
" kenapa kalian ikut "
" kami hanya ingin menjemput mu ka "
" bukan berarti kalian ikut satu mobil juga " dua gadis remaja tersebut mengerucut kala dapat Omelan dari sang tuan
" kita kemana tuan "
" markas Sili "
" baik "
mereka pun pergi dari bandara dengan mengendarai mobil Jeep anti peluru dan tahan jika untuk menanjak ke pegunungan.
apa lagi markas yang di buat oleh Nara sangat sangat lah jauh dari mansion sland dan juga perbatasan, hanya bawahan yang setia yang tau tempat tersembunyi tersebut
mobil Jeep yang di kendarai oleh queenara dan juga pengawal bayangan nya melewati berbagai kota .hutan dan juga bukit yang tinggi
setelah lama dalam perjalanan yang dilewatinya kini mobil yang di kendarai oleh Rai berhenti di sebuah bukit gunung, dan di baliknya adalah tempat dimana yang terdapat tempat bersembunyi yang sangat sangat aman dari kejaran para musuh
" sudah sampai " kata Nara pada orang yang masih duduk di kursi mobil
" belum tuan . sebentar lagi, tinggal masuk saja " Rai menjawab pertanyaan tuannya
" hhmm , lanjutkan "
sedangkan dua gadis remaja yang masih betah berdiam dan hanya memasang wajah datarnya. dua gadis remaja yang di anggap adik oleh Nara adalah anak yang ditelantarkan oleh paman dan bibi nya yang tidak menginginkan untuk merawatnya, sehingga bertemu dengan Nara saat di jalan
padahal umur tidak beda jauh queenara dan juga si kembar Lea dan Lei, hanya berbeda 7 tahun di antara mereka . tapi dengan kegigihannya yang menginginkan untuk kuat agar bisa melindungi orang yang telah menolongnya dan menjadi tuannya .
__ADS_1
padahal dua gadis remaja yang seharusnya masih mendapat perhatian dari orang tua nya kini harus merasakan yang namanya kerasnya dalam hidup yang tidak memiliki orang tua lagi dan menjadi anak yatim piatu, entah dimana ke dua orang tua nya, ada yang bilang sudah meninggal tapi tidak tahu tempat peristirahatan terakhir nya. ada yang bilang masih hidup tapi entah di mana keberadaannya tidak mereka ketahui, saat di tinggal pun masih berusia satu tahun , meski mereka masih bisa di perhatikan oleh Rai dan juga Queenara,
" sudah sampai tuan " ucap Rai pada Nara , Rai yang masih berusia 30 tahun belum memiliki istri atau pun pacar, pemuda yang berparas manis dengan kulit sawo nya, hanya wajah datar nya yang perlihatkan pada orang lain dan juga musuh.
meski Rai orang pendiam dan berwajah manis, jangan pernah tertipu dengan wajahnya yang seperti itu, wajah manis yang melekat pada Rai hanya hiasan saja, tapi sifatnya sama dengan Nara yang diam tapi menghanyutkan
menghanyutkan bukan berarti harus hanyut di sungai ya..
Nara turun dari mobil Jeep dan masuk kedalam markas Sili yang tersembunyi di balik semak belukar , tapi di balik semak terdapat ruang yang cukup untuk menampung lima ratus orang
tap
tap
tap
berjalan dengan anggun serta berwibawa, tidak tertinggal aura yang di keluarkan nya, meski tidak ada penjaga ketat, tapi tetap saja orang yang melihat Nara pasti akan tahu, meski kadang terlihat polos jika orang tidak mengenal siapa itu queenara
" hhmmm "
" kak tunggu " ucap Lei sambil berlari mengejar Nara yang sudah hampir menuju ruangan nya
" ada apa hmm " dengan lembut menjawab
" kakak mau langsung istirahat apa mau ketemu si brengsek itu "
" kakak istirahat dulu, cape " ucapnya sambil berjalan menuju ruang yang akan menjadi tempat istirahat sekaligus kamarnya
" kamu ngapain sih ei, "
__ADS_1
" gak apa apa , he he he " hanya memperlihatkan gigi putihnya saat di tanya kembaran yang pertama
" sudah ayo, kak Rai nunggu tuh " menyeret adiknya untuk keluar lagi
Lei cemberut " padahal kan ei kangen sama kak Ara , ea"
" sabar . nanti juga kak Ara nemuin kita kalo sudah tidak ada urusan lain " Lei menurut apa kata Lea dan dua gadis itu pun pergi mencari Rai sang pengawal bayangan milik Nara
" kak Rai " teriak Lei saat sudah melihat tubuh Rai di balik mobil
ya Rai masih di samping mobil untuk menunggu dua gadis remaja yang sudah di anggap adiknya
" kenapa maen lari heemm "
" aku cuma pengen liatin sesuatu ke kak Nara "
" sudah biarkan saja, mungkin cape Karana melakukan perjalanan yang lumayan jauh "
" huummm" Lei memanggut paham
" ayo kita ke kamar " ajak Lea pada Lei, tanpa persetujuan sang kembaran Lea maen menyeret tangan Lei yang masih berdiri di hadapan Rai
Rai hanya menggeleng kepala kala melihat tingkat dua gadis remaja yang berbeda sifat
" jangan terlalu kasar pada adik mu EA "
" tidak kak, EA masuk dulu ya "
Rai mengangguk dan tersenyum pada dua gadis yang berlari menuju kamarnya
__ADS_1
bersambung,