Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
bab 128


__ADS_3

'' bagai mana keadaan cucu ku..'' Aldo dan Hani begitu panik setelah mendapat kabar dari Kenan


tanpa mau bertanya lebih dulu, apakah anak dan cucu nya bagai mana, mereka berhamburan ke kota A di mana Kiara dan Kenan tinggal,


'' maaf buk... pasien sudah di pindah kan keruang jenazah...'' ucap sang suster menatap ke arah Hani dan Aldo


'' innalilahi wa innailaihi rojiun..'' ucap Aldo dan Hani secara bersamaan membuat Hani tak bisa menopang tubuh nya.


ia lemas seketika, di saat sang suster mengatakan hal tersebut, membuat Hani hampir hilang kesadaran nya


'' anda jangan asal bicara sus... anak saya baru melahir kan, sudah meninggal.. ya..Allah pa... bagai mana ini..'' ujar Hani berderai air mata


'' yang sabar ma..'' ucap Aldo sembari mengelus punggung Hani


'' pasien melahir kan..'' tanya suster tersebut mengerut kan kening bingung..


'' iya sus,, anak saya baru melahir kan beberapa jam yang lalu, sekarang di pindah kan di ruang jenazah yang mana anak saya..'' tanya aldo


'' tapi pasien tidak sedang melahir kan pak,, tapi pasien mengalami keguguran, namun terlambat menangani nya, jadi? pasien tidak bisa terselamat kan..'' ujar sang suster tersebut,


membuat Hani menegak kan kembali punggung nya, dan menatap serius ke arah suster yang sedang menatap mereka bingung


'' anak saya tidak mungkin keguguran sus,, anak saya sudah hamil besar.. memang nya bisa keguguran juga ya..'' tanya Hani dengan pertanyaan polos nya


'' kalau itu sih buk, tidak bisa, terkecuali anak nya yang meninggal lebih dulu di dalam perut..'' ujar sang suster lagi


'' apa kita salah kamar ya..pa..'' tanya Hani menoleh ke arah Aldo


'' apa iya ma,, apa papa salah bertanya tadi,, papa kan sedang panik, jadi papa asal saja..'' ujar Aldo menatap bingung juga ke arah Hani


'' coba ibu dan bapak tanyakan lagi yang lebih jelas..'' ucap suster mempersilah kan Hani dan Aldo bertanya kembali,


'' kalau begitu, kami permisi sus..'' ucap Aldo


mereka berdua berlalu pergi, menemui kembali resepsionis, menanyakan tentan keberadaan kamar anak mereka


setelah bertanya, dan mendapati, impormasi yang akurat, Hani dan Aldo bernafas lega, karena mereka berdua telah memasuki kamar yang salah


sedang kan disisi Kiara dan Kenan, kini ia telah usai mengejan kan putri nya, Kini Kenan dengan telaten nya mengurusi Kiara, menyulangi Kiara makan dan minum

__ADS_1


'' cepat habis kan, ini sedikit lagi, sayang kalau tidak di habis kan..'' ujar Kenan memberi suapan demi suapan kepada Kiara


'' tapi aku sudah tidak kuat..'' tolak Kiara


'' tidak boleh begitu, kau hanya makan sedikit saja, nanti tenaga mu tidak pulih lebih cepat.. kata nya mau menyusui bayi kita..'' ucap kenan dengan tutur kata yang lembut


'' kapan anak kita di letak kan disini..'' tanya Kiara menoleh ke arah Kenan


'' aku kurang tau,, nanti ku coba tanyakan kepada suster yang berjaga anak bayi..'' ucap kenan


'' hmm.. aku sudah ingin melihat nya lebih lama..'' ucap Kiara dengan mata yang berbinar penuh harap


'' aku juga,, tak menyangka, di usia ku yang masih muda, aku sudah di mempunyai anak..'' ujar Kenan terkekeh kecil


lama mereka bercerita, sampai suara pintu terbuka membuat mereka berdua menoleh ke arah pintu masuk


melihat Hani dan Aldo yang datang, mereka berdua hanya tersenyum saja melihat ke dua orang tua mereka


'' assalamualaikum...'' ucap Hani dan Aldo secara bersamaan


'' waalaikumsallam ma..pa.. baru sampai..'' tanya kenan tanpa beranjak dari duduk nya


'' kenapa ma..'' tanya Kenan mengerut kan kening. bingung melihat ekspresi wajah Aldo dan Hani


'' mama sama papa tadi salah masuk kamar..'' ujar Hani mendekat ke arah brangkar Kiara


'' salah masuk kamar gimana .'' heran Kenan


'' gak tau lah,, entah papa mu salah dengar atau bagai mana, mama hanya mengikuti papa kalian saja, gak tau nya kami salah masuk kamar..'' ujar ha i menghembus kan nafas panjang


'' kok? bisa,, tapi tadi Kenan juga sudah beritahu, di mana letak kamar nya..'' kata Kenan


'' papa lupa,, maklum lah, papa kan sudah tua..'' ujar Aldo seraya terkekeh kecil


'' itu ponsel kan ada pa,, tinggal telpon aja, pasti Kenan akan menjemput atau memberi tahu kan papa sih..'' ujar Kenan geleng kepala melihat sang papa mulai pelupa


'' ya.. ampun pa.. kenapa kita bisa lupa begitu sih,, ini nih... sangking panik nya..'' ujar Hani .enghembis kan nafas berat


'' papa gak ingat ma,, kalau pun ingat, papa mana mungkin bertanya kepada mbak-mbak yang ada di depan tadi...'' ujar Aldo

__ADS_1


'' papa sih,, main lupa aja, padahal semua nya ada di ponsel, bikin ribet aj.,'' kesal Hani


'' hemmm....mau melihat cucu, atau mau berdebat di depan pintu sih..'' ucap Kenan terlihat sangat kesal kepada ke dua orang tua nya


'' hehehe., iya,, mau melihat cucu..'' ucap Hani berjalan ke arah brangkar Kiara


***


malam hari, semua tengah berkumpul di dalam ruangan kiara, yang kini tengah di penuhi oleh, para opa Oma dan juga para orang tua yang menyusul hani dan juga Aldo


'' mau di beri nama siapa anak mu Kenan..'' tanya opa Alan kepada sang cucu


'' belum kepikiran opa... nanti Kenan pikir kan, semalam sudah ada, tapi Kenan nya lupa..'' ujar Kenan terkekeh kecil


'' nah kan,, bukan papa aja yang pelupa,, Kenan yang masih muda saja sudah lupaan...'' ucap Aldo


'' papa mah,, pelupa nya parah..'' ujar Hani


membuat semua menertawa kan Aldo, mereka semua menyambut hangat keluarga baru yang akan mewarnai keluarga mereka


mereka pun saling bahu membahu untuk menjaga kiara ketika malam menjelang, tidak perduli mata mengantuk menyerang, mereka tetap menjaga Kiara dan cucu baru mereka


pagi hari menyambut dengan cerah, secerah hati keluarga Hani dan Aldo, tidak lupa dengan keluarga Yudis, yang datang melihat cucu pertama mereka


'' aku juga mau gendong bang..'' ucap Yudis meminta bergantian kepada Aldo


'' aah... kau ini, sangat mengganggu sekali..'' ucap Aldo menatap sinis ke arah Yudis


'' itu juga kan cucu bang,, aku juga ingin menggendong nya..'' ucap Yudis sedikit memelas


'' iss... kau ini, bukan kan sudah ada anak Daren..'' ucap Aldo kepada Yudis


'' masih canggung bang,, belum terbiasa, mungkin lama-kelamaan aku baru bisa menerima nya, walau sekarang juga sudah menerima nya sih.'' ucap Yudis terkekeh kecil


'' dasar aneh, apa beda nya dengan ini,..'' ucap Aldo sinis


sedang kan para wanita dan yang lain nya hanya geleng kepala melihat ke arah para suami yang tengah berebut tersebut


'' kalau ini beda lah bang, ini kan cucu ku sendiri, anak dari putri ku, jelas lah aku tidak canggung..'' ucap Yudis menatap malas ke arah Aldo

__ADS_1


...****************...


__ADS_2