
'' ayo masuk... kenapa gak bilang sih, kalau mau berkunjung kesini..'' ucap Dina membawa kiara masuk ke dalam bersama nya menyisakan kenan yang sejak tadi mengekor mereka di belakang
'' kejutan dong Bu... leya kemana Bu..'' tanya Kiara menoleh ke arah Dina
'' ada di kamar nya, lagi menidur kan Sammy..'' ucap Dina kepada Kiara
'' umur Sammy sudah berapa hari Bu..'' tanya kenan yang berada di belakang dina
'' dua hari lagi, dia sudah selapan, mungkin Minggu depan rombongan keluarga Daren akan kemari..' ujar Dina memberitahukan Kenan dan Kiara
'' iya ... ayah dan bunda juga udah bilang,, kalau mereka akan datang setelah seminggu Sammy selapan..?'' ucap Kenan
mereka bertiga pun berjalan ke arah kamar leya, dariuar saja sudah terdengar suara tangisan Sammy, entah apa yang sedang ia tangis kan,
namun tangis nya begitu sangat pilu di dengar oleh telinga, membuat Kiara menyempatkan langkah kaki nya masuk ke dalam kamar leya
'' kenapa Sammy menangis seperti itu Bu..?' tanya Kiara kepada Dina
'' Sammy memang begitu, drama nya itu loh,, kadang buat ibu gemes sekali dengan nya..?'' ucap Dina membayang kan terkadang ia sering lepas kontrol ketika sedang membantu leya memandikan Sammy
tanpa sadar, terkadang Dina mencubit pipi Sammy dengan sangat gemas, namun. ia segera tersadar kan, bahwa Sammy masih bayi,
'' kenapa Sammy leya..? tanya Kiara ketika masuk ke dalam kamar leya
" eh... kak,, kenapa malah sekali ke Kamari nya.." leya terkejut dengan kedatangan Kiara
." gak apa,, rindu aja dengan Sammy.." ucap Kiara sambil tersenyum lebar
" Bu... ayah dimana sih.." tanya Kenan, karena sejak tadi iya tidak melihat paman nya 6ang sering ia panggil ayah tersebut
" ayah ada di ruang kerja nya bang, cari aja di sana..?" saut Dina kepada Kenan
" aku ke ayah ya...Yang.." pamit Kenan ke pasar Kiara
" iya.. pergi lah, aku mau bermain dengan Sammy,, pipi nya ini loh...sangat menggemas kan.." ucap Kiara penuh dengan rasa gemas kepada Sammy
" awas kebablasan kak.." peringat leya sambil terkekeh kecil
__ADS_1
" iya,, kalau kamu tidak mengingat kan, mungkin aku sudah hilaf.." ucap Kiara tertawa geli
Kiara menatap Sammy cukup lama, ia begitu menatap Sammy, ia teringat akan hal anak nya yang pergi sebelum ia mengenali wajah anak nya tersebut,
.terkadang ada rasa sakit di hati Kiara, dan terkadang ia tidak bisa melupakan bayang-bayang anak nya yang telah pergi
melihat Sammy, seperti ada di diri Sammy tertinggal kenangan bersama anak nya, namun Kiara cepat menghilang kan prasaan itu
ia tak mau sampai Allah melaknat nya karena terlalu lama bersedih, kejadian nya pun sudah sangat lama, hampir satu tahun setengah,
semua milik Allah, pasti akan kembali kepada Allah juga, semua ke bahagian dan kesedihan datang nya dari Allah,
kita sebagai manusia hanya bisa berencana, tapi Allah lah yang menentu kan nya, akan bagai mana nasib kita kedepan, hidup tak perlu di sesali,
hingga larut malam, kini Kiara dan juga Kenan pamit pulang, setelah lama bermain dengan Sammy, ketepatan, Sammy pun sudah tidur
****
Malam setelah pilulang dari rumah ayah fikri, entah kenapa Kiara tak bisa tidur dengan nyenyak, serba gelisah, mau ke kanan salah ke kiri salah,
Kenan yang melihat itu hanya bisa membantu sekena nya saja, apa lagi Kiara tak banyak mengeluh, ia hanya diam saja, namun ranjang serasa ada gempa,
" Kenapa belum tidur Yang.." tanya Kenan mendekat ke arah Kiara yang berbaring di samping nya
" Gak bisa tidur, prasaan ku gak nyaman.." ucap Kiara kepada Kenan
" Apa nya yang tidak nyaman." Tanya Kenan
" Perut ku terasa sakit, belum lagi pinggang ku terasa pegal, tolong bantu pijat kan yang ini.." pinta Kiara menunjuk ke arah pinggang nya
Dengan rasa iba, Kenan mencoba menuruti permintaan Kiara, ia pun mencoba membuat pinggang Kiara terasa senyaman mungkin,
Agar Kiara tidak mengeluh sakit lagi, terkadang kenan ada rasa iba ketika Kiara harus mengandung anak nya seperti ini
Namun harus bagai mana, takdir mengharus kan wanita memiliki anak dan melahir kan, Karena jihad nya seorang wanita adalah melahir kan anak dari suami nya,
Seberapa pun suami nya mau, karena setiap wanita yang mengandung, mati dalam keadaan melahir kan, maka Allah menjanji kan syugar bagi nya, Namun dalam ke adaan suci atau taat dalam ajaran agama Islam,
__ADS_1
" Sudah Kenan,, semakin lama, semakin tidak nyaman saja perut ku, tak mau lagi di pijat.." ucap Kiara mencoba melepas kan tangan Kenan
" Kenapa begitu, apa kamu merasa ada hal yang aneh.." tanya Kenan lagi
" Tidak ada, hanya saja perut ku bagian bawah ku terasa sakit.." ucap Kiara
" Coba di bawa tidur saja, mana tau bisa hilang sakit nya.." ucap Kenan pada Kiara
Membuat Kiara mencoba mengikuti saran dari Kenan, mana tau sarang dari Kenan akan membuat nya lebih nyaman, namun baru beberapa menit memejam kan mata,
Rasa tidak nyaman itu menyerang kembali Kiara, sehingga ia kembali membuka mata nya lebar-lebar, ia tak tau harus berbuat apa
" Kenan,, bisa minta tolong ambil kan minum.." pinta Kiara menggoyah kan tubuh Kenan yang berada di samping nya
Membuat Kenan berjingkat kaget, ia baru saja memejam kan mata, sudah harus terbangun lagi, ketika Kiara mencoba membangun kan nya
" Hhmmm.... Ada apa.." tanya Kenan mencoba membuka mata
" Aku haus, aku mau minum, di sini minum nya sudah habis.." ucap Kiara menunjuk kan gelas kosong yang ada di atas naskar
" Hmm... Baik lah,, akan aku ambil kan untuk mu.." ucap Kenan turun dari ranjang secara perlahan
Kenan beranjak dari atas ranjang membawa gelas kosong, ke arah dapur, sesampai nya di dapur, Kenan hendak mengisi gelas Kiara,
Namun Kenan urung, ia pun berjalan ke arah rak piring, mengambil teko untuk ia isi pul, agar ia tak bolak-balik ke dapur lagi
" Ini minum nya,, biar gak bolak-balik ke dapur.." ucap Kenan menaruh satu teko minum di atas meja samping ranjang Kiara
Dengan cekatan, Kiara meminum air dalam gelas yang telah di ruang oleh kenan,
" Temani aku, lama-lama perut ku semakin tidak nyaman saja.." ucap Kiara kepada Kenan
" Kenapa begitu, apa kah harus kita periksa ke dokter lebih dulu.." ucap Kenan
" Udah malem, besok pagi aja lah.." ucap Kiara menahan gejolak rasa yang berulang kali menyerang Kiara
Namun semakin lama, semakin Kiara rasakan sakit nya, kini perasaan sakit nya tak hanya ada di area pinggang nya, melain kan di area bawah perut nya semakin terasa sakit,
__ADS_1
Kiara pun bolak balik ke kamar mandi dan duduk berdiri tak tau harus apa, walaupun terkadang sakit itu hilang tibul
...****************...