga pada Kenan
sedang kan Kenan tak merasa bersalah, ia hanya tersenyum simpul saja, kini mereka berjalan ke arah kamar leya kembali
'' sudah selesai makan nya..'' tanya Fikri entah sejak kapan mereka ada di kamar leya
__ADS_1
...****************...