Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
bab 137


__ADS_3

'' masih mau makan lagi kah,, apa perlu ku ambil kan lagi..'' tanya Kiara pada Kenan


'' tidak perlu,, aku tau aku yang salah,, lebih baik kamu lihat Hanum saja sana, tidak usah membasuh piring kotor mu, biar aku saja nanti sekalian..'' ucap Kenan. seraya tersenyum lebar kepada Kiara


'' terima kasih kalau begitu, kamu memang suami terhebat ku..'' ucap Kiara sedikit memuji Kenan, sambil mencubit sebelah pipi Kenan


'' aduh Yang, masih makan ini, jangan di cubit dong..?' protes Kenan pada Kiara


'' maaf Yang,,, kamu gemesin sih..'' ucap Kiara sambil terkekeh kecil


membuat Kenan tersenyum melihat tingkah lucu Kiara, yang selalu membuat nya serba salah


'' giihh kedepan,, nanti Hanum menangis lagi..'' ucap Kenan pada Kiara


'' hmm.... ini juga mau kedepan Yang... aku duluan ya..'' pamit Kiara pada Kenan


Kenan hanya mengangguk saja, ia pun melanjut kan kembali acara makan nya yang sempat tertunda karena kelakuan Kiara


sedang kan Kiara kini berjalan menuju ruang tamu, di mana kini ada sang Oma bersama dengan Hanum yang sedang cekikikan..


Kiara yang melihat Oma dan anak nya sedang cekikikan hanya menatap heran, kenapa Hanum dengan nya selalu menangis sedang kan dengan Oma nya, Hanum selalu senang


'' anak mama sedang bersenda gurau dengan uyut ya..'' ucap Kiara menghampiri Oma ana dan duduk di dekat ana


'' mungkin Hanum kurang nyaman saja Kiara, kamu harus bisa memposisi kan Hanum dengan benar..'' ucap Oma ana


'' maklum lah Oma,, gak pernah pegang anak kecil,, sekali nya pegang,.. eh... malah anak sendiri..'' ucap Kiara terkikik kecil


'' iya ya.. mana dulu Hani mempunyai anak berderet, semua nya dulu sama-sama masih kecil..'' ucap ana tersenyum mengingat bagai mana dulu Hani dan Aldo yang begitu kewalahan menghadapi anak kecil mereka


apa lagi dulu, sinkembar yang sering bertengkar, sedang kan Kiara tak mau mengalah sama sekali dengan ke tiga adik nya


'' Oma ingat dulu,, Kania tidak boleh dekat dengan Aldo, di kala kamu sedang dalam dekapan Aldo, padahal dulu yang merawat kamu dari kecil itu Hani..'' ucap ana mengingat masa kecil Kiara

__ADS_1


'' kok bisa gitu Oma.. berarti Kiara dulu egois ya.. sama Kania..'' tanya Kiara menelan ludah sedikit susah


'' memang, apa lagi kamu dulu, entah lah,, Oma aja sampai bingung sendiri, tapi papa kami tetap adil dengan anak yang lain nya, dulu di waktu kecil, papa kalian lah yang banyak merawat kalian, terkecuali Kania.. Kania itu selalu kalah dengan kalian bertiga, maka nya sampai sekarang Kania lebih dekat dengan mama nya ketimbang papa nya..'' ucap ana


'' kasian Kania. ya... tidak kebagian papa..'' ujar Kiara terkekeh kecil


'' hmm.. begitu lah, maka nya terkadang opa kalian selalu rebutan menyapa Kania lebih dulu, terkadang Kania sampai mengais karena ke dua opa kalian..'' ucap ana


kala ia mengingat bagai mana Alan dan juga Adam saling berebut memegang Kania, namun Kania nya malah menangis lepas setelah nya


'' Oma... opa sekarang ada di mana..'' tanya kena yang muncul dari dapur setelah selesai membasuh bekas piring kotor mereka berdua


'' ada di hotel mungkin,, entah sedang di penginapan,, Oma kurang tau,, opa mu itu gak bisa di larang, padahal sudah ada dito yang membantu sama ayah Dion,, tapi opa mu itu tetap kekeh untuk ikut bekerja...'' ucap ana geleng kepala mengingat Alan yang masih aktif dalam bekerja


'' mau membantu,, aku sendiri pun keteter Oma..'' ucap Kenan seraya duduk di depan televisi


'' lah... ini kamu apa gak kuliah Kenan..'' tanya ana menatap ke arah Kenan


'' tidak Oma.. biar opa Adam saja dulu,, Kenan masih letih Oma.. apa lagi tadi malam kurang tidur..'' ucap Kenan mengganti canel televisi


Kiara menoleh cepat kepada ana, apa mungkin anak nya kini menurun dengan nenek nya yang dulu nya sering menangis


'' berarti,, dulu mama sama seperti Hanum oma..'' tanya Kiara cepat


yang mendapat kan anggukan kepala dari Oma ana, membuat Kiara menghela nafas berat, ketika anak nya sama dengan sang mama


'' kalau begini sih,, cocok nya Hanum di berikan dengan Hani saja,, biar Hani tau, bagai mana dulu rewel nya ia di masa masih bayi..''' ucap ana lagi


'' ide yang bagus Oma... besok Kenan coba dua bulan berada di rumah mama,, agar mama tau cucu nya itu serewel mama di saat masih bayi..'' ucap Kenan mendapat kan ide yang cemerlang dari Oma ana


'' apaan sih kamu Kenan,, gak boleh begitu ya.. itu nama nya zolim kepada orang tua..'' penggal Kiara yang tak terima dengan ide Kenan


'' hanya mencoba saja Kiara,, aku tau akan hal itu..'' ucap Kenan menoleh kepada Kiara

__ADS_1


'' Kiara benar Kenan,, papa dan mama mu dulu pun, tidak pernah memberikan kalian kepada kami untuk di rawat, papa mu melarang berat akan hal itu.. padahal dulu Oma senang-senang saja, jika kalian dalam asuhan Oma..'' ucap ana


'' maaf Oma,, aku kan hanya ingin melihat bagai mana ekspresi mama ketika Hanum sama dengan nya dulu di saat masih bayi..'' ujar Kenan


Kiara dan Oma ana hanya terdiam saja, tak menyahuti perkataan Kenan, kini Oma ana di sibuk kan dengan Hanum yang selalu mengajak nya mengoceh, sedang kan Kiara hanya memperhati kan interaksi kedua nya yang begitu akur dan tentram


'' lihat papa mu itu Hanum,, memasang wajah sebal..'' ucap Oma ana pada Hanum


yang mana Hanum hanya tertawa saja menanggapi ocehan Oma ana, sedang kan Kiara terkekeh kecil, mendengar sindiran sang Oma kepada suami nya


'' assalamualaikum...'' teriak seseorang dari depan rumah, membuat ketiga nya menoleh cepat ke arah pintu


'' siapa yang bertamu Oma.. udah siang begini .'' ucap Kenan menoleh ke arah sang Oma


'' Oma juga tidak tau,, siapa yang bertamu ya.. apa leya...'' tebak ana


'' bukan nya leya ikut denga Daren Oma..'' ujar Kiara cepat


'' eh... iya ya... semenjak menikah, Daren membawa nya ke kota E, dan belum pernah sama sekali pulang kemari..'' ucap ana membenar kan perkataan Kiara barusan..


'' tidak mungkin Kania kan..'' ucap Oma lagi


'' tidak ada rencana mama berkunjung dalam waktu dekat ini Oma..'' saut Kenan


'' ya.. ampun.. kita malah menebak-nebak saja sejak tadi, tanpa mau membukakan pintu untuk tamu nya, kan kasian itu, menunggu terlalu lama di luar..'' ujar Oma ana menyudahi acara tebak-menebak mereka


'' iya..ya...'' ucap Kiara terkekeh kecil


'' Kenan... bukan kan pintu nya, siapa tau Tami dari jauh..'' suruh Oma ana kepada Kenan


'' baik lah Oma..'' ucap Kenan menurut saja


ia pun berjalan ke arah depan, membukakan pintu untuk tamu tak di undang tersebut

__ADS_1


'' loh... kamu....


...****************...


__ADS_2