
Dunia berfikir keluarga Nugraha meninggal karena sakit yang berkepanjangan, setelah hilangnya Putri keluarga Nugraha yang paling di kasihi,
tidak satu orang pun yang tahu dimana keberadaan keluarga tersebut saat terakhir berita hilangnya Putri tercintanya dan tuan dan nyonya Nugraha telah meninggal
berbeda dengan gadis yang sedang disiksa oleh kawanan pemberontak, karena gadis tersebut tidak mau melayani hasrat para pemberontak tersebut.
gadis itu hanya bisa menangis dengan diam di dalam sel yang sangat kumuh sekali, sesekali melihat sekeliling yang ada di dalam tahanan tersebut
" bibi,, tolong ira bi" menahan tangis agar tidak ada yang mendengar ucapannya itu
" Ira takut bi, tolong" dengan suara yang lemah dan tak bertenaga, pada akhirnya gadis itu pun pingsan karena tidak kuat menahan sakit dan perih nya luka yang di torehkan oleh cambuk ketua pemberontak
teman satu selnya hanya membantu mengobati luka yang diaterima Ira karena membantah pada tuan pemberontak itu pada akhirnya cambukan yang melayang pada tubuh yang kurus
" kasian kamu , kamu gadis baik, masih sanggup mempertahankan mahkota mu" teman satu selnya
teng teng teng
penjaga yang bertugas menjaga tahanan membawa beberapa orang budak yang di suruh membawa makanan untuk para tahanan
satu persatu para budak yang membawa makanan pun menghampiri para tahanan untuk memberikan makanan yang sudah di sediakan di piring khusus tahanan
makanan yang berisikan hanya nasi dan sayuran saja, tidak ada tambahan lauk pauk atau yang lainnya
" cepat makan!!" penjaga yang berwajah garang
" jangan sampai tuan marah terhadap kalian lagi"
sedangkan di sudut sel yang berisikan dua gadis yang satu masih tak sadarkan diri dan yang satunya hanya mendengar perintah
__ADS_1
,
di sebuah gubuk yang tak layak huni, duduk seorang gadis yang sedang menyamar untuk memantau keadaan sekitar,
merasa aman tidak ada orang yang melihatnya lantas Nara memanggil pengawal bayangan
" Rai" memanggil dengan wajah dinginnya
seseorang sudah berada di hadapannya ketika sang tuan memanggil namanya , dia adalah pengawal bayangan yang di tetapkan oleh keluarga sland
" siap tuan, hamba menghadap" memberi hormat
"awasi sekitar" dengan mata tajam nya Nara melihat ke arah depan dengan berkata
" berkeliling, "
Nara dan pengawalnya pun menghilang dengan cepat, Nara mengubah pakaian nya dengan pakaian yang biasa di pakai ketika menyelesaikan misi
baju dengan lengan pendek serta celana pendek berwarna hitam , tidak lupa memakai sepatu boot yang ramping, wajah nya di tutupi dengan kain selembar, agar tidak ada yang mengenalnya serta mengganti lensa matanya
sesampai di gerbang yang lumayan menjulang tinggi di sebuah tempat kumuh, Nara pun menelisik di sekeliling bangunan tersebut apakah ada penjagaan yang ketat
" apakah tidak berbahaya tuan"
"hmm" Nara pun menyeringai,," jika kau takut , kembali"
mendengar perkataan kembali oleh sang tuannya berarti dia akan mendapatkan hukumannya,
" tidak tuan "
__ADS_1
pengawal itu pun menunduk tidak berani membantah perkataan tuannya yang di bilang lumayan kejam, padahal jika bersama keluarga dan temannya Nara memasang wajah polos tanpa dosanya
"kita lihat berapa banyak ada permainan di dalam sana" dengan wajah datar dan dinginnya memandangi tempat persembunyian para pemberontak
pengawal yang bernama Rai itu bergidik setelah mendengar tuannya mengatakan bahwa orang yang ada di dalam sana hanyalah mainan,belom juga merasa nyaman setelah mendengar perkataan nya, sudah di kejutkan oleh tuannya yang menaiki tembok yang tinggi
Nara berjalan mundur sebelum memanjat tembok agar sampai di puncak temboknya . setelah sampai di atas tembok yang menjulang tinggi ,
Rai sang pengawal bayangan yang selalu setia kemanapun pergi sang tuannya pun ikut menaiki tembok, berjongkok bagaikan kodok di samping Nara, sedangkan Nara mengayunkan kaki satunya dan yang satu di tekuk untuk menopang lengannya
"hmmm, sepertinya akan seru jika bermain sebentar" menyeringai dengan sudut bibir yang tipis
"laksanakan" sang pengawal pun terjun ke bawah , mendarat dengan sempurna karena ia sudah terlatih sejak masih kecil
Rai pun memasuki lorong yang gelap dengan berjalan santai, tidak lupa punggung yang terdapat sarung pedang yang selalu di bawa bagaikan ninja yanng tak lepas dari senjata nya
Nara yang masih anteng mengayunkan kaki satu nya sambil bersenandung kecil agar menarik perhatian para penjaga,
tidak butuh lama Nara bersenandung dua orang lelaki yang berpawakan bringas dan sangat menatap tajam dan nafsu pada gadis yang sedang asyik bersenandung di atas tembok
" hey lady" orang yang sudah memiliki nafsu saat melihat paha mulus Nara yang terlihat sebagian dan kulit mulus lengannya, jika wajah hanya terlihat mata hitam pekat yang memakai softlens
" hai" Nara menyapanya dengan polosnya
orang yang menyapa gadis yang sedang bergelantung itu pun tersenyum senang setelah mendapat jawaban dari gadis berpakaian **** itu
sedangkan Nara menatap jijik, hanya karena menarik perhatian para penjaga tak ingin Nara bersusah payah menggoda seperti anak kecil
bersambung
__ADS_1