Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
bab 159


__ADS_3

Kenan menghirau kan protes Jihan pada nya, yang ia pikir kan saat ini adalah keselamatan Kiara dan calon bayi yang ada di dalam perut Kiara


'' tolong bersabar lah,, aku akan membawa mu ke rumah sakit terdekat..?'' ucap Kenan panik bukan main


melihat raut wajah Kiara yang mulai pucat pasi, membuat kenan semakin panik, dan merasa bersalah


andai saja, dari awal Kenan memecat Jihan, tak akan ada kejadian seperti ini lagi, tak akan ada kejadian p3ndar4h*n seperti pertama kali dulu, ketika Kiara mengandung anak pertama mereka


dan andai saja, Kenan tak membiar kan Jihan masuk, seperti biasa, mungkin, tak akan ada kejadian seperti ini


'' cepat lina, aku mau membawa istri ku ke rumah sakit..?'' ucap kena. membentak Lina


'' baik pak..?'' jawab Lina sedikit takut


siapa yang salah, siapa yang di marah ini cerita nya..?'' ucap Lina salam hati menatapalas ke arah pak bos muda nya


sedang kan Kenan, ia merebah kan Kiara di kursi belakang, agar Kiara bisa di rebah kan, sedang kan Lina,


ia langsung mengambil posisi di atas kepala Kiara, paha Lina menjadi bantalan untuk Kiara


sedang kan Hanum, masih dalam dekapan Lina, mulai dari ruangan, hingga ke dalam mobil,


bahkan, Hanum tidak terganggu sedikit pun dengan suara pertengkaran antara mama nya dan orang lain


Kenan mengemudi kan mobil nya ke arah jalan raya dan mencari rumah sakit terdekat setiap kenan melintas


tak butuh waktu lama bagi Kenan, ia punenemukan rumah sakit sederhana, namun Kenan tidak ada pilihan lain, selain memberikan Kiara pertolongan cepat sebelum terlambat


'' hati-hati pak,, nanti kepala nya ke cantok..?'' ujar Lina menatap ke arah kepala Kiara


kenan hanya diam saja ketika Lina menegur nya, tanpa pikir panjang, Kenan membawa Kiara masuk ke dalam UGD


'' pak..lewat sini, anda harus mengantri lebih dulu..?'' peringat sang suster kepada Kenan


mendengar itu, Kenan memutar langkah kaki nya, yang masih membopong kiara


'' apa mata anda buta sus... istri saya butuh pertolongan cepat,, lihat ini..?'' ucap kena menunjuk kan seburat dar8h di kaki Kiara


'' eh.. maaf pak.. mari saya bantu..?'' ujar suster tersebut melihat kondisi Kiara yang memprihatin kan


kena pun mengikuti langkah kaki suster yang menegur nya, ia membawa cepat ke ruangan serba putih tersebut, dan banya bau obat-obatan yang menyengat di indra penciuman

__ADS_1


'' bapak tolong tunggu di sini, biar kami yang akan memeriksa nya..?'' ucap suster melarang Kenan ikut masuk


'' baik lah sus..?'' ujar kenan membiar kan suster mendorong Kiara masuk ke dalam ruangan UGD


kenan pun memilih berjalan keluar kembali, ia ingin melihat di mana keberadaan anak nya


berjalan keluar, dan melihat Lina kebingungan mencari keberadaan nya, untung nya Hanum anteng bersama Lina


'' Lina.. boleh saya pinjam ponsel mu, ponsel saya ketinggalan di kantor..?'' ucap kenan kepada Lina


'' eh.. tunggu sebentar pak,, saya akan ambil kan..?'' ucap lina merabah tas sandang yang ia pakai


'' kamu bisa bawa mobil tidak..?'' tanya kenan pada Lina setelah ia menerima ponsel milik Lina


'' bisa pak..?'' saut Lina lagi


'' tolong kamu ke kantor, dan ambil semua tas kerja dan tas istri saya.?'' ucap kenan lagi meminta tolong


'' baik pak.. tapi? ini bagai mana..?'' ujar Lina melirik Hanum dalam dekapan nya


'' oh..iya,, saya lupa? sama bidadari kecil saya..?'' ucap kenan mengambil alih Hanum dari dekapan Lina


'' saya minta tolong ya..Lina..?'' ucap kenan lagi


kenan pun mulai mengoperasi kan ponsel milik Lina, untung nya, kena. mudah hapal, jadi ia mudah mengingat no ponsel milik mama nya, dan juga ke dua Oma nya


setelah melihat kenan mulai mengoperasi kan ponsel nya, Lina pun pergi meninggal kan Kenan, begitu juga dengan ponsel milik nya


tak mungkin kenan teledor dengan ponsel nya, lagian jika kenan menghilang kan nya, bukan kah kena bisa mengganti ponsel milik nya dalam sekejap mata


" Hallo assalamualaikum ma.. ini Kenan.." ucap kenan ketika sambungan telpon terhubung


" Eh.. ini Kenan, kenapa no nya asing.." ucap Hani menilik ponsel yang ada di telinga nya


" Iya ma.. ini Kenan, ma.. Kenan sedang di rumah sakit, Kiara sedang sakit ma.." ucap kenan lirih penuh hati-hati


" Ya..Allah, sakit apa Kiara Kenan.. Hanum bagai mana..." Ucap Hani panik mendengar ucapan Kenan


" Hanum baik-baik aja ma,, Hanum lagi sama Kenan, yang jadi masalah nya Kiara ma.. Kiara masuk UGD ma.." ucap kenan sendu


" Biar mama sama papa akan kesana, kamu jangan panik dan jangan terlalu di pikir kan, Oma mu sudah di beritahu apa belum,, bagai mana dengan ayah bunda Kiara.." tanya Hani cepat

__ADS_1


" Masih mama saja yang Kenan beritahu, karena no bunda, Kenan tidak hapal, karena tas Kenan ketinggalan di kantor.." ucap kenan


" Ya..sudah.. ya..sudah, biar mama saja yang memberi tahu kan bunda mu, dan mama juga yang akan menghubungi Oma nanti.." ucap Hani


" Ya..udah ya.. ma,, Kenan tutup dulu..assalamu alaikum...'' ucap kenan,


" Iya..iya,, waalaikumsallam.." saut Hani dari seberang sana


Sambungan telpon pun terputus, begitu juga dengan ponsel yang Kenan genggam,


Sedang kan Kenan, setelah ia menyelesai kan aksi menelpon nya, ia melirik sejenak ke arah Hanum yang menatap nya sejak tadi bingung


" Kenapa anak papa,....tanya kenan kepada Hanum


'' mama..'' hanya satu kata, sudah membuat Kenan menghembus kan nafas berat


'' mama sakit sayang, kita tunggu sebentar ya.. mama masih di periksa sama dokter,, Hanum sama papa aja ya..'' ujar Kenan seraya mencium lembut pipi Hanum


'' heem..'' saut Hanum sambil mengangguk kan kepala nya,


'' ayo kita tunggu mama di sana, papa pegel gendong Hanum..'' ucap Kenan berjalan mendekat ke arah ruang tunggu UGD


'' mama sakit apa pa..'' Hanum mendongak menatap ke arah Kenan


'' papa juga gak tau,, kita tunggu saja ya.. dokter nya nanti bilang apa..'' ucap Kenan pada Hanum dengan lembut


Hanum hanya mengangguk menurut, ia merebah kan kepala nya di pangkuan Kenan, dengan Kenan yang menunggu di luar bersama Hanum


tak berapa lama, kini Lina tengah muncul dengan tas kerja dan juga tas milik kiara


'' pak.. ini mau di taruh di mana..'' tanya Lina menunjuk kan barang milik Kenan


'' taruh sini aja Lin,, kalau kamu mau pulang,, pulang aja lebih dulu Lin, gak apa kan, kamu baik taksi atau ojek ke kantor nya..'' ujar Kenan seraya mengelus kepala Hanum lembut


'' eh.. gak pa. pa pak, bapak nya saya tinggal gak apa kan..'' ujar Lina sungkan


'' tidak apa Lin,, tolong urus semua kekacauan di kantor ya..'' pinta Kenan pada Lina


'' baik pak.. kalau gitu, saya permisi pak..'' ujar Lina undur diri


Kenan hanya mengangguk saja, ketika Lina pamit pada nya

__ADS_1


...****************...


__ADS_2