
'' sayang nya, kenapa gak ada pasar malam ya.. udah mutar dua kali loh kita ini..'' ujar Kenan menatap Kiara sedikit kecewa
'' aku gak mau tau,, harus ada tempat hiburan yang di kunjungi..'' ujar Kiara kekeh tak mau tau
'' aduh... pusing kepala ku, kalau udah kayak gini,, ke mall aja ya..'' tawar Kenan kemudian
berharap Kiara mau dengan ajakan nya, karena kena tak ingin Kiara merajuk kembali, sudah cukup lelah ia menghadapi Kiara yang berubah-ubah sipat
'' gak mau aku..'' Rajuk Kiara membuat Kenan pusing tujuh keliling
'' gak ada loh sayang,, mau kemana lagi kita mencari nya..'' ujar Kenan, ia sudah cukup lelah mengitari kota A
'' aku gak mau tau..'' ucap Kiara kekeh
.'' hadeh... ada aja kelakuan betina satu ini,, untung sayang..'' ucap kenangeleng kepala
'' mau pulang ke mama aja..'' celetuk Kiara
'' loh..loh.. ini sudah malam sayang, mau ke mama, yang benar saja,, lagian kita belum libur kuliah sayang..'' ujar Kenan menatap sedikit gusar ke arah Kenan
'' aku mau ke mama aja..'' ucap Kiara menatap lurus ke depan
'' astagfirullah Kiara,, ada aja kelakuan nya..'' umpat Kenan sedikit kesal
malam pukul setengah sembilan Kenan memutar kemudi nya menuju ke kota E, di mana ke dua orang tua mereka berada,
'' mau apa cobak malam-malam begini ke tempat mama, besok aku ada tugas kuliah yang belum selesai Kiara..'' kesal Kenan sudah di ubun-ubun
sepanjang perjalanan Kenan hanya pokus mengemudi saja, ia tampak kesal dengan kiara yang setiap waktu mod nya berubah-ubah tak tentu arah
sedang kan Kiara sesekali ia melirik ke arah Kenan yang tampak kesal, sebenar nya ia sendiri pun bingung, kenapa ia bisa seperti itu, tak tau harus berucap apa, Kiara memilih untuk diam saja ketika Kenan tak menyapa nya sedikit pun
dua jam perjalanan menuju rumah Hani, membuat Kiara sedikit bosan dalam perjalanan, lama-lama mata nya sayup-sayup terpejam
__ADS_1
mengubah alam nya, ke alam mimpi, dengan kena yang masih pokus mengemudi, dengan perasaan jengkel dan kesal
'' sudah sampai..'' ujar Kenan
namun Kiara tak mendengar nya sama sekali, karena ia sepanjang perjalanan hanya tidur, dan tak menyadari mereka sudah sampai di rumah megah milik Aldo dan Hani
kini pukul menunjuk kan setengah sebelas, dan hampir jam sebelas,
Kenan melirik ke samping, ternyata Kiara tertidur pulas, membuat Kenan menghela nafas dalam,
'' gini nih... gak di turuti ngambekan, di turuti bikin pusing..'' ucap Kenan seraya membuka pintu mobil nya dan memutar arah ke arah Kiara
tak ada pilihan lain, Kenan harus mengangkat Kiara ke dalam rumah, karena jika membangun kan nya, Kenan takut Kiara tak bisa tidur lagi seperti biasa nya
'' loh.. kamu dari mana..'' tanya Kenan lirih, ketika melihat motor kiano baru masuk pagar rumah
'' habis nongkrong sama temen-temen ku, kalian kenapa sudah sampai di sini saja..'' tanya kiano
'' ada apa dengan kak Kiara, apa dia sedang sakit, makanya kau bawa dia kemari..'' lanjut kiano lagi
setelah kiano membuka kan pintu lebar-lebar, Kenan pun berjalan masuk ke dalam, sambil menggendong tubuh Kiara yang sedikit lebih berisi dari biasa nya
'' kalau gak salah ya . di sekitar sini ada tuh pasar malam, baru buka dua hari yang lalu..'' ucap kiano
'' di sebelah mana nya, sepanjang perjalanan aku kemari, aku tak melihat ada nya pasar malam..'' ucap Kenan mengerut kan kening nya
'' ya.. jelas tidak ada lagi, kau kan lewat nya dari dekat kampus lama kak Kiara, ini di sebelah jalan mau ke kafe alni..'' ucap kiano
membuat Kenan mengangguk mengerti akan pemberitahuan kiano barusan, mungkin besok malam Kenan akan membawa Kiara ke pasar malam tersebut
'' mama sudah tidur ya..'' tanya Kenan pada kiano yang membantu nya menyelimuti Kiara
'' sudah seperti nya, ini sudah larut malam, apa lagi ini, papa kan di rumah, jadi ya.. lebih cepat tidur nya...'' saut kiano
__ADS_1
kenam pun berjalan mengikuti langkah kaki kiano yang hendak ke ruang tamu, ia sejenak melihat Kiara yang di balik selimut,
sejenak Kenan memandang Kiara, ada hati yang adem di hati Kenan, namun kadang kesal nya juga ikut munbuat Kenan akan merasa kan bahagia semua
'' masih aja berdiri di situ... ini mau mie instan atau tidak, aku sudah menaruh nya di atas meja, kalau tidak mau, biar kau yang akan menghabis kan nya..'' kiano menatap ke arah kenan
'' mau lah, aku capek, dan lapar, Kiara mengerjai Ku mulai dari kemarin..'' kenan berdecak kesal kala membuat kenan semakin strees
kiano yang mendengar hal itu, ia malah tertawa lepas, bagai mana tidak, Kiara memang begitu, sebelum hamil, apa lagi iini, Kiara tengah mengandung besar
'' kau jangan menertawa kan ku.. aku tak suka..'' dengus kenan
'' bagai mana tidak, kau di kerjai oleh satu wanita.. bagai mana bisa..'' kiano geleng kepala
'' bisa lah... kau ini bagai mana, dia kan istri ku..'' ucap Kenan menatap kiano dengan tatapan horor
'' mata mu itu, aku tidak takut..'' ucap kiano terkekeh kecil
'' percuma rasa nya berbicara pada mu, tak akan ada habis nya, yang ada aku semakin kesal saja..'' ujar Kenan meninggal kan. kiano yang tertawa lepas
tak ada padahal nya bagi Kenan berceloteh kepada kiano, yang ada semakin strees saja Kenan di buat oleh kiano
'' lebih baik aku ke kamar saja..'' Kenan pun berjalan ke arah kamar nya di lantai bawah, meninggalkan kiano, itu adalah langkah yang paling tepat bagi kenan
'' putri drama ku sedang tidur pulas.. sampai tak sadar dia nya ada di mana..'' Kenan geleng kepala melihat ke arah Kiara yang terbalut selimut tebal
ia pun ikut merebah kan diri di samping Kiara yang tertidur, mencari kehangatan di samping tubuh Kiara,
ia tak tau, mau sampai kapan Kiara berlaku seperti ini kepada nya, namun yang Kenan tau, ia akan tetap menyayangi Kiara sampai kapan pun itu, tak perduli jauh nya jarak usia di antara mereka,
Kenan akan selalu ada untuk Kiara, tak perduli seemosi apa Kenan kepada Kiara, namun dengan melihat wajah Kiara saja, Kenan selalu saja luluh lantah di buat nya
pagi yang cerah berada di kota E, bangun dari tidur, Kiara langsung mencari keberadaan Hani, biasa nya Hani dan Kania selalu berada di dapur untuk membuat sarapan pagi mereka
__ADS_1
...****************...