Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
75


__ADS_3

Queenara mendongak menatap temannya yang ada di hadapannya


" lalu aku tanya apa, tentang kamu , ogah , basi tau " lalu beranjak dari kursi untuk menaruh piring bekas makannya di wastafel dan mencucinya


kini tubuh yang di bawa queenara sudah agak enak kan sehingga tampak raut wajah yang tadi nya pucat seperti kembaran kertas kini sudah nampak bibir Cherry nya yang memerah alami tanpa harus di hias kembali


" kamu mau kemana setelah ini "


" aku ingin berdiskusi dengan saudaraku yang memiliki keturunan yang sama bang "


Kyuhyun mengernyit, memang dirinya sempat mendengar ada orang yang menepatkan ruangan yang memang di khususkan untuk tamu. tapi semenjak berdirinya gedung R P hospital tidak ada satu orang tamu yang mengenal pemilik gedung itu


" jadi kabar itu benar. "


" lebih tepat nya aku yang menolong mereka, dan entah lah, seperti ada yang menyuruh jadi hati ini seperti merasa sakit saat melihat anak kecil itu terluka "


" heemmm , begitu ya cerita nya "


" sudah aku pergi dulu, "


queenara pun pergi dari lantai paling dasar yang menjadi tempat untuk uji coba pembuatan obat


sedang orang lain sedang menunggu sedari orang nya pergi sampai sudah hampir lima jam tapi tidak kembali lagi, dan dia merasa khawatir dengan keadaan queenara yang belum sembuh


" di mana gadis ini " mondar mandir bagai setrika yang kurang panas,


" mungkin kak Ara lagi ada urusan " ucap Edwin


" tapi gimna klo terjadi sesuatu dengannya, aku gak tau harus berbuat apa lagi untuk saat ini, sungguh membuat ku pusing "


" hah , " menghela nafas berat" rasa nya lebih mengkhawatirkan dia ketimbang kamu Ed"


" ya kak El jangan terlalu dipikirkan"


" mata mu , udah tau dia pergi dengan keadaan fisik yang lemah, "


" terserah kakak saja " Edwin pun berlalu dari hadapan kakak sepupu nya


menunggu memang tidak pasti kapan orang nya akan datang sehingga Eliza berpikir yang tidak tidak


" gak mungkin klo dia jatuh dan GK ada yang nolong " gumamnya. dan rasa khawatirnya itu semakin menjadi

__ADS_1


bergegas ingin keluar dari ruangan yang menjadikan dirinya burung dalam sangkar oleh sang kakak sepupu tertua


cklek


baru beberapa langkah sudah melihat siluet tubuh yang di harap kan nya


" astaga,,, kamu dari mana saja " gegas nya sambil berlari menghampiri gadis bermata biru keabuan itu


setelah sampai pada hadapannya membolak-balik kan tubuh nya apa ada yang luka atau lecet


" aku tidak apa apa kak . I'm Ok" jawab nya


" syukur klo kamu baik baik saja , aku khawatir karena kamu tidak kembali selama lima jam lebih "


" he he he maaf kak, aku tadi ada urusan sama teman "


" huh , " merasa lega jika sudah kembali


rasanya begini sekali punya kakak perempuan yang begitu menghawatirkan dirinya, padahal dirinya lah yang harusnya menjadi Kaka dari Eliza dan juga Edwin, tapi karena Eliza yang lebih tua umurnya ia tidak mau


" sudah tidak apa, kita masuk "


dua gadis yang berbeda usia yang cukup lumayan jauh, tapi tidak bisa menghilangkan wajah yang begitu lebih dewasa dari queenara,


,


,


hingga banyak masalah yang di hadapi mereka, bisa dengan masalah keluarga, usaha, dan juga pertemanan


" ini semua gara gara dia, kenapa setelah dia kembali princess ku pergi " tunjuk Jonatan marah pada gadis yang duduk dengan kepala menunduk sambil sesegukan


" Joo, kita tidak tahu bahwa Rara akan pergi "


" buslit !!! "


brakk


ya orang yang bertengkar di ruang tengah yang awal nya ingin berdiskusi tapi malah menjadi runyam


" tenang kan perasaan mu Joo " ucap wilLie

__ADS_1


" bang, bagai mana aku bisa tenang, kalo perasaan aku ajj gak enak dan semua rasanya sakit bang " luluh sudah seorang Jonatan yang tadinya merah marah yang ingin melampiaskan emosinya kini menangis tersedu


" kenapa dia harus pergi hiks ketika sudah menemukannya , kenapa bang ,, !! " hiks hiks"


Jonatan melampiaskan semuanya dengan menggebrak dan menendang benda apa saja yang berada di sekitarnya, sehingga membuat ruangan tersebut menjadi tak terbentuk banyak nya benda berjatuhan dan pecah ulah Jonatan


" hiks hiks maaf kan aku jika aku membuatnya pergi kak, maaf hiks hiks" ucap queenira si gadis yang terlihat feminim tapi hatinya berbeda


ia sebenarnya merasa tersaingi di saat pertama kali melihat adik nya yang begitu cantik paripurna dan bola mata nya yang begitu berbeda sehingga terkesan sangat sangat mempesona jika di pandangi


queenira berniat ingin menjauhkan sang adik dari kakak kakak nya yang terlihat begitu menyayangi nya, sedangkan dirinya seperti di sisihkan


" sial, kenapa anak yang satu ini gak bisa bikin aku tenang " ucap nya dalam hati sambil mengeluarkan air mata palsunya ,


hati seseorang mana tahu jika di lihat dari depan baik dan santun, tapi hari nya begitu dengki, iri dan cemburu atas apa yang orang lain miliki


" aku harus berusaha lagi agar kembaran ku ini bisa di kendalikan " batinnya menggerutu kesal pada kembarannya yang lebih tua darinya hanya sekita lima menitan. berbeda dengan queenara, yang terpaut lima belas menit baru lahir, sehingga mengakibatkan sang ibunda koma


" apa aku harus pergi mencari nya kak " ucapan queenira mampu membuat semua orang menoleh padanya


" apa maksudmu " ucap Liam , sedang wilLie hanya memandanginya dan melihat raut dari wajah sang adik yang hilang dan di kembalikan oleh adik bungsunya


" apa kamu juga ingin pergi sama sepertinya , " Liam berusaha menahan emosinya ketika ucapan sang adik yang baru di temukan ya beberapa bulan yang lalu oleh adik bungsunya


queenira menunduk takut jika melihat raut wajah kakak kedua nya yang begitu pendiam tapi jika marah seperti harimau yang akan mencakar jika ada yang mengusik


" maaf kak "menunduk diam, tapi dalam hatinya bersorak kegirangan karena kakak kedua nya tidak mungkin mengizinkan dirinya pergi begitu saja


Liam dan Jonatan tidak tahu bahwa queenara memiliki organisasi bukan berarti mafia yang kejam dan sadis, hanya wilLie dan temannya lah yang tahu jika mereka bersatu itu pun dulu sekarang berbeda lagi, semenjak mengurus ank buahnya ke negara Z tim gabungan milik queenara lah yang tidak pernah kembali lagi , hanya tim milik dirinya yang kembali dan sebagian juga di rekrut oleh adik nya, hingga yang mengikuti nya yang tunduk pada queenara pun diam tak mengatakan jika tim Garuda di bubarkan untuk mengecoh sang musuh yang masih berada di balik layar yang sesungguhnya


" sudah, Rara tidak akan pernah terluka, Abang jamin " ucap wilLie menenangkan adik adik nya yang sudah beberapa hari seperti merasakan kesakitan yang tiada Tara, tapi tubuh nya tidak mendeteksi bahwa mempunyai penyakit


" kamu kembali ke kamar, tenangkan emosimu , dan kamu obati luka di tanganmu Jo, " ucapan wilLie pun di patuhi oleh dua pemuda yang berbeda usia itu


" dan kamu dek, kembali kekamar, istirahatlah" ucapnya halus, nira tidak tahu bahwa kakak pertamanya sudah mengetahui dari gerakan wajah nya yang menyiratkan rasa dengkinya


setelah semua kembali pada kamar masing masing wilLie pun mendesah dengan berat


" kenapa jadi begini, kamu di mana dek, kasian Jo " maraup wajah nya dengan rasa frustasi,


awalnya dirinya yang tidak terima jika sang adik pergi dan tidak ada kabar, tapi setelah menenangkan hatinya , adik kembarnya berulah se akan queenara dalam bahaya sehingga Jonatan merasakannya dan Jonatan pun hampir di rawat ketika tubuh nya merasakan lemah seperti tidak memiliki tenaga,

__ADS_1


" huh , sial sial sial , kenapa harus Rara yang mereka lihat, bukan kah aku juga adik mereka " sungut nya setelah sampai kamar


" aku gak mau jika dia kembali, aku gak mau jika harus berbagi kasih sayang kakak " queenira merencanakan sesuatu yang orang lain tidak akan tahu, hanya author yang ngerti


__ADS_2