Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
Hanum 7


__ADS_3

'' kenapa kau berkata seperti itu Hanum..'' ujar mas imam mengerang kesal mendengar jawaban ku


'' Ya.. Bagai mana ya, memang seperti itu lah kenyataan nya bukan..'' ucap ku santai


'' jangan kurang ajar Hanum, mau bagai mana pun aku masih tetap suami mu..'' ujar nya dengan suara lantang dari seberang sana


Membuat ku menghela nafas panjang ketika mendengar kan teriakan nya kepada ku, apa kah seperti ini memiliki suami


Apa sebenar nya salah ku, apa karena aku menerima lamaran ke dua orang tua nya, apa karena perjodohan yang tak kami ingin kan ini terjadi


Membuat ku seperti boneka hidup yang seenak nya saja di permainkan oleh mas imam, ia berucap sesuka hati nya


'' apa kah mas menelpon ku hanya untuk mengumpati ku terus menerus..'' tanya ku kesal pada nya


'' itu salah mu, kenapa kau tidak mengabari ku, jika kau ingin kembali ke rumah orang tua mu, bagai mana mereka nanti menganggap ku..'' ujar nya masih penuh dengan emosi nya


'' salah ku ya, memang semua salah ku.. Aku pun seperti orang bodoh ketika menerima lamaran ke dua orang tua mu, dan memaksa ku untuk menikah dengan mu, semua itu memang salah ku..'' ujar ku sedikit sinis


'' kau pasti telah membuat citra ku buruk di depan keluarga mu kan..'' tuduh nya secara terang-terangan


'' asal kau tau ya..? aku tidak pernah memburuk kan mu di depan ke dua orang tua ku maupun keluarga ku, aku tetap menjaga rahasia keluarga ku walau bagai mana pun, aku tidak seburuk yang kau pikir kan..'' ucap ku lantang


Habis sudah kesabaran ku, ketika ia ingin di hargai, apa kah dia mau menghargai ku, namun di sisi lain, tepat nya di keluarga ku, ia ingin di hargai


Menyebal kan sekali, permainan macam apa yang sedang mas imam peran kan untuk ku saat ini


'' aku akan kesana..'' ujar nya sambil mematikan panggilan


Membuat ku langsung menatap ke arah ponsel papa yang telah terhenti panggilan telepon nya


Membuang nafas kasar, ku hembus kan berulang kali, dan menarik nya nafas kembali, begitulah seterusnya ku lakukan


ketika ku merasa nafas ku mulai teratur, dan pikiran ku sudah mulai tenang, kini ku menatap jauh ke arah kolam yang di penuhi ikan ternak milik mama


Berjalan gontai ke arah dalam dan berjalan kembali ke kerumunan keluarga ku yang berada di dapur, dan sebagian lagi berada di ruang tamu.


'' pa.. Ini ponsel nya..'' ucap ku seraya menyodor kan ponsel milik papa


'' sudah selesai berbicara nya..'' tanya papa ketika aku mengembalikan ponsel milik papa


'' sudah pa..'' saut ku


aku pun berjalan kembali ke arah dua adik ku tadi, di mana kini mereka berdua memperhatikan ku dengan intens sekali

__ADS_1


'' kenapa wajah murung sangat..'' ujar Ihsan cekikikan melihat raut wajah ku yang tidak bersahabat


'' apa sih,, biasa aja kalee...'' saut ku acuh tak acuh


'' kak.. Mau mie instan gak..'' aisiah muncul dari arah meja dapur sambil membawa satu mangkuk mie instan buatan nya


'' mana.. Sini..'' ujar ku melambai kan tangan pada aisiah...


'' ih.. Jangan makan mie instan kak, nanti melar baru tau rasa..'' ejek Kahfi


'' masa bodo .'' saut ku mengacuh kan peringatan dari Kahfi


'' kabur aja yok bang..'' ajak Ihsan kepada Kahfi


'' mau kemana.. Pamali keluar malam-malam.." ujar nenek Dania melerai Ihsan dan kahfi


" apa sih nek, orang mau ke halaman belakang saja kok?" saut Ihsan


" aku nya jangan di tinggal sih ." ucap ku kepada mereka berdua


" kakak ini, selalu saja mengikuti kami berdua, padahal ada Aisiah dan Aisyah, tapi selalu saja kami yang di intilin terus ." protes Ihsan


" gak seru mau, sama mereka berdua, tukang ngadu.." ujar ku terkekeh kecil sambil memperhatikan dua adik gadis ku tersebut yang langsung manyun menatap ke arah ku


" ya.. Ampun, baru aja mau di baikin, udah di ejek aja.. Sabar-sabar.." ujar aisiah sambil mengelus dada nya


" harus banyak sabar ya.. Aisiah.." celetuk om Daren kepada aisiah


" ampun deh om, punya kakak satu ini.." ujar aisiah seakan prustasi memiliki aku sebagai kakak nya


" uluuhh.. Lebay kamu.." ujar ku menoyor kepala nya pelan


Dengan cepat kilat, aku pun merampas mangkok mie instan yang semula ia pegang dan kini berpindah alih ke tangan ku


" jangan di abis kan kak.. Ih.. Resek deh.." ujar aisiah mendekat ke arah ku


" lah.. Kamu tadi yang nawarin kan.." ucap ku melongo ketika aisiah hendak merajuk


" ya.. Memang, tapi enggak di habisin juga kak.." sungut nya


Membuat ku terkekeh kecil melihat raut wajah nya yang masam memandang ke arah ku


" iya..sini, kita kongsi.. Bagi dua ." ujar ku pada nya sambil menaruh mangkok mie di lantai

__ADS_1


" sendok aku di mana.." tanya nya celingukan mencari sendok mie


" lah dimana, bukan nya sendok nya satu aja ini.." ujar ku yang ikut celingukan


" tadi adik bawa dua kakak.." sungut aisiah kembali


" lah.. Kalau dua, satu lagi mana.." ucap ku sambil mencari satu lagi


" kakak tuh... Pakai dua sendok sekaligus mungkin ." celetuk nya


" ambil di dapur aja lagi aisiah.." suruh mama pada adik gadis ku


" aisiah yakin tadi bawa dua ma.." ujar aisiah tetap kekeh


" kalau dia, satu nya di mana.." ujar mama ikut mencari


" kakak buang ya.." tuduh nya pada ku


" enak aja, mana ada kakak buang.." saut ku cepat


" jadi kemana.."


" ya.. Kamu taruh mana tadi.." ujar mama lagi


" di dalam mangkok ma.." saut aisiah


Lima menit perdebatan antara aku dan aisiah tak kunjung menui hasil menemukan sendok tersebut


aku yang tau mau bergerak, aisiah yang tetap kekeh, klop menjadi satu, tidak ada yang mau mengalah sama sekali


" ambil lagi gih.. Ke dapur.." suruh ku pada nya, sambil menyuap kan mie ke dalam mulut ku kembali,


" iss.. Menyebal kan.." umpat nya hendak berdiri


Namun ketika aku mengeluar kan sendok yang berada di mulut ku, ada sedikit terasa aneh,


Aku pun melihat ke arah sendok ku dan terpekik kaget, ternyata aku memakai dua sendok sekaligus


" kenapa sendok nya jadi dua ini.." ucap ku kaget melihat dua sendok di tanganku


" kan... Benar kan dugaan ku, kakak pake dua sendok sekaligus.." sungut aisiah yang ku balas cengiran saja


Membuat seluruh keluarga ku tertawa lepas atas ulah random yang kami lakukan, aku pun tak merasa memakai dua sendok sekaligus tadi

__ADS_1


Membuat ku ikut menyuarakan tawa juga, sama seperti yang lain nya


...****************...


__ADS_2