
Berjalan keluar dari rumah milik keluarga kecil pranata yang jauh dari rumah orang dan hanya keluarga itu saja yang tinggal di pinggiran hutan dekat jalan yang biasa di lalui oleh pengendara yang lewat
,,,
gadis yang bertubuh kecil dengan mata coklat wajah tirus nya sedang memandangi jalanan yang berada di hadapannya yang entah itu daerah apa yang sedang ia singgahi saat ini
" kak , " Ardi memanggil gadis yang sedang berdiri mematung melihat jalanan yang ramai padat oleh kendaraan
" ah ya, ada apa " dengan terkagetnya ia sampai bingung sendiri
" kak Ira sedang apa, ibu sudah nunggu di kursi depan kak "
" ayo " mereka pun berjalan menghampiri wanita tua yang sudah lebih baik saat ini, tidak memakai pakaian compang-camping dan Kumal
" non, jangan jauh jauh,"
" gak kok bi, Ira di sini, Ira cuma pingin tahu ajj seperti apa mereka bi, "
ya saat ini bi Ijah dan queenira serta Ardi sedang berada di kota M, untuk memenuhi apa yang di minta oleh queenara adik dari Queenira untuk mengunjunginya dan bertemu dengan sang kakak yang sudah lama mencarinya
menunggu hingga lima belas menit tapi tidak juga datang ,
" bi, sebenarnya siapa yang akan menjemput kita disini, "
" saya "
__ADS_1
baru juga queenira bicara pada pengasuhnya kini yang menjawab adalah queenara sang adik yang telah lama terpisah
nira mendengus kala mendengar jawaban nya" kenapa harus kamu "
" memang kenapa jika saya yang menjemputmu di sini, apa kau ingin mereka yang menjemput " tanya Nara pada kakaknya
" Hem " nira hanya mengangguk dengan wajah yang penuh menghadap jika sang kakak yang menjemputnya
" saya belum memberitahu mereka jika kau datang, saya akan memberi kejutan yang indah buat mereka " berbicara dengan suara dinginnya
Nira yang mendengar ap yang di ucapkan adiknya kini faham, ia tidak berhak marah atau iri pada adiknya jika ia tidak di jemput oleh kakaknya atau kakak ya belum di beritahu oleh Nara
sedangkan di gedung pencakar langit dua pemuda tampan yang masih duduk di ruang rapat dengan menundukan kepala sedangkan adiknya masih dengan bingung harus berbuat apa
" bang, bagaimana ini"
" apa mungkin mereka bisa mengenali kita bang,"
" Abang tidak tahu " menggeleng dengan perasaan frustasi karena perusahaan yang ia bimbing mulai goyah di saat ad penghianat yang membawa kabur uang perusahaan dengan nilai milyaran rupiah,
" terus pencarian Nara bagaimana bang " meski Liam terlihat diam tapi ia juga merasakan bagaimana rasanya di tinggal lagi oleh sang adik yang begitu cerewet
ya mereka tidak tahu saja jika Nara di luar akan seperti orang asing hanya dengan wajah datarnya dan irit bicaranya
tok tok tok
__ADS_1
" par misi tuan "
" ada apa " dengar raut wajah bingung, padahal tadi sudah bilang pada sekertaris nya bahwa jangan ada yang mengganggu dulu untuk beberapa jam ke depan,
" di luar ada nona Nara tuan, "
" apa " dengan kompak menjawab dengan teriakan
" benarkah itu" ucap wilLie untuk memastikannya
" benar tuan, sudah sedari tadi saya melarang untuk bertemu tapi nona tersebut menyebut jika dia adik tuan"
" baik lah, terimakasih sudah memberitahu"
" sama sama tuan , kalo begitu saya pamit undur diri tuan " sekretaris wilLie pun keluar dari ruang rapat yang masi terisi dua orang pemuda yang memegang perusahaan tersebut
" bang Nara kembali sendiri bang " tanya Liam pada abangnya
" kamu benar, cepat kita temui dia , jangan sampai ia menunggu lebih lama lagi "
dua orang pemuda tampan dengan pakaian formal berlari menuju ruang lobi yang berada di lantai dasar, sedangkan dirinya ada di lantai sepuluh
__ADS_1
bersambung
,